Tahap Sensorimotor menurut Khadijah

By | 19/05/2021

AsikBelajar.Com | Tahap ini, yang berlnagsung sejak kelahiran sampai sekitar usia dua tahun, adalah tahap piagetian pertama. Dalam tahap ini, bayi menyusun pemahaman dunia dengan mengoordinasikan pengalaman indera (sensory) mereka (seperti melihat dan mendengar) dengan gerakan motor (otot) mereka (menggapai, menyentuh) dan karenanya diistilahkan sebagai sensorimotor. Pada awal tahap ini, bayi memperlihatkan tak lebih dari pola reflektif untuk beradaptasi dengan dunia, menjelang akhir tahap ini, bayi menujukkan pola sensorimotor yang lebih kompleks.

Piaget percaya bahwa pencapaian kognitif penting di usia bayi adalah object permanence. Ini berarti pemahaman bahwa objek dan kejadian terus eksisbahkan ketika objek dan kejadian itu tidak dapat dilihat, didengar atau disentuh. Pencapaian kedua adalah realisasi bertahap bahwa ada perbedaan atau batas antara diri dan lingkungan sekitar. Bayangan seperti apa pikiran anda jika anda tidak dapat membedakan antara diri anda dengan lingkungan anda. Pemikiran anda akan kacau, tak beraturan dan tak bisa diprediksi. Menurut Piaget seperti inilah kehidupan mental dalam bayi yang baru saja lahir. Jabang bayi tidak dapat membedakan antara dirinya dan dunianya dan tidak mempunyai pemahaman tentang kepermanenan objek. Menjelang priode sensorimotor, anak bisa membedakan #66

antara dirinya dan dunia di sekitarnya dan menyadari bahwa objek tetap ada dari waktu ke waktu. Lebih lanjut Piaget (dalam jahja, 2013:116) berpendapat bahwa tahapan ini menandai perkembangan kemampuan dan pemahaman spasial penting dalam enam sub-tahapan yaitu: (Jahja, 2013:116)

1) Sub-tahapan skema refleks, muncul saat lahir sampai usia enam minggu dan berhubungan terutama dengan refleks. Sebagai contoh: pada tahap 1, ketika putra bungsu Piaget yaitu Laurent baru berumur 2 hari, dia mulai membuat gerakan-gerakan menghisap padahal tidak ada yang memicu refleks ini, karena laurent melakukan gerakan ini di luar jam makan, ketika ia belum lapar tampanya ia menghisap hanya demi menghisap itu sendiri. Kemudian pada saat Laurent berusia 3 hari dia mencari puting segera bibirnya menyentuh dada ibunya. Dengan mulut terbuka ia mereba-raba dada itu sampai akhirnya ia menemukan putting yang dicarinya. Bayi-bayi tidak membatasi diri pada menghisap putting susu, anak-anak Piaget juga menghisap pakaian, bantal, selimut dan jari mereka sendiri dan apapun yang bisa mereka temukan. Menurut Piaget mereka mengasimilasikan semua jenis objek menjadi skema menghisap.

2) Sub-tahapan fase reaksi sirkular primer, dari usia enam minggu sampai empat bulan dan berhubungan terutama dengan muculnya kebiasaan-kebiasaan. Sebagai contoh; pada tahap 2, bayi menghisap jempolnya, secara kebetulan tangan si bayi jatuh, sibayi ingin mem- bawanya kembali, namun untuk beberapa saat bayi tidak bisa langsung melakukan apa yang diinginkannya, mereka memukul wajahnya dengan tangan namun tidak bisa menangkap mulutnya, atau mereka menggantungkan lenganya dengan kasar kepada mukanya; atau mereka mengejar tangan itu dengan mulut namun tidak bisa menangkapnya karena seluruh tubuhnya, termasuk lengan dan kaki bergerak sebagai satu kesatuan ke arah yang sama.

3) Sub-tahapan fase reaksi sirkular sikunder muncul antara usia empat sampai sembilan bulan dan berhubungan terutama dengan koordinasi antara penglihatan dan pemaknaan. Sebagai contoh: pada tahap 3, #67

suatu hari putri kedua Piaget yaitu Luicienne sedang di tempat tidurnya, dia membuat sebuah gerakan dengan kakinya yang berusaha mengendalikan boneka-boneka yang digantung di atas kepalanya. Dia menatap kepada boneka-boneka itu untuk sesaat dan kemudian menggerakkan kakinya lagi, mengamati boneka itu dan menggerakkan lagi kakinya, selama beberapa hari ke depan dia terus mengulangi hal ini, menendangkan kakinya dan mengamati boneka-boneka itu bergoyang dan dia sering sekali tertawa kecil ketika melihat boneka-boneka tersebut bergerak. Artinya mereka menikmati kekuatan mereka sendiri yaitu kemampuan untuk membuat suatu peristiwa terjadi berulang-ulang.

4) Sub-tahapan koordinasi reaksi sirkular sekunder, muncul dari usia 9-12 bulan, saat berkembangnya kemampuan untuk melihat objek sebagai sesuatu yang permanen walaupun kelihatannya berbeda kalau dilihat dari sudut berbeda (permanensi objek). Sebagai contoh: pada tahap 4, suatu hari Laurent yaitu putra bungsu Piaget, ingin memeluk sebuah kotak mainan, namun Piaget meletakkan tangannya di tengah jalan, awalnya Laurent ingin mengabaikan tangan Ayahnya itu, dia berusaha menerobos atau berputar mengelilinginya, tidak berusaha menggesernya, ketika Piaget tetap menaruh tangannya untuk merintangi anaknya laurent terpaksa memukul kotak mainan itu sambil melambaikan tangannya, mengguncang tubuhnya sendiri dan mengibas kepalanya dari satu sisi ke sisi lain, layaknya isyarat- isyarat”magis”. Akhirnya setelah beberapa hari mencoba ia berhasil menggerakkan perintang dengan mengibaskan tangan ayahnya dari jalan sebelum memeluk kotak mainan itu. Artinya Laurent berhasil mengkoordinasikan dua skema terpisah mengibaskan perintang dan memeluk kotak mainan untuk mencapai satu tujuan. Observasi sederhana ini penting bagi pemahaman kita bagaimana anak mengembangkan kategori dasar tentang pengalaman, waktu dan ruang. Dimana ketika Laurent belajar untuk menggerakkan tangan menuju kotak mainan, dia menunjuk sebuah pengertian bahwa beberapa objek terletak di depan objek lain di dalam ruang dan bahkan beberapa peristiwa harus mendahului peristiwa lain di dalam waktu. #68

5) Sub tahapan fase reaksi sirkular tersier, muncul dalam usia 12-18 bulan dan berhubungan terutama dengan penemuan cara-cara baru untuk mencapai tujuan. Sebagai contoh: pada tahap 5, suatu hari Laurent mulai tertarik dengan meja yang baru dibeli ayahnya, dia memukulnya dengan telapak tangannya beberapa kali, kadang- kadang keras, kadang-kadang lembut, untuk mendengar perbedaan bunyi yang dihasilkan oleh tindakannya itu. Dengan demikian, bayi-bayi sepenuhnya belajar dari diri mereka sendiri, tanpa perlu diajari oleh orang dewasa, mereka mengembangkan skema mereka semata-mata dari keingintahuan instrinsik tentang dunia.

6) Sub tahapan awal representasi simbolis, muncul dalam usia 18- 2 tahun dan berhubungan terutama dengan tahapan awal kreativitas. Pada tahap ini anak anak mulai memikirkan situasi secara lebih internal sebelum akhirnya bertindak. Sebagai contoh: pada tahap 6, kisah tentang Lucienne dan kotak mainan, Piaget meletakkan rantai di dalam kotak mainan yang membuat lucienne ingin mengambilnya, dia memiliki dua skema untuk memperoleh rantai itu: membalikkan kotak itu dan menyelipkan jaringan ke celah yang menganga, namun tak satupun upaya berhasil, diapun melakukan sesuatu yang sangat menarik, Lucienne menghentikan tindakannya dan menatap celah kotak dengan penuh perhatian, kemudian setelah beberapa kali membuka dan menutup mulutnya yang semangkin lebar, Lucienne mengumpulkan tenaga untuk membuka kotak dan akhirnya mendapatkan rantai. Dengan demikian kemajuan anak dilihat sebagai upaya untuk berimitasi. Piaget mengamati bahwa unutk beberapa saat anak-anak tidak bisa mengimitasi model-model baru sama sekali mereka hanya bisa memproduksi tindakan-tindakan yang sudah ada dalam daftar tingkah laku mereka. #69

Sumber;
Khadijah, 2016. Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing. Hal. 66 – 69.

Keyword terkait:
Tahapan Perkembangan Kognitif Piaget; Kognitif Piaget; Tahapan piaget; fase; sensorimotor, pra operasional, operasional konkrit; operasional formal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *