Teori Pembelajaran Klasik (Behavioristik)

AsikBelajar.Com | Salah satu penganut paham ini adalah Thorniko. Ia menyatakan bahwa belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasl-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respons (R) yang diberikan atas stimulus tersebut. la menyimpulkan bahwa semua tingkah laku manusia baik pikiran maupun tindakan dapat dianalisis dalam bagun-bagian dari dua struktur yang sederhana, yaitu stimulus dan respons. Dengan demikian, menurut pandangan ini, dasar teriadinya belajar adalah pembentukan asosiasl antara stimulus dan respons. Oleh karena itu, teori Thondike ini disebut teori asosiasi.

Thomdnke dalam bukunya Hill (2009), mengemukakan bahwa terjadinya asosiasi antara stimulus dan respons lnl mengikuti hukum-hukum berikut: …27

A) Hukum Iatihan (law of exercise), yaitu apabila asosiasi antara stimulus dan respons sering terjadi, maka asosiasi itu akan terbentuk semakin kuat. Interpretasi dari hukum ini adalah semakin sering suatu pengetahuan-yang telah terbentuk akibat terjadinya asosiasi antara stimulus dan respons-dilatih (digunakan), maka asosiasi tersebut akan semakin kuat.
B) Hukum akibat (law of effect), yaitu apabila asosiasi yang terbentuk antara stimulus dan respons diikuti oleh suatu kepuasan maka asosiasi akan semakin meningkat. Hal ini berarti (idealnya), jika suatu respons yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu stimulus adalah benar dan ia mengetahuinya, maka kepuasan akan tercapai dan asosiasi akan diperkuat.

Penganut paham psikologi behavior yang lain , yaitu Skinner, berpendapat hampir senada dengan hukum akibat dari Thorndike. Ia mengemukakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan (reinforcement). Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respons akan semakin kuat bila diberi penguatan. Skinner membagi penguatan ini menjadi dua, yaitu penguatan positif dan penguatan negatif. Penguatan positif sebagai stimulus apabila representasinya mengiringi suatu tingkah laku yang cenderung dapat meningkatkan terjadinya pengulangan tingkah iaku itu. Sedangkan penguatan negatif adalah …28

stimulus yang dihilangkan/dihapuskan karena cenderung menguatkan tingkah laku.  …29

Sumber:
Cahyo, Agus N. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Diva Press: Yogyakarta. Hal.27-29.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *