Perguruan Tinggi: Perspektif Historis

Perguruan Tinggi: Perspektif Historis
Perguruan Tinggi: Perspektif Historis - AsikBelajar.Com. Sebagaimana di negara-negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia merupakan negara tergolong baru dalam pengembangan perguruan tinggi.  Eurich (1981) mengungkapkan universitas yang tertua adalah Jondishapur di Ahwaz, Iran abad ke-3, dengan fakultas-fakultas filsafat, kedokteran, dan farmasi. Di Eropa, Oxforddan Sorbone masing-masing muncul pada abad ke-12 dan ke-13, universitas-universitas di Heideberg dan Krakow, Jerman pada abad ke-14.  Kemudian Uppsala University di Swedia mengikuti pada abad berikutnya. Sementara itu, di Meksiko berdiri Royal and Pontifical University pada tahun 1551; serta Kanada dan Amerika Serikat memulai mengembangkan perguruan tinggi  melalui inisiatf pihak swasta, pada abad ke-17. Di Amerika Serikat, pada abad itu berdirilah perguruan-perguruan tinggi (yang sekarang dikatakan perguruan tinggi tua) Harvard, William and Mary, Yale, New Jersey, King, Philadelphia, Rhode Island, Queen, dan Darthmouth (Rudolph, 1962).  Sedangkan Australia dan Jepang baru mengembangkan perguruan tinggi pada abad ke-19, disusul oleh Thailand pada abad ke-20 (termasuk Indonesia).

Sekalipun ada anggapan bahwa perguruan tinggi di Indonesia sudah ada sejak jaman Sriwijaya pada abad ke-16, tetapi perguruan tinggi "modern" pertama kali berdiri di Indonesia adalah Sekolah Dokter Jawa pada tahun 1851, yang pada tahun 1902 sekolah tersebut berubah namanya menjadi School Tot opleiding Van Inlandsch Artzen (STOVIA).  Khusus untuk teknik didirikan sekolah tinggi teknik yang bernama Technische Hoge Scholl (THS) di Bandung pada tahun 1920, yang pada akhirnya bernama Institut Teknologi Bandung.  Indonesia baru memiliki model perguruan tinggi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia pada tahun 1946, yaitu Universitas Darurat di Jakarta, yang kemudian menjadi Universitas Indonesia pada tahun 1947.  Pada tahun 1949 berdirilah Universitas Gajah Mada di Yogyakarta; dan pada tahun 1954 Universitas Airlangga di Surabaya diresmikan (Siswohartono, 1992).  Setelah itu perkembangan perguruan tinggi di Indonesis begitu pesatnya.

Dari tinjauan historis di atas, dapat disebutkan bahwa perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia relatif masih tergolong muda; sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia lahir setelah tahun 1950-an.  Oleh karena itu, wajar apabila sampai sekarang pada umumnya perguruan tinggi di Indonesia masih dalam mencari-cari bentuk yang mapan.

Sumber:
Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 115-116). 
Tag : Ujar
0 Comments for "Perguruan Tinggi: Perspektif Historis"

Berikan Komentar Terbaik Anda Disini [NO SPAM, SARA n PORN]. Terima Kasih

Back To Top