Politik Pencitraan dan Crowd Control

Politik Pencitraan dan Crowd Control
Politik Pencitraan dan Crowd Control - AsikBelajar.Com.  Dalam dunia politik di Indonesia, istilah politik pencitraan mulai jadi dikenal secara luas sejak pemerintahan SBY.  Musuh-musuh politik SBY sering mengatakan bahwa tindakan yang dilakukannya "hanya" sekedar pencitraan belaka.  Kemudian dilanjutkan oleh JKW.  Bedanya adalah, kalo SBY agak soft dan halus, tapi kalau JKW terkadang sangat kasar dan nampak sekali. Terlepas dari benar tidaknya hal tersebut, yang menjadi penting dan sering dilupakan banyak orang adalah "media" yang membesarkan si tokoh yang akan dicitrakan tersebut.  Peran media dalam hal ini sangat penting dan vital sebagai penghubung tujuan komunikasi yang ingin dicapai.  Dalam politik pencitraan ada istilah "Imaging Politic" yang diarikan dengan Cara bertindak dalam membentuk citra yang diinginkan kepada publik, dalam bentuk sikap, perilaku, pendapat dan gagasan.   Artinya bahwa, pesan yang media bawa secara "tidak langsung" mengatakan bahwa si tokoh tersebut adalah "sesuai" dengan keinginan publik.  Sehingga publik bisa terpengaruh bahkan terhipnotis terhadap sang tokoh yang pada gilirannya "percaya".  Politik Pencitraan karena memerlukan media sebagai partner, maka politik ini relatif mahal, memerlukan jaringan dan dukungan yang luas.

Lalu apa hubungannya dengan Crowd Control?.  Karena politik pencitraan cenderung membahayakan si tokoh apabila mulai terlihat sikap, prilaku yang bersangkutan tidak sesuai dengan keinginan publik.  Artinya, si tokoh kurang bisa memberikan bukti kepada publik bahwa ia sesuai dengan yang ada dalam berita.  Bila itu terjadi, maka  tugas selanjutnya ada pada Crowd Control.  Dalam hal ini Crowd Control diartikan bagaimana mengendalikan massa yang terlanjur "mengetahui" untuk "tetap" dipaksakan mempercayai si tokoh tersebut. Biasanya Crowd Control untuk mengembalikan "citra" yang sudah terlanjur disandang si tokoh memerlukan banyak pengorbanan, baik dana maupun korban politik.  Namun Crowd Control akan tidak dilaksanakan bila publik tidak "mengetahui" kebohongan yang sudah dilakukan sang tokoh.

Jadi, dalam dunia politik pencitraan adalah wajar dan sah-sah saja selama citra tersebut tidak "keterlaluan" antara opini publik terhadap sang tokoh dengan kenyataan yang ada.  Bila ternyata terdapat "simpangan" yang sangat jelas, maka politik pencitraan menjadi santapan sedap lawan politik bahkan cenderung bisa membahayakan si tokoh untuk dilengserkan. (IMHO).
Tag : Opini
0 Comments for "Politik Pencitraan dan Crowd Control"

Berikan Komentar Terbaik Anda Disini [NO SPAM, SARA n PORN]. Terima Kasih

Back To Top