Prinsip Dasar Pembelajaran Tematik

Sebagai bagian dari pembelajaran terpadu, maka pembelajaran tematik memiliki prinsip dasar sebagaimana halnya pembelajaran terpadu. Menurut Ujang Sukandi, dkk. (2001:109), pembelajaran terpadu memiliki satu tema aktual, dekat dengan dunia siswa, dan ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Tema ini menjadi alat pemersatu materi yang beragam dari beberapa materi pelajaran.

Pengajaran tematik perlu memilih materi beberapa mata pelajaran yang mungkin dan saling terkait.  Dengan demikian, materi-materi yang dipilih dapat mengungkapkan tema secara bermakna.  Mungkin terjadi, ada materi pengayaan dalam bentuk contoh aplikasi yang tidak termuat dalam kurikulum.  Tetapi ingat, penyajian materi pengayaan seperti itu perlu dibatasi dengan mengacu pada tujuan pembelajaran.

Pengajaran tematik tidak boleh bertentangan dengan tujuan kurikulum yang berlaku, tetapi sebaliknya pembelajaran tematik harus mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang termuat dalam kurikulum.  Materi pembelajaran yang dapat dipadukan dalam satu tema perlu mempertimbangkan karakteristik siswa, seperti minat, kemampuan, kebutuhan dan pengetahuan awal.  Materi pelajaran yang dipadukan tidak perlu terlalu dipaksakan.  Artinya, materi yang tidak mungkin dipadukan tidak usah dipadukan.
  
Secara umum prinsip-prinsip pembelajaran tematik dapat diklasifikasikan menjadi:
  1. Prinsip penggalian tema (klik di sini untuk penjelasannya)
  2. Prinsip penggelolaan pembelajaran (klik di sini untuk penjelasannya)
  3. Prinsip evaluasi (klik di sini untuk penjelasannya)
  4. Prinsip reaksi (klik di sini untuk penjelasannya).
Trianto, M.Pd (2010).  Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik.  Penerbit : PT. Prestasi Pustakaraya - Jakarta. Hal. 84-85.
0 Comments for "Prinsip Dasar Pembelajaran Tematik"

Berikan Komentar Terbaik Anda Disini [NO SPAM, SARA n PORN]. Terima Kasih

Back To Top