Demokrasi, Korupsi: Cape Deh...

demokrasi dan korupsi
Demokrasi, Korupsi: Cape Deh - asik belajar dot com.  Kita baru saja menyelesaikan sebuah pesta akbar, atau sebuah pesta paling besar yang bernama demokrasi dengan melalui kegiatannya "Pemilu". Pesta tersebut dilaksanakan untuk keperluan memilih orang yang akan "mewakili" kita di DPR nantinya, baik DPR-RI, DPR Provinsi maupun DPR Kabupaten/Kotamadya. Tapi ada juga pesta demokrasi yang tak kalah seru, yaitu pemilu "Pilpres" untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.

Kalau dirangkum arti demokrasi menurut ahli, maka dapat disimpulkan bahwa kekuasaan ditentukan oleh rakyat yang memiliki suara terbanyak/dominan.  Artinya bahwa wakil yang duduk diparlemen maupun presiden akan ditentukan oleh suara rakyat melalui pemilu. Bahkan ada yang mengatakan "Suara Rakyat, Suara Tuhan". Hmm...betapa mulianya demokrasi yang merupakan suatu sistem dalam suatu negara. Demokrasi itu mengakui bahwa rakyatlah yang menentukan nasib bangsa dan negaranya. Hebat bukan?.

Tapi...bila ternyata wakilnya banyak yang "korupsi", bahkan Presiden-nya justru merugikan negara, apakah rakyatnya juga suka "korupsi" atau rakyatnya suka jual-jual asset negara?. Apakah hasil pilihan rakyat tersebut bisa dikatakan sebagai gambaran kecil atau miniatur kondisi bangsanya? Adakah korelasi hubungannya? Ataukah ada faktor "X" yang merubahnya sehingga rakyat memilih wakil tersebut?

Fakta membuktikan:
Pemenang pemilu tahun 2014 adalah :1) PDIP, 2) Golkar, 3) Gerinda, dst...
Indeks korupsi partai politik 2002-2014 yang dikeluarkan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), yang diambil dari http://www.musadiqmarhaban.com/indeks-partai-paling-korup-di-indonesia/ adalah:
Demokrasi dan Korupsi
Menurut indeks korupsi yang dirilis oleh ICW periode 2002-2014 (www.antikorupsi.org) sebagai berikut: 1. PDIP (7.7) 2. PAN (5.5) 3. Golkar (4.9) 4. PKB (3.3) 5. PPP (2.7) 6. PKPI (2.1) 7. Gerindra (1.9) 8. Demokrat (1.7) 9. PBB (1.6) 10. Hanura (1.5) 11. PKS (0.3).

Dari data tersebut dapat juga disusun berdasarkan jumlah koruptor masing-masing partai adalah:
1) PDIP [113 koruptor], 1) GOLKAR [73], 3) DEMOKRAT [37], 4) PAN [33], ...DST.

Ternyata, justru partai terkorup yang menjadi pilihan rakyat di 2014. Justru partai yang mempunyai indeks korupsi terbesar yang menjadi pemenang pemilu ! Hebatkan? Lalu... yang menjadi pertanyaan adalah:
Apakah rakyat suka dengan tindakan korupsi wakil anggota dewan tersebut?
Apakah rakyat pemilih sudah tidak perduli dengan korupsi wakil anggota dewan tersebut?
Apakah ini suatu indikasi bahwa money politik "benar-benar" menjadi "Trend" pada demokrasi kita?
Apakah teori prinsip-prinsip demokrasi, budaya demokrasi dan pendidikan demokrasi tidak berjalan sesuai teorinya?
Seorang sahabat berkata: "Sederhana...ternyata rakyat kita masik suka korupsi".  Sedih?  Bukankah itu dibuktikan rakyat dengan menusuk partainya?
Masihkah dapat dikatakan bahwa "Suara Rakyat Suara Tuhan?" JANGAN !!! TUHAN TIDAK PERNAH KORUPSI.

Kesimpulan:
  1. Rakyat belum semuanya mendapat informasi tentang Indeks korupsi partai politik.
  2. Sisten verifikasi partai politik tidak menggunakan indek korupsi partai sebagai nilai penentuan lolos tidaknya partai.
  3. Adanya korelasi antara partai terkorup dengan partai pemenang.
Haruskah kita berkata:
DEMOKRASI: SISTEM POLITIK YANG MAHAL, LAHIRKAN POLITISI KORUP..!
Tag : Opini
0 Comments for "Demokrasi, Korupsi: Cape Deh..."

Berikan Komentar Terbaik Anda Disini [NO SPAM, SARA n PORN]. Terima Kasih

Back To Top