12 Kiat Mengelola Bisnis Rumahan

AsikBelajar.Com | Berikut ini akan disampaikan beberapa kiat dalam mengelola bisnis di rumah sendiri.  Inilah 12 kiat dalam mengelola bisnis rumahan agar sukses:

1. Tidak mencampur-adukan urusan bisnis dengan urusan pribadi atau keluarga
Upaya untuk memisahkan urusan bisnis dengan urusan pribadi atau keluarga tidak dapat dianggap mudah. Pada umumnya …198

pengusaha yang melakukan bisnis di rumah akan menghadapi kendala ini. Dapat dibayangkan sebagai anggota keluarga harus berjibaku dengan berbagai urusan keluarga tetapi di sisi lain harus melakukan aktivitas .bisnis secara profesional. Kadang kedua urusan tersebut akan saling berbenturan.

Memisahkan urusan bisnis dari urusan keluarga di rumah sendiri tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebagai anggota keluarga kita harus berhubungan dengan anggota keluarga lainnya, saudara, teman, tetangga, dan masyarakat. Sebagai pelaku bisnis tentu akan berhubungan dengan konsumen, pemasok, distributor, pesaing, dan lain-lain. Semua aktivitas tersebut bermuara di tempat yang sama yaitu rumah sendiri.

Tidak sedikit pengusaha kecil yang gagal karena ketidakmampuan mereka untuk memisahkan urusan bisnis dari urusan pribadi atau keluarga. Uang yang diperoleh dari bisnis tidak jarang digunakan untuk memenuhi keinginan yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan bisnis. Sering terjadi uang dari hasil bisnis yang merupakan modal lancar digimakan untuk berbelanja kebutuhan dapur, membayar uang sekolah anak, membayar cicilan elektronik, biaya rumah sakit anggota keluarga, membayar arisan di lingkungan setempat, dan lain-lain. Bila pemilik atau pengelola bisnis tidak mampu memisahkan antara urusan bisnis dengan urusan pribadi atau keluarga, maka bersiap saja jika mengalami kegagalan dalam bisnisnya.

2. Menyediakan pesawat telepon khusus untuk kepentingan bisnis
Dalam aktivitas bisnis, pesawat telepon sangat penting keberadaannya. Dengan adanya pesawat yang terpisah dari pesawat telepon dari kepentingan keluarga, maka pengelola bisnis dapat berhubungan dengan mitra bisnis termasuk konsumen, pemasok, distributor, pesaing, perbankan, dan lain-lain.

Perlu kedisiplinan untuk menjaga agar pesawat telepon tersebut hanya digunakan untuk kepentingan bisnis. Kesadaran …199

tentang hal ini harus dimiliki oleh semua pihak, baik pemilik bisnis, manajer, karyawan, maupun anggota keluarga. Tanpa adanya pengawasan dari pemilik atau pengelola bisnis pesawat telepon ini sering digunakan untuk kepentingan lain yang tidak ada kaitannya dengan bisnis, misalnya digunakan anak untuk bertanya tentang pekerjaan rumah dari sekolah kepada temannya, atau digunakan istri untuk membicarakan tentang arisan bulanan, dan lain-lain.

3. Menjawab telepon secara profesional
Cara menjawab telepon yang diterima oleh unit usaha tentunya berbeda dengan yang diterima oleh penghuni rumah yang tidak ada unit usahanya. Cara menerima telepon yang dilakukan secara profesional akan memberikan kesan kepada orang atau perusahaan yang menelpon bahwa usaha yang dijalankan memang terkelola secara profesional sehingga image-nya akan positif. Sebaliknya akan menjadi penyebab turunnya citra usaha kita jika cara menjawab telepon terkesan tidak profesional.

Contoh sederhana yang dapat dilakukan saat menerima telepon dari klien:
√ Shilva Salon, ada yang bisa dibantu?
√ Selamat pagi, Bimbel Cerdas, ada yang bisa saya bantu?

Upayakan sedemikian rupa agar penerima telepon bukan anak balita karena dapat menimbulkan image yang kurang baik bagi penelpon. Hindarkan berbicara melalui telepon dengan mulut penuh makanan atau sambil makan permen karena akan menimbulkan kesan tidak sopan. Bila penelpon ingin berbicara dengan orang tertentu misalnya dengan pemilik usaha yang secara kebetulan sedang tidak berada di mangan di mana telepon diletakkan, maka sambil memanggil orang yang dimaksud beritahukan kepada penelpon secara sopan untuk menunggu, lalu aktifkan nada tunggu supaya penelpon tidak merasa jenuh saat menunggu tersebut. …200

4. Mengatur tata letak (plant lay out)
Setiap barang yang ada di dalam ruangan usaha harus ditata letaknya sedemikian rupa. Di mana letak kursi-kursi, etalase, meja komputer, kasa, dan lain-lain. Pengaturan tata letak yang baik akan membuat suasana ruangan bagi setiap orang, baik karyawan maupun konsumen merasa nyaman.

Letak antara satu rak dengan rak lainnya untuk memajang berbagai produk tidak terlalu rapat supaya orang dapat berlalu lalang secara bebas. Barang-barang di etalase harus ditata agar terlihat oleh konsumen dengan jelas karena langsmig atau tidak langsung merupakan sebuah promosi. Tidak tertutup kemungkinan konsumen yang datang ke tempat usaha untuk membeli suatu produk yang dibutuhkannya, dan tidak berniat membeli produk ”X”, tetapi karena produk ”X” dipajang di etalase yang terlihat oleh konsumen tersebut, maka dapat mengakibatkan konsumen tersebut teringat bahwa sebenarnya dia juga memerlukan produk ”X” tersebut. Akhirnya dia juga membeli produk tersebut walaupun sebelumnya sama sekali tidak ada niat untuk membeli produk tersebut.

Upayakan pintu untuk ke luar dan masuk orang dari dan ke tempat usaha berukuran tidak terlalu kecil. Hal ini penting supaya lebih memudahkan lalu lintas orang dan barang dari dalam maupun dari luar tempat usaha. Selanjutnya pintu tersebut harus berbeda antara pintu untuk keperluan usaha dengan pintu untuk keperluan keluarga.

5. Bekerja sama dengan tim
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari anggota tim, antara lain sebagai berikut:
√ Jenis pekerjaan tertentu tidak dapat dilaksanakan oleh diri sendiri atau memang lebih baik jika dikerjakan oleh orang lain yang merupakan bagian dari tim. …202

√ Anggota tim dapat memberikan semangat pada saat kita sedang berada pada kondisi jenuh, mengingatkan kita jika menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan.
√ Secara bersama-sama dengan anggota tim akan membentuk sinergi. Melalui kerja tim 1 + 1 = 11, artinya kualitas dan kuantitas kerja tim lebih baik dari pada hasil kerja perseorangan.
√ Beban pekerjaan terasa lebih ringan dan lancar.

6. Bersedia mengorbankan waktu pribadi
Waktu pribadi maksudnya adalah waktu yang umumnya diisi dengan acara bersantai, menonton televisi, membaca majalah, jalan-jalan, dan lain-lain. Sehubungan kita memiliki aktivitas usaha maka kesempatan untuk mengisi waktu pribadi tersebut dengan acara-acara santai tersebut harus rela dikurangi. Waktu santai akan dialihkan untuk mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan dengan usaha.

Tidak menutup kemungkinan waktu istirahat pada pagi dan malam hari masih dipergunakan untuk kepentingan usaha. Untuk jenis usaha tertentu waktu malam hari justru dipergunakan untuk melayani konsumen, misalnya pada usaha pangkas rambut dan salon banyak konsumen yang datang ke salon pada malam hari pada saat mereka baru pulang kerja. Pagi hari dapat dipergunakan untuk menghubungi para mitra bisnis guna merencanakan jadwal pertemuan untuk sebuah kerja sama dan lain-lain. Pada jam makan siang pemilik usaha sering menggtmakannya untuk berbincang dengan para mitra bisnis. Banyak kerja sama bisnis yang terjalin dari hasil perbincangan yang dilakukan sambil makan siang.

7. Melakukan pencatatan/pembukuan
Pencatatan yang dimaksudkan oleh penulis pada buku ini adalah mengumpulkan dan mengklasifikasikan data, mencatatnya, lalu menganalisa data tersebut, serta membuatkan laporan …203

serta perkiraan untuk masa yang akan datang yang dapat dipergunakan untuk berbagai kebijakan dan tujuan-tujuan khusus lainnya.

Manfaat yang dapat diperoleh dengan pencatatan yang dilakukan antara lain sebagai berikut:
√ Sebagai alat untuk melakukan perencanaan kebijakan untuk masa yang akan datang.
√ Alat atau tolok ukur suatu kinerja usaha.
√ Sebagai laporan tertulis kepada pihak yang membutuhkan.
√ Merupakan salah satu persyaratan untuk pengajuan kredit kepada pihak perbankan.

8. Membudayakan hidup hemat dan menabung
Sangat banyak orang yang mengabaikan budaya hidup hemat. Sebaliknya tidak sedikit orang yang besar pasak dari pada tiang. Berapa besar pun pendapatan yang diperolehnya dari hasil kerja banting tulang dengan cucuran keringat dari sekujur tubuh, habis dibelanjakan sampai tidak bersisa bahkan sebagian lagi terpaksa harus ditambah dengan berutang pula.

Pada buku yang berjudul “Kunci Sukses Bisnis Orang China: Pelajaran Berharga Bagi WNI Pribumi” yang penulis terbitkan diungkapkan bahwa orang China yang ada di Indonesia yang rata-rata sudah menjadi WNI keturunan relatif lebih berhasil bisnisnya. Mereka lebih sukses dari pada WNI pribumi pada umumnya. Ternyata salah satu kunci sukses bisnis mereka adalah budaya hemat; Mereka mempertimbangkan beberapa kali sebelum melakukan pembelian produk supaya tidak terjebak kepada pola hidup konsumtivisme. Mereka tidak mengutamakan penampilan fisik, dalam arti pakaian yang dikenakan tidak tergolong istimewa, tampak sederhana; Banyak dari mereka yang makanan sehari-hari terutama pada saat mereka belum sukses adalah bubur encer. Itu semata-mata dilakukan dalam rangka berhemat. 204

Ada sebuah peribahasa yang sangat populer pada saat kita menempuh pendidikan di Sekolah Dasar dulu yang mengatakan ”rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya”. Untuk mewujudkan peribahasa hemat pangkal kaya tersebut sangat cocok jika disertai dengan program menabung. Menabung ini identik dengan peribahasa lain yang mengatakan sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Dengan demikian hemat dan menabung adalah kunci utama untuk kesuksesan dan kekayaan masa depan.

Hidup hemat dan menabung sangat mudah diucapkan, tetapi pelaksanaannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Maka perlu disiasati agar dapat diwujudkan secara berhasil. Terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dengan seksama agar budaya hidup hemat dan menabung bisa sukses, yaitu:

** Menabung harus diprioritaskan
Setelah seseorang mendapatkan pemasukan dari sumber manapun dan kapan pun, maka sebelum melakukan berbagai pengeluaran harus menyisihkan terlebih dahulu untuk menabung. Jadi anggaran untuk menabung harus dialokasikan pada awal pemasukan karena jika diakhirkan pasti semua pemasukan tersebut akan habis dipergunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan keinginan yang jumlahnya relatif tidak terbatas.

** Tabungan dianggarkan secara kuantitatif
Berapa besar dari setiap pemasukan yang akan dialokasikan untuk menabung, maka sebaiknya jumlah tersebut dianggarkan secara kuantitatif, misalnya minimal 10% dari pendapatan. Hal ini untuk lebih memudahkan pelaksanaan dan pengendalian. Setiap bulan kita dapat mengalokasikan jumlah tertentu yang sudah ditetapkan untuk menabung, dan kita harus disiplin dengan anggaran menabung yang sudah ditetapkan tersebut. …205

**Mampu mengerem pengeluaran
Manusia merupakan makhluk yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan berbagai kebutuhan dan keinginan. Setiap kebutuhan dan atau keinginan terpuaskan maka akan muncul kebutuhan dan atau keinginan lainnya yang menuntut untuk dipuaskan juga. Dengan demikian tidak ada kata puas bagi manusia.

Kita harus mampu mengerem pengeluaran terutama terhadap pengeluaran untuk memenuhi keinginan tertentu yang jika tidak dipenuhi pun sebenarnya tidak akan mengakibatkan hidup kita menjadi serba kekurangan. Jika kita melakukan introspeksi sebenarnya sangat banyak pengeluaran yang dilakukan setiap hari terhadap keinginan yang sebenarnya kita tidak membutuhkannya. Misalnya kita sering membeli suatu barang bukan karena kita membutuhkan barang tersebut, tapi hanya karena banyak orang lain yang sudah memiliki barang tersebut. Kita membeli elektronik tertentu, padahal sebenarnya kita sudah memiliki elektronik yang memiliki fungsi yang sama dengan elektronik tersebut. Kita membeli makanan atau minuman tertentu di rumah makan yang berkelas, padahal sebenarnya kita belum merasakan lapar atau haus, dan bahkan sebenarnya kebutuhan akan rasa lapar dan haus dapat dipenuhi dengan makanan dan minuman yang ada di rumah tidak perlu harus membelinya di rumah makan. Bayangkan pengeluaran setiap hari terjadi selama sebulan, maka berapa besar pengeluaran kita yang akan memangkas pendapatan bulanan kita yang semestinya dialokasikan terhadap sesuatu yang lebih penting.

** Membuat neraca pendapatan dan pengeluaran bulanan
Buatlah anggaran pendapatan dan pengeluaran setiap akan memasuki bulan baru. Anggaran ini akan menjadi acuan. Sisi anggaran pendapatan dan pengeluaran harus menunjukkan …206

angka yang seimbang. Misalnya jika jumlah anggaran pendapatan kita bulan depan adalah Rp 5.000.000; maka anggaran pengeluaran pun sama besarnya. Dengan demikian jika jumlah rencana pendapatan lebih besar dari anggaran pengeluaran, berarti pada bulan tersebut kita memiliki kelebihan uang. Maka alokasikanlah kelebihan uang tersebut untuk menambah jumlah tabungan. Sebaliknya jika terjadi kelebihan anggaran pengeluaran dari anggaran pendapatan, maka kurangilah anggaran pengeluaran terhadap keinginan tertentu yang kurang penting, misalnya anggaran pengeluaran untuk rekreasi, atau hiburan, dan jangan sekali-kali untuk mengurangi anggaran untuk menabung.

** Kunci peti besi harta karun tabungan Anda secara berlapis
Menabung bisa dilakukan di mana saja. Ada yang merasa aman menabung di bank. Ada yang baru bisa menabung kalau dipaksa untuk membayar premi asuransi. Ada yang memilih menabung di celengan semar yang disimpan di kamar tidur. Ada juga yang menabung dengan menitipkan uang kepada orang lain yang dapat dipercaya. Pada prinsipnya menabimg dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Yang ingin penulis soroti pada bagian ini adalah bukan di mana atau dengan cara bagaimana kita menabung, tapi upaya untuk menghindarkan penggunaan uang tabungan kita. Seberapa besar pun jumlah tabungan kita yang sudah dikumpulkan sedikit demi sedikit akan secepatnya habis jika kita tidak mampu menahan gejolak yang selalu muncul untuk menggunakan tabungan tersebut. Sedapat mungkin upayakan untuk tidak menggunakan tabungan tersebut bagi pengeluaran yang sifatnya konsumtif kecuali sudah tidak ada alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan yang sangat urgent. Tabungan hanya dapat digunakan untuk suatu pengeluaran investasi yang akan menambah banyak tabungan itu sendiri. …207

** Isilah dompet dengan uang secukupnya saja
Sudah menjadi kebiasaan orang jika memiliki dan menyimpan uang tunai dalam jumlah cukup besar di dalam dompetnya, maka kecenderungan untuk berbelanja relatif besar juga. Bagi orang yang memiliki karakteristik seperti itu, ada baiknya banyak mengisi dompet dengan uang tunai secukupnya saja sehingga dapat mengerem pengeluaran harian. Jika dianggap perlu kartu ATM dan kartu kredit jangan disimpan di dalam dompet yang dibawa ke mana-mana. Simpan saja di kamar tidur di rumah di dalam peti besi yang dikunci rapat. Bila kurang yakin titipkan juga kuncinya tersebut kepada orang dapat dipercaya untuk menyimpannya sehingga kecenderungan kita untuk melihat isi peti tersebut apalagi menggunakan isinya menjadi sirna. …208

9. Mengutamakan kepuasan konsumen
Kepuasan konsumen harus ditempatkan sebagai faktor yang paling penting dalam sebuah usaha. Konsumen yang merasa puas terhadap produk dan pelayanan kita, diharapkan akan menjadi pelanggan loyal. Pelanggan yang loyal akan terus mengkonsumsi produk yang kita hasilkan atau yang kita jual. Tidak menutup kemungkinan konsumen yang loyal akan dengan sukarela turut merekomendasikan produk dan pelayanan kita kepada anggota keluarganya, saudaranya, temannya, tetangganya dan lain-lain walaupun kita tidak meminta dia untuk melakukan hal itu.

Salah satu cara untuk dapat memberikan kepuasan kepada konsumen adalah dengan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya. Bertitik tolak dari kebutuhan dan …209

keinginan konsumen, kita menawarkan produk yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut. Penawaran yang kita lakukan sebaiknya ada pembeda dari penawaran pesaing.

Kelly Littlefield, sebagai seorang profesor dari North Western Michigan College menyampaikan bahwa dalam rangka memberikan kepuasan kepada konsumen, sudah selayaknya jika pengusaha selalu mengembangkan ”relationship marketing” yaitu menjalin hubungan dengan setiap konsumen, memahami kebutuhan mereka, menawarkan manfaat atas produk, dan menstimulasi agar melakukan pembelian ulang. Lebih jauh Prof. Kelly menyarankan untuk menjaring data pribadi konsumen seperti nama, alamat, tanggal lahir, hobby, tanggal pernikahan mereka, waktu belanja produk, produk yang disukainya, dan lain-lain. Semua data tersebut direkam dalam data base perusahaan untuk dijadikan acuan dalam melancarkan strategi pemasaran yang tepat.

Seorang konsumen tentunya akan merasa berbahagia jika seorang pengusaha menyampaikan ucapan selamat ulang tahun pada saat belum ada seorang pun yang menyampaikan ucapan tersebut kepadanya. Karena hatinya merasa “terbeli” maka tidak menutup kemungkinan dia akan menjadi loyal kepada produk yang dihasilkan atau dijual oleh pengusaha tersebut.

Pengusaha sebaiknya tidak terbius dengan keuntungan sesaat yang besar per satuan produk dengan mengesampingkan kepuasan konsumen. Hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap kesinambungan usaha. Apalah artinya mendapatkan keuntungan yang besar saat ini, tetapi konsumen merasa kecewa dan tidak bersedia menjadi pelanggan tetap. …210

10. Mencintai produk dan usaha
Seberat apapun beban suatu pekerjaan, jika kita mencintai pekerjaan tersebut maka beban itu tidak akan terlalu terasa berat. Ada baiknya penulis mengambil perumpamaan orang yang sedang jatuh cinta. Saat dimintai tolong untuk mengerjakan pekerjaan berat oleh sang pacar, mungkin tidak akan terasa berat bila dikerjakan. Saat lengan dicubit gemas sampai terluka, mungkin tidak akan terasa sakit. Saat dimintai menunggu pacar pulang kuliah atau kerja sampai berjam-jam, mungkin tidak akan terasa lama. Semua itu terjadi karena rasa cinta.

Demikian juga jika mencintai usaha yang dijalankan maka kita akan lebih termotivasi untuk berkreasi menciptakan yang terbaik bagi usaha tersebut. Segudang ide brilian bisa muncul dan’ perasaan cinta. Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Anang Hermansyah atau Syahrini pada saat mereka masih menjadi “duet maut” telah memberikan contoh dahsyatnya lirik lagu yang bernuansa cinta yang disenandungkan bagi para penggemarnya. Maka pundi-pundi uang pun mengalir ke account mereka.

11. Selalu membuka diri terhadap perkembangan
Salah satu karakter yang kurang baik yang masih dimiliki sebagian pengusaha kecil di Indonesia adalah kurang membuka diri terhadap pembaharuan. Mereka lebih senang melakukan sesuatu sesuai dengan kebiasaan yang sudah diwarisinya dari orang tua atau para pendahulu mereka. Kebiasaan tersebut kadang sudah tidak sesuai lagi untuk diterapkan saat ini.

Saat ini segala sesuatu sudah serba praktis, efisien, dan cepat. Seorang pengusaha semestinya mengikuti perkembangan yang terjadi. Selera konsumen pun sudah banyak berubah. Jika masih bersikukuh dengan tradisi masa lalu dan mengabaikan perubahan yang terjadi pada masyarakat maka pada umumnya usaha tersebut tidak dapat bertahan lama. …212

Pengusaha tidak dapat menyepelekan pelatihan, seminar, kursus, lokarkaya, dari pihak-pihak yang bermaksud mentransfer perubahan yang terjadi termasuk perkembangan teknologi. Semua itu diarahkan demi terwujudnya usaha yang kuat dan mandiri.

12. Melaksanakan multi strategi bisnis
Strategi merupakan serangkaian tindakan logis perusahaan yang ditujukan untuk mendapatkan keunggulan bersaing. Tidak ada satu strategi yang dapat dipraktikkan secara tepat untuk berbagai situasi. Situasi yang berbeda menghendaki penerapan strategi yang berbeda juga.

Michael Porter mengungkapkan ada 3 strategi utama yang dapat diterapkan, yaitu:

12.1. Strategi keunggulan biaya menyeluruh
Perusahaan berupaya mencapai efisiensi dalam produksi dan distribusi. Efisiensi akan menghasilkan harga pokok penjualan menjadi rendah sehingga dapat bersaing dengan produk sejenis lainnya. Jika dapat bersaing maka produk akan diminati di pasar sehingga banyak dikonsumsi para pelanggan. Omzet penjualan yang besar akan menambah keuntungan perusahaan. Sebagian keuntungan ini dapat dialokasikan untuk investasi pada peralatan dan teknologi yang lebih baik yang pada akhirnya digunakan untuk menghasilkan produk dengan kuantitas dan kualitas baik sehingga memenangkan persaingan lagi. Demikian seterusnya akan membentuk suatu siklus secara berkesinambungan.

12.2. Strategi diferensiasi
Strategi ini diterapkan dengan cara membedakan produk perusahaan dari produk pesaing. Sehubungan dengan produk perusahaan berbeda dari produk pesaing, maka akan lebih memberikan daya tarik tersendiri untuk diperhatikan oleh para pelanggan. Pada umumnya pelanggan akan senang dan cende- …213

rung mencari, lalu mengkonsumsi produk yang berbeda dari kebanyakan produk lainnya. Strategi ini harus ditunjang oleh kemampuan perusahaan terutama pada bidang riset dan pengembangan, desain, serta pengendalian mutu.

12.3. Fokus
Memusatkan kepada segmen pasar tertentu. Tidak semua segmen pasar dapat dilayani secara efektif, maka pilihlah segmen pasar yang paling menguntxmgkan bagi perusahaan di mana produk perusahaan akan ditempatkan.

Sementara itu strategi yang terbaik yang diterapkan oleh perusahaan belum tentu akan memberikan hasil yang optimum bagi perusahaan jika tidak ditunjang oleh aspek lainnya dari perusahaan tersebut. Mc Kinsey mengungkapkan bahwa strategi hanya satu bagian saja dari keseluruhan aspek yang ada di perusahaan yang terintegrasi secara sinergi. Semua aspek ini saling terkait antara satu aspek dengan yang lainnya, dan tidak dapat dipisahkan secara sendiri-sendiri. Keseluruhan aspek ini diilustrasikan sebagai model 7-8 Mc Kinsey berikut ini:
Kiat bisnis Rumahan ….214

strategy
Serangkaian tindakan logis yang ditujukan untuk mendapatkan keunggulan bersaing.

Structure
*Tugas
*Wewenang
*Tanggungjawab

System
*Sistem informasi
*Sistem pengendalian mutu *Sistem anggaran
*Sistem kompensasi

Style
Perilaku yang ditunjukkan oleh setiap karyawan di perusahaan misalnya keakraban antarkaryawan.

Staff
Penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat.

Skills
Kemampuan yang dimiliki oleh keseluruhan anggota perusahaan.

Share value
Nilai yang menjiwai semua anggota perusahaan. …215

Sumber:
Suparyanto, R.W. 2012. Kewirausahaan: Konsep dan Realita pada Usaha Kecil. Bandung: Alfabeta. Hal. 198-215.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *