Tumbuh Kembang Anak Pascalahir

AsikBelajar.Com | Pertumbuhan dan perkembangan badan anak setelah dilahirkan berkembang pesat. Ketika masih dalam kandungan perkembangan badannya dibatasi oleh ruang, tetapi setelah dilahirkan, ruang tidak lagi menjadi pembatas. Berkembangnya badan anak disebabkan kemampuan alat-alat pencernaannya yang sudah dapat menyerap zat-zat makanan. Setelah dilahirkan, proses tumbuh kembang anak terbagi menjadi 3 periode sebagai berikut.

1. Masa bayi, yaitu sejak kelahiran sampai usia 11 bulan.
2. Masa anak di bawah usia lima tahun (balita, usia 12 bulan 59 bulan).
3. Masa anak prasekolah (anak usia 60 -72 bulan).

Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing masa tersebut berikut karakteristik serta stimulasi yang dapat diberikan.

1. Masa Bayi
Masa ini dibagi menjadi 2 periode sebagai berikut.

a. Masa neonatal, sejak kelahiran sampai 28 hari

Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah, serta mulai berfungsinya organ-organ. Masa neonatal ini dibagi menjadi 2 periode sebagai berikut.
1) Masa neonatal dini, usia sejak kelahiran 7 hari.
2) Masa neonatal lanjut, usia 8 -28 hari.

Hal penting yang dapat dilakukan agar bayi tumbuh dan kembang menjadi anak sehat adalah:

1) bayi lahir ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih, di sarana kesehatan yang memadai;

2) pada saat melahirkan sebaiknya didampingi oleh keluarga yang dapat menenangkan ibu; …2.18.

3) sambutlah anak yang baru lahir dengan penuh suka cita, dan rasa syukur. Hal ini dapat berpengaruh positif terhadap ibu dan bayinya;

4) berikan ASI sesegera mungkin dengan memperhatikan bagaimana bayi menghisap.

b. Masa sesudah lahir, usia 29 hari sampai 11 bulan

Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang pesat dan proses pematangan berlangsung secara terus-menerus terutama meningkatnya fungsi sistem saraf. Pada masa ini, bayi memerlukan pemeliharaan kesehatan, seperti pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan penuh, diperkenalkan kepada makanan pendamping ASI yang sesuai dengan usianya, pemberian imunisasi sesuai jadwal, pemberian pola asuh yang sesuai. Pada masa bayi, terjalin kontak erat antara ibu dan anak sehingga dalam masa ini pengaruh Ibu dalam mendidik anak sangat besar.

2. Masa Anak di Bawah Lima Tahun (Anak Balita, Usia 12-59 Bulan)

Pada masa ini, kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik (gerak kasar dan gerak halus) serta fungsi eksresi (pembuangan). Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah pada masa balita karena akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Setelah lahir terutama pada 3 tahun pertama kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung, dan terjadi pertumbuhan serabut-serabut saraf dan cabang-cabangnya. Sehingga terbentuk jaringan saraf dan otak yang kompleks. Jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antar sel saraf ini akan sangat mempengaruhi kinerja otak, mulai dari kemampuan belajar, berjalan, berbicara dan bersosialisasi.

Pada masa balita, terdapat masa Toddler, yaitu masa dalam kehidupan manusia, sejak usia 12 tahun sampai usia 36 bulan (Caplan & Caplan, 1983). Masa ini disebut Toddler karena anak terlalu tua disebut bayi dan terlalu muda disebut anak-anak (Hurlock, 1980). Pada masa Toddler ini terdapat karakteristik pokok sebagai berikut;

a. Masa mobilitas tinggi

Pada masa ini kemampuan anak bergerak sudah semakin tinggi karena perkembangan flsik-motoriknya serta koordinasi saraf-sarafnya sudah semakin baik sehingga anak semakin kompeten untuk berjalan, berlari dan …2.19.

memanjat sesuatu. Pada usia 2 sampai 3 tahun adalah masa, di mana kemampuan fisik, mental dan bahasanya merupakan yang paling aktif dalam keseluruhan hidupnya (Rapson, 1990).

b. Masa eksplorasi

Pada masa ini rasa keingintahuan anak sangat tinggi untuk mengenal sekitarnya. Hal ini dapat diketahui dari anak banyak mengajukan pertanyaan tentang segala sesuatu untuk mengetahuinya, menemukan segala sesuatu yang ingin diketahuinya, dan menentukan makna segala sesuatu (Bredekamp & Coople, 1997 dalam Ramli 2005). Dunia Toddler tidak hanya penuh dengan aktivitas perabaan dan perasaan tetapi juga diiringi dengan aktivitas eksplorasi dan manipulasi benda-benda. Anak pada usia Toddler selalu aktif menjelajah lingkungan dan mencoba sesuatu yang baru. Hal tersebut sematamata untuk memenuhi keingintahuannya.

c. Masa emosionalitas

Anak usia Toddler sering kali bertindak yang menyulitkan di mata orang dewasa, ia suka menolak untuk patuh, marah-marah dan tidak kooperatif. Ia juga suka menuntut perhatian dari orang-orang yang berada di sekelilingnya dengan berbagai cara (Swaminathan, 1990). Salah satu contohnya adalah ia suka merengek meminta bantuan orang lain, yang sesungguhnya ia dapat melakukannya. Diperlukan kesabaran dan pengertian dari orang-orang yang ada di sekelilingnya. Eksplorasi Toddler tentang lingkungan sosialnya sering kali melibatkan konflik, anak beraksi secara spontan terhadap sesuatu yang terjadi, tetapi mulai berkembang rasa empatinya kepada orang lain pada saat menegosiasikan konflik tersebut dan melihat bahwa orang lain memiliki perasaan juga. Perhatikan ilustrasi berikut ini.

Rifqa, habiskan susu ya…kata Ibu Susi kepada anaknya yang berusia 3 tahun, begitu melihat anaknya tidak menghabiskannya. Rifqa menolak untuk menghabiskan susunya, dan langsung 2bermain kembali dengan bonekanya. ibu Susi, kemudian mengatakan dengan tegas, yaitu baik, jika susunya tidak dihabiskan, Ibu tidak mau membelikan susu lagi untuk Rifqa. Mendengar ucapan ibunya Rifqa bergegas menghabiskan sisa susunya. …2.20.

Dari ilustrasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa seorang anak dapat merasakan dan mengerti bahwa orang dewasa pun memiliki perasaan tidak senang terhadap perbuatan yang telah dilakukannya dan dia telah menegosiasikan konflik tersebut dengan menuruti keinginan ibunya.

Menurut Bredekamp & Copple (dalam Ramli, 2005) anak Toddler dapat dengan mudah kecewa karena tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan atau perasaan tidak senang karena tidak mendapat perhatian dari orang-orang yang ada di sekelilingnya, dan mereka mudah pula beraksi terhadap kehangatan dan kemurahan hati.

Kondisi emosional Toddler tersebut merupakan dorongan internal dari anak sebagai perwujudan dari hambatan yang tidak diharapkannya, namun kondisi tersebut merupakan hal yang wajar dalam proses tumbuh kembang Toddler dalam menentukan dirinya sendiri.

d. Masa pencarian diri

Masa Toddler, mempunyai minat yang sangat besar terhadap pe’ncarian diri, ia mulai menyadari siapa dirinya, kemampuan yang dimiliki serta kemampuannya. Ia ingin menyatakan kemauannya sendiri, tanpa harus diperintah atau ajakan orang lain. Ia mulai belajar mengekspresikan diri melalui bahasa tubuhnya, seperti pada saat senang, sedih, sakit. Ia juga mulai belajar bahwa dirinya berbeda dengan orang lain karenanya ia mungkin mengalami konflik dengan orang lain, kondisi ini mengakibatkan ia sering disebut dengan istilah ”raja kecil”. Kondisi ini harus dipahami oleh para pendidik PAUD, bahwa perilaku pengungkapan kehendak pada anak usia Toodler, bukanlah ”kepala batu” melainkan upaya normal dan sehat anak dalam rangka mencapai kemandirian.

e. Masa penuh bahaya

Pada masa Toddler, merupakan masa yang penuh bahaya dibandingkan dengan masa-masa lain dalam kehidupannya, bahaya tersebut terdiri dari bahaya fisik dan psikologis (Hurlock,l980). Bahaya fisik disebabkan karena tingkat mobilitasnya yang tinggi, ia banyak melakukan aktivitas, tetapi tidak memperhatikan hal-hal yang membahayakan dirinya, sedangkan bahaya psikologis adalah reaksi negatif lingkungan yang kurang mendukung kemandirian Toddler. Hal ini terjadi karena anak sering emosional dan menentang lingkungan. …2.21.

3. Masa Anak Prasekolah (Anak Usia 60-72 Bulan)

Pada masa ini, anak sudah mulai berkenalan dengan lingkungan di luar rumah, ia mulai senang bermain di luar rumah dan memiliki teman. Lingkungan tersebut harus dapat menciptakan suasana bermain yang bersahabat bagi anak (child friendly environment). Pada masa ini anak dipersiapkan untuk sekolah sehingga seluruh panca indxa dan sistem penerima rangsangan sena proses memori harus sudah siap sehingga anak mampu belajar dengan baik. Orang-orang di lingkungan anak harus dapat memantau proses tumbuh kembangkan, agar dapat melakukan intervensi apabila terjadi kelainan dan gangguan. …2.22.

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangnn Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional. Hal.2.18-2.22.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *