Teori Belajar dan Pembelajaran

AsikBelajar.Com | Teori belajar dapat diartikan sebagai konsep-konsep dan prinsip-prinsip belajar yang bersifat teoretis dan telah teruji kebenarannya melalui eksperimen. Teori belajar itu berasal dari teori psikologi dan terutama menyangkut masalah situasi belajar. Sebagai salah satu cabang ilmu deskriptif, maka teori belajar berfungsi menjelaskan apa, mengapa, dan bagaimana proses belajar terjadi pada si belajar. Karena para pakar psikologi mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda dalam menjelaskan apa, mengapa, dan bagaimana belajar itu terjadi, maka timbullah beberapa teori belajar seperti teori behavioristik, kognitif, humanistik, sibernetik, dan sebagainya.

Perkembangan Sosial Remaja

Teori pembelajaran tidak menjelaskan bagaimana proses belajar terjadi, tetapi lebih merupakan implementasi prinsip-prinsip teori belajar dan berfungsi untuk memecahkan masalah praktis dalam pembelajaran. Oleh karena itu, teori pembelajaran selalu akan mempersoalkan bagaimana prosedur pembelajaran yang efektif, maka bersifat preskriptif dan normatif.

Teori pembelajaran akan menjelaskan bagaimana menimbulkan pengalaman belajar dan bagaimana pula menilai dan memperbaiki metode dan teknik yang tepat. Teori pembelajaran yang demikian itu memungkinkan guru untuk : …20

1. Mengusahakan lingkungan yang optimal untuk belajar.
2. Menyusun bahan ajar dan mengurutkannya.
3. Memilih strategi mengajar yang optimal dan apa alasannya.
4. Membedakan antara jenis alat AVA (Audio Visual Aids) yang sifatnya pilihan dan AVA lain yang sifatnya esensial untuk membelajarkan para siswa.

Demikian halnya, teori belajar yang bersifat deskriptif itu akan mampu menjelaskan, memprediksi, dan mengontrol peristiwa belajar. Sehingga, prinsip-prinsip dan hukum belajar akan dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Karena itu, teori belajar tertentu dengan sendirinya akan berimplikasi pada pembelajaran tertentu pula atau tergantung dari sudut pandang mana proses belajar itu terjadi. Dengan demikian, jelaslah bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara teori belajar dengan teori pembelajaran.

Menurut Budiningsih (2005), ada perbedaan yang prinsip antara teori belajar dengan teori pembelajaran. Teori belajar adalah deskriptif, karena tujuan utamanya memeriksa proses belajar. Sedangkan teori pembelajaran adalah preskriptif, karena tujuan utamanya menetapkan metode pembelajaran yang optimal.

Lebih lanjut, Budiningsing menjelaskan bahwa teori belajar lebih fokus kepada bagaimana peserta didik belajar, …21

sehingga berhubungan dengan variabel-variabel yang menentukan hasil belajar. Dalam teori belajar, kondisi dan metode pembelajaran merupakan variabel bebas dan hasil pembelajaran sebagai variabel tergantung. Dengan demikian, dalam pengembangan teori belajar, variabel yang diamati adalah hasil belajar sebagai efek dari interaksi antara metode dan kondisi.

Dalam pengembangan teori belajar, hasil yang diamati adalah hasil pembelajaran nyata (actual outcomes) dalam pengertian probabilistik, yaitu hasil pembelajaran yang mungkin muncul, dan bisa jadi bukan merupakan hasil pembelajaran yang dinginkan. Oleh karena teori belajar adalah deskriptif, maka struktur logis yang digunakan adalah ”Jika…, maka….”. Sebagai contoh, ”Jika materi pelajaran (ini suatu kondisi) diorganisasi dengan menggunakan model elaborasi (ini suatu metode), maka perolehan belajar dan retensi (ini suatu hasil) akan meningkat.”

Dalam proposisi teori belajar tersebut, model pengorganisasian pembelajaran (model elaborasi) ditetapkan sebagai perlakuan di bawah kondisi karakteristik isi pelajaran, untuk memberikan perubahan unjuk kerja (actual outcomes), berupa peningkatan perolehan belajar dan retensi. Dengan demikian, teori belajar mempertanyakan apa yang terjadi secara psikologis bila suatu tindakan belajar dilakukan oleh seseorang. …22

Pada teori pembelajaran, fokus diarahkan kepada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi proses belajar. Oleh karena itu, teori pembelajaran berhubungan dengan upaya mengontrol variable-variabel yang dispesifikasi dalam teori belajar agar dapat mudah belajar. Dalam hal ini, kondisi dan hasil pembelajaran ditempatkan sebagai given, dan metode yang optimal ditetapkan sebagai variabel yang diamati. Jadi, kondisi dan hasil pembelajaran sebagai variabel bebas, sedangkan metode pembelajaran sebagai variabel tergantung.

Menurut Budiningsing, teori pembelajaran adalah goal oriented. Artinya, teori pembelajaran dimaksudkan untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, variabel yang diamati dalam teori pembelajaran adalah metode yang optimal untuk mencapai tujuan. Hasil pembelajaran yang diamati dalam pengembangan teori pembelajaran adalah hasil pembelajaran yang diinginkan (desired outcomes) yang telah ditetapkan lebih dulu. Dengan demikian, teori pembelajaran berisi seperangkat preskriptif guna mengoptimalkan hasil pembelajaran yang diinginkan di bawah kondisi tertentu.

Adapun proposisi yang digunakan dalam teori pembelajaran adalah ”agar …., Iakukan ini.” Sebagai contoh, ”Agar perolehan hasil belajar dan retensi (suatu hasil) meningkat, organisasilah materi pelajaran (suatu kondisi) dengan menggunakan model elaborasi (suatu metode). Dalam proposisi teori pembelajaran, peningkatan perolehan hasil …23

belajar dan retensi ditetapkan sebagai hasil pembelajaran yang diinginkan, dan model elaborasi yang merupakan salah satu model untuk mengorganisasi materi pelajaran, dijadikan metode yang optimal untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.

Dalam teori pembelajaran harus terdapat variabel metode pembelajaran. Oleh karena itu, teori pembelajaran mengungkapkan hubungan antara kegiatan pembelajaran dengan proses psikologis dalam diri peserta didik. Jadi, dalam teori pembelajaran, terdapat preskripsi tindakan belajar yang harus dilakukan agar proses psikologis dapat terjadi. …24

Sumber:
Cahyo, Agus N. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Diva Press: Yogyakarta. Hal.20-24.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *