Migrasi Flexi ke As Mengecewakan

Migrasi Flexi ke As Mengecewakan - AsikBelajar.Com.  Sebagai tindak lanjut dari artikel yang berjudul "Cara Flexi Meninggalkan Kita" (baca klik disini), maka hari ini aku khususkan waktuku untuk mengurus migrasi kartu flexi ke As.  Pukul 09:00 aku menuju Plasa Telkom.  Kira-kira 25 Menit kami sudah tiba dengan disambut ramah petugas satpam sampai bagian CS-nya.  Hari ini, kami mendapatkan layanan Plus alias dapat minum+kue.  Singkat kata, urusan layanan Non-Teknis memang tidak diragukan dan memuaskan. Akhirnya kartukupun berpindah menjadi kartu As (kartu awal flexi Trendy menjadi As Trendy).  Sebelumnya mba menawarkan 2 opsi kepadaku karena saldo flexiku masih sisa Rp.80.000. Opsi pertama aku dapat HP GSM, namun aku harus nambah Rp.50 ribu.  Opsi kedua adalah voucher pulsa seharga Rp.20 ribu selama 1 (satu) tahun dengan Top-up harus isi Rp.10 ribu/bulannya.  Akhirnya aku pilih opsi kedua.  Sampai disini layanan masih memuaskan.

Migrasi Flexi ke As Mengecewakan
Yang Mengecewakan
Secara teknis sudah "terduga" sebelumnya tentang batasan (baca: quota) yang akan diberlakukan oleh kartu As bila penggunaan kartu tersebut untuk internet. Paket Data yang ditawarkan dengan harga sama, namun "Fair Usage" berlaku sampai 1,3 Gb, selebihnya harus bayar lagi.  Disinilah yang berat!.  Dengan aturan quota tersebut kami tidak leluasa lagi untuk berinternet seperti orang mampu umumnya.  Dulu dengan Rp.50 ribu per bulan kami sekeluarga (kami menggunakan wifi) tidak terlalu berat menyisihkan dana tersebut. 

Modem flexi harus diganti.  Itupun tidak disediakan oleh pihak plasa telkom.  Kami disuruh ke Grapari terdekat untuk urusan setting modem dengan rotter.  Disini pihak pelayan terlihat tidak menguasai dan terkesan untung-untungan ketika rotternya diperlihatkan. 

Harga modem untuk kartu As sebesar Rp. 400 ribu di tambah isi pulsa Rp. 125 ribu untuk 1 bulan internet dengan quota 3 Gb sesuai saran petugas.  Itupun ternyata belum bisa konek dengan rotter.  Akhirnya aku ke toko langganan untuk minta bantuan.  Dan akhirnya (lagi) aku terpaksa beli modem GSM dengan harga Rp.250 ribu.  Walaupun akhirnya aku menggunakan kartu simpati yang diregister Rp.99 ribu untuk 90 hari.  (Itupun akhirnya kacau, baca juga "Pasca Ditinggal Flexi"). Artinya kartu As yang baru dapat akan aku matikan secara perlahan.

Secara teknik hasil kecepatan yang kami dapat tidak berbeda dengan sewaktu menggunakan flexi dan cenderung sama.

Kesimpulan:
  1. Migrasi kartu flexi ke As akan mengeluarkan banyak biaya untuk penggunaan internet. Biaya tersebut untuk beli modem baru dan sejenis rotter baru.
  2. Tidak adanya antisipasi terhadap perubahan modem dengan perangkat lainnya, sehingga teknisi di lapangan tidak bisa mengatasinya.
  3. Ada kesan sistem "buang" terhadap barang yang lama.
  4. Terbukti bahwa internet untuk rakyat hanya semboyan belaka.
  5. Benefit yang ditawakan pihak telkom tidak memberikan nilai tambah bagi pengguna internet.
Tag : Info
0 Comments for "Migrasi Flexi ke As Mengecewakan"

Berikan Komentar Terbaik Anda Disini [NO SPAM, SARA n PORN]. Terima Kasih

Back To Top