Penerapan Analisis SWOT dalam Kegiatan Ekstra Kurikuler

Penerapan Analisis SWOT dalam Kegiatan Ekstra Kurikuler - AsikBelajar.Com.   Kepala sekolah dalam penerapan analisis SWOT nya menginginkan kegiatan ekstra kurikulernya, terprogram, terlaksana, dicintai dan dirindukan oleh semua orang termasuk siswa-siswi, maka dalam penggalian faktor kekuatan, kelemahan yang dimiliki dan peluang dan tantangan yang dihadapi, disusun pola dasar penyusunan rencana kegiatan ekstra kurikuler. Apabila faktor kekuatan dikaitkan dengan peluang, maka akan dilihat 3 kemungkinan:
  1. Faktor kekuatan lebih besar dari peluang yang ada. Pada situasi ini kegiatan dapat mengkonsentrasikan diri pada pemantapan rencana dan menghindari penurunan kualitas dari kegiatan ekstra kurikuler.
  2. Faktor kekuatan lebih kecil dari peluang. Disini kegiatan ekstra kurikuler dapat memanfaatkan peluang dengan mengadakan penyeragaman kegiatan dan penganekaragaman mutu kegiatan ekstra kurikuler. Sehingga peluang-peluang yang terbuka dapat dimanfaatkan.
  3. Faktor kekuatan sama dengan faktor  peluang. Dalam situasi ini kegiatan mempokuskan diri pada peningkatan kualitas dan mencari peluang yang baru.
Apabila kekuatan dikaitkan dengan tantangan, situasi yang dihasilkan akan menggambarkan:
  1. Faktor kekuatan lebih besar dari faktor tantangan. Disini kegiatan dapat diperkenalkan kegiatan-kegiatan baru karena tidak akan ada hambatan yang berarti.
  2. Faktor kelemahan lebih sedikit dari pada faktor  tantangan. Pada situasi ini kegiatan akan memperhemat kegiatannya agar mampu mengubah tantangan menjadi peluang.
  3. Faktor kekuatan sama dengan faktor tantangan. Disini dapat diperkenalkan kegiatan  baru, karena tantangan harus dikendalian dengan kegiatan-kegiatan  yang berkualitas.
Apabila faktor kelemahan dikaitkan dengan peluang ditemukan juga beberapa kemungkinan yang akan terjadi:
  1. Faktor kelemahan lebih menonjol dari pada peluang. Disini kegiatan harus berusaha mengurangi kalau tidak dapat menghapuskan kelemahn-kelemahan yang ada, dengan cara meneliti dimana sebenarnya kelemahan tersebut, keudian diperbaiki. Perbaikan dapat dengan cara timbale sulam atau mengganti dengan yang baru yang lebih mampu memanfaatkan peluang.
  2. Faktor kelemahan lebih kecil dari pada peluang. Disini peluang harus dimanfaatkan seoptimal mungkin sambil memperkuat program atau kegiatan.
  3. Faktor kelemahan sama dengan kuatnya peluang. Disini seluruh kekuatan harus dikerahkan untuk memperkuat kegiatan agar peluang dafat dimanfaatkan.
Apabila faktor kelemahan dikaitkan dengan tantangan, juga akan ditemukan keadaan sebagai berikut:
  1. Faktor kelemahan lebih kuat dari faktor tantangan. Disini harus ada penggantian kegiatan.
  2. Faktor kelemahan lebih kecil dari tantangan. Dalam keadaan ini faktor tantangan harus dihilangkan, kecuali dapat diubah dan di manfaatkan sebagai peluang.
  3. Faktor kelemahan sama kuatnya dengan tantangan. Dalam situasi ini kelemahan harus segera diperangi.
Langkah pertama dalam analisis SWOT adalah membuat sebuah lembaran kerja dengan jalan menarik sebuah garis persilangan yang membentuk empat kuadrat, keadaan masing-masing satu untuk kekuatan, kelemahan, peluang atau kesempatan, dan ancaman. Secara garis besar lembaran kerja tersebut diperlihatkan dalam lembar kerja analisis SWOT. Langkah berikutnya adalah membuat daftar  item sfesifik yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi oleh topik masing. Dengan membatasi daftar sampai 10 poin atau lebih sedikit, untuk menghindari generalisasi yang berlebihan.

Contoh lembaran kerja analisis SWOT
Potensi
Kekuatan internal(S)
……………
……………
……………
……………

Potensi
Kelemahan internal(W)
……………
……………
……………
……………

Potensi
Kesempatan eksternal(O)
……………
……………
……………
……………

Potensi
Ancaman eksternal(T)
……………
……………
……………
……………

SWOT dapat dilaksanakan oleh para kepala sekolah dan administrator  secara individual atau secara kelompok dalam organisasi. Sehingga dapat dipahami bahwa analisis SWOT suatu kegiatan yang menyenangkan dimana seseorang dituntut memiliki pandangan luas kedepan serta dapat membaca kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimiliki atau yang akan dihadapi serta dapat mengambil kebijakan dari analisisnya. Bagaimanapun bentuk kebijakan yang terjadi pada suatu lembaga pendidikan manajer tertinggi hendaknya selalu mempertimbangkan secara masak sebelum melaksanakannya (Massie Joseph L, 1973: 60)

Oleh sebab itulah analisis SWOT yang di terapkan oleh kepala sekolah merupakan contoh dari kebijakan kepala sekolah terhadap kegiatan sekolah tentu akan membawa dampak positif yang banyak terhadap sekolah khususnya terhadap faktor-faktor pendidikan.
Tag : Manajemen
0 Comments for "Penerapan Analisis SWOT dalam Kegiatan Ekstra Kurikuler"

Berikan Komentar Terbaik Anda Disini [NO SPAM, SARA n PORN]. Terima Kasih

Back To Top