Tanpa Akal Sehat, Negara Kehilangan Arah

By | 02/03/2021

AsikBelajar.Com | Beberapa hari ini ramai dibicarakan tentang penolakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang didalamnya mencabut Daftar Negatif Investasi (DNI) salah satunya, yaitu membuka kembali investasi minuman beralkohol atau minuman keras dan minuman alkohol yang terbuat dari anggur.

Alhamdulillah, hari ini Selasa tanggal 2 Maret 2021, presiden Jokowi mencabut butir-butir lampiran pada Peraturan Presiden Nomor 10/2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang mengatur soal investasi di bidang industri minuman keras tersebut.

Menghilangkan Akal Sehat
Kenapa minuman keras banyak yang menentangnya? Terlepas dari urusan agama karena minuman keras (miras) sudah banyak berdampak dengan tindak kriminal, sebut saja yang baru terjadi di Cafe RM yang oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengonfirmasi, pelaku penembakan di kafe tersebut merupakan anggotanya berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka).

Sudah banyak bukti bahwa miras dalam volume tertentu akan berdampak pada kemampuan berpikir secara logis karena mabuk. Setiap orang mempunyai daya tahan yang berbeda-beda kemampuan mabuknya.

Sebagai renungan, cerita di bawah ini layak kita baca:
Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H) dalam Kitab Tanbihul Ghafilin menceritakan kisah ahli ibadah yang tergelincir dalam maksiat, Kisah ini dinukil dari perkataan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Beliau berkata: “Hati-hatilah kamu dari khamar, sebab ia induk dari dosa-dosa yang keji. Sesungguhnya dahulu ada seorang abid (ahli ibadah) yang biasa pergi masjid, tiba-tiba bertemu dengan seorang perempuan pelacur, maka ia dipanggil oleh pelayannya dan dimasukkan ke dalam rumahnya, lalu pintunya ditutup. Sedang di sisi wanita itu ada segelas khamar dan seorang anak kecil. Maka berkatalah wanita itu: “Engkau tidak boleh keluar sehingga minum khamar atau berzina padaku atau membunuh anak kecil ini. Jika tidak saya akan menjerit dan berkata: ‘Ada orang masuk ke rumahku.”

Ahli ibadah itupun berkata: “Zina saya tidak mau, membunuh juga tidak.” Lalu ia memilih minum khamar. Setelah ia minum dan akhirnya ia pun mabuk. Setelah mabuk hilanglah akal sehatnya dan akhirnya berzina dengan pelacur itu dan juga membunuh bayi itu.” Na’udzubillahi min dzalik.

Kriminal Meningkat
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa kriminal yang terjadi banyak disebabkan oleh minuman meras (miras). Seperti yang asikbelajar sadur dari beberapa sumber berikut:

Menurut data yang ada di Kompas menyatakan bahwa sekitar 70 persen tindak kriminalitas umum di Sulawesi Utara terjadi akibat mabuk setelah mengonsumsi minuman keras.

Kepala Bidang Humas Polda Sulut Ajun Komisaris Besar Benny Bela di Manado, Jumat (21/1/2011), mengatakan, masih tingginya tindak kriminalitas di daerah itu disebabkan oleh minuman keras.

“Diperkirakan 65-70 persen tindak kriminalitas umum di daerah itu akibat mabuk minuman keras,” kata Bela tanpa merinci.

Sedangkan menurut CNN Indonesia,
Kapolres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Besar Indarto menyebut mayoritas kejahatan jalanan dilatarbelakangi pengaruh alkohol di Bekasi. Indarto menyebut 80 persen aksi kejahatan berawal dari minum-minuman keras. Aksi tawuran remaja juga banyak didominasi dari pengaruh miras.

Bisa dibayangkan jika suatu bangsa terbiasa mabuk-mabukan tanpa terkendali, negara tersebut bisa menjadi tidak beraturan karena kehilangan akal sehatnya. Semoga bangsa kita terhindar mempunyai habit / kebiasaan bermabuk ria, karena kita ingin negara Indonesia itu aman dan dapat melindungi warganya dari sesuatu yang tidak bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *