Politik Reuni

Politik Reuni - AsikBelajar.Com.  Sangat terasa, tiba-tiba teman-teman pada sibuk menghadiri undangan reuni dari teman sekelas.  Ada yang berteman dari SD, SMP, SMA, bahkan kuliah.  Ada juga dapat undangan karena berteman dari sang suami atau isteri.  Pokoknya Reuni for Ever.  

Dalam pengamatan yang ada, ternyata reuni bila ditinjau dari kepanitiannya ada Tiga versi. Versi Pertama murni memang pas jadwal reunian.  Versi kedua adalah karena ada hajat atau keinginan seseorang, baik sekaligus acara perkawinan, sunatan anak, selamatan lainnya atau ada yang mau jadi calon disalahsatu partai atau pilkada.  Versi Ketiga adalah awalnya seperti versi pertama, kemudian "ditunggangi" kepentingan orang seseorang kawan tersebut saat pilkada atau bakal calon dewan. 

Ciri-Ciri Politik Reuni
Bagi yang ingin mengetahui ciri-ciri reuni kalian terdapat ada unsur "kampanyenya" adalah:
  1. Reuni kalian tiba-tiba mendapat sponsor, padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah.
  2. Dalam ruangan reuni ada spanduk atau poster teman atau suami/isteri teman.
  3. Adanya sambutan dan ajakan untuk mendukung teman yang ada dalam poster tersebut.
  4. Adanya team kepanitiaan diluar dari panitia resmi reuni.
  5. Adanya kado bingkisan yang dibagi-bagikan lengkap dengan foto dan kalimat kampanye sang kandidat, bahkan ucapan permohonan dukungan.
  6. Adanya liputan media massa dan atau elektronik, padahal biasanya tidak sebanyak itu.
  7. Susunan acara yang ada agak sedikit formal, yaitu adanya sambutan dari sang kandidat maupun dari team suksesnya.
  8. Bila banyak yang kalian tidak mengenal dalam undangan reuni tersebut, berarti kalian bergabung juga dengan teman-teman team suksesnya sang kandidat.
Bagaimanapun, niat baik silaturrahmi perlu mendapat respon yang positif.  Namun dalam hal politik, bila ternyata kita sudah menentukan pilihan diluar dari "teman" kita, maka sebaiknya jangan terlalu nampak diperlihatkan.  Karena dunia politik itu tidak ada yang abadi, yang abadi adalah kepentingan.  Artinya dunia politik adalah dunia kepentingan, maka selama kepentingan sang kandidat dan pemilih sejalan artinya sipemilih bisa bagian dari team suksesnya sang kandidat. Bila kepentingan tidak menemukan titik temu, maka pertemanan kembali seperti awalnya tanpa ada embel-embel. Memang sejatinya kegiatan reuni harus dikembalikan kepada rohnya kumpul-kumpul sambil bernostalgia. Kepanitiaannyapun dari dan untuk teman-teman juga tanpa ada campur tangan team lain.  Namun apa hendak dikata, dunia politik praktis sudah terlanjur masuk keberbagai sektor kehidupan.  Resiko kecil bagi kita terhadap sang kandidat seorang teman adalah bila terpilih dan tidak amanah bahkan terlibat kasus hukum, maka kita ikut malu sebagai teman dan mendukung yang salah. Maka hati-hatilah dalam ber-Reuni yang terkontaminasi politik.
Tag : Opini
0 Comments for "Politik Reuni"

Berikan Komentar Terbaik Anda Disini [NO SPAM, SARA n PORN]. Terima Kasih

Back To Top