Teori Perkembangan Kognitif Jerome Bruner - AsikBelajar.Com

Teori Perkembangan Kognitif Jerome Bruner

AsikBelajar.Com | Bruner (1966) dalam bukunya Toward Theory of Instruction mengungkapkan bahwa anak-anak belajar dari konkret ke abstrak melalui tiga tahap yaitu: enactive, iconic dan symbolic. Pada tahap enactive anak berinteraktsi dengan objek berupoa benda-benda, orang dan kejadian. Dari interaksi tersebut anak belajar nama dan merekam ciri bendadan kejadian. Itulah sebabnya anak usia 2-3 tahun akan banyak bertanya “Apa itu?”. Ketika mengajak anak bepergian, sepanjang jalan mungkin ia akan benyak bertanya “Apa itu”. Pertanyaan “Apa itu?” sangat penting untuk mengenal nama benda-benda sehingga anak mulai menghubungkan antara benda dan simbol yaitu nama bendanya. Misalnya, pada saat kecil anak berinteraksi dengan ayahnya. Ibunya selalu bilang “Papa” saat menunjuk ayahnya. Anak mulai menyadari adanya hubungan antara kata”Papa”dengan benda yang dimaksud, yaitu ayahnya.

Pada proses isonic anak mulai belajar mengembangkan simbol dengan benda. Jika anak diberi kartu domino ia tahu bahwa artinya dua. Proses symbolic terjadi saat anak mengembangkan konsep dalam hal ini “Papa”. “Papa”adalah konsep yang artinya ayahnya. Dengan proses yang sama anak belajar tentang berbagai benda seperti gelas, minum dan air. Kelak, semangkin dewasa ia akan mampu menghubungkan konsep tersebut menjadi lebih kompleks, seperti “Minum air dengan gelas”.

Pada tahap symbolic anak mulai belajar berfikir abstrak. Ketika anak berusaha 4-5 tahun pertanyaan “Apa itu?” akan berubah menjadi “Kenapa?” atau “Mengapa?”. Pada tahap ini anak mulai mampu menguhubungkan keterkaitan antara berbagai benda, orang atau objek dalam suatu urutan #81

kejadian. Ia mulai mengembangkan arti atau makna dari suatu kejadian. Ketika kita menonton televisi dengan anak seusia itu, mungkin banyak waktu kita yang tersita untuk menjawab pertanyaan anak “Kenapa” dan “Mengapa?”. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika sedang menonton televisi anak usia tersebut didampingi oleh orang tuanya atau orang yang mampu menjelaskan arti dari suatu urutan kejadian agar anak mampu memahami artinya.
Angka adalah symbol suatu bilangan. Menurut teori Bruner belajar bilangan dari objek nyata perlu dibrikan sebeelum anak belajar angka.

Oleh karena itu pada saat kegiatan menghitung, sebaiknya anak dilatih menghitung benda-benda nyata. Setelah itu baru anak dilatih menghubungkan antara jumlah benda dengan symbol bilangan. Sering kali guru tidak sabar dan ingin agar anak segera dapat mengenal bilangan dan menggunakan operasi bilangan. Hal itu bisa berakibat fatal, anak menjadi susah memahami bilangan. Misalnya guru menjelaskan satu telur diitambah satu telur sama dengan dua telur. Lalu guru menggunakan bahasa symbol, satu ditambah satu sama dengan dua. Akan tetapi karenna anak belum mengenal bahasa symbol yaitu bilangan, maka satu ditambah satu sama dengan sebelas. (Suyanto, 2005, 103-104) #82

Sumber:
Khadijah, 2016. Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing. Hal. 81-82.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress