Tahap Pra Operasional menurut Khadijah - AsikBelajar.Com

Tahap Pra Operasional menurut Khadijah

AsikBelajar.Com | Tahapan ini merupakan tahapan kedua dari empat tahapan. Dengan mengamatai urutan permainan, Piaget dapat menunjukkan bahwa setelah akhir usia dua tahun jenis yang secara kualitatif baru dari fungsi piskologis muncul. Tahap ini adalah tahap Piagetian kedua. Tahap ini berlagsung kurang lebih mulai dari #69

usia dua tahun sampai tujuh tahun. Ini adalah tahap pemikiran yang lebih simbolis ketimbang pada tahap sensorimotor tetapi tidak melibatkan pemikiran operasional, namun tahap ini lebih bersifat egosentris dan intuitif ketimbang logis.

Pemikiran pra operasional dapat dibagi lagi menjadi dua sub tahap: fungsi simbolis dan pemikiran intuitif. Subtahap fungsi simbolis terjadi kira-kira antara usia dua sampai empat tahun. Dalam subtahap ini, anak kecil secara mental mulai bisa merepresentasikan objek yang tak hadir. Ini memperluas dunia mental anak hingga mencakup dimensi- dimensi baru. Penggunaan bahasa yang mulai berkembang dan kemunculan sikap bermain adalah contoh lain dari peningkatan pemikiran simbolis dalam subtahap ini. Anak kecil mulai mencoret-coret gambar orang, rumah, mobil, awan dan banyak benda lain dari dunia ini. Mungkin karena anak kecil tidak begitu peduli pada realitas, gambar mereka tampak aneh dan tampak khayal. Dalam imajinasi mereka, matahari warnanya biru, langit berwarna hijau dan mobil melayang di awan. Simbolisme ini sederhana tetapi kuat, tidak berbeda dengan lukisan abstrak di dalam seni lukis modren. Seperti dikatakan oleh seniman spanyol terkenal Pablo Picasso,”saya pernah menggambar seperti Raphael, tetapi saya butuh waktu seumur hidup untuk menggambar seperti anak kecil.”seorang anak yang berumur tiga setengah tahun melihat gambar yang baru saja dibuatnya, kemudia dia mengatakan bahwa itu adalah gambar burung kuntul mencium anjing laut. Di usia sekolah dasar, lukisan anak menjadi semangkin realistis, rapi dan persis. Matahari berwarna kuning, langit berwarna biru dan mobil berada di jalanan.

Meskipun anak kecil membuat kemajuan disubtahap ini, pemikiran pra operasional masih mengandung dua keterbatasan: egosentrisme dan animisme. Egosentrisme adalah ketidak mampuan untuk membedakan antara perspektif milik sendiri dengan perspektif orang lain. Interaksi telefon antara Mary yang berusia empat tahun, yang berada di rumah, dengan ayahnya, yang berada di kantor, menunjukkan pemikiran egosentris:

Ayah : Mary, Ibu ada di rumah?
Mary : (diam tetapi mengangguk kepala) #70
Ayah : Mary, apa aku bisa bicara dengan Ibu? Mary : (mengangguk lagi tetapi tetap diam)

Jawaban Mary bersifat egosentris karena ia tidak mempertimbangkan perspektif ayahnya: dia tidak menyadari bahwa ayahnya tidak dapat melihat dirinya menganggukkan kepala. Piaget dan Barbel Inhelder (dalam Santrock, 2007:49) mempelajari egosentrisme anak dengan tiga tugas gunung. Anak berjalan di seputar model tiruan gunung dan menjadi akrab dengan pemandangan gunung dari perspektif yang berbeda- beda. Anak tersebut juga dapat melihat ada objek yang berbeda-beda. Di gunung-gunung tersebut, anak itu kemudian duduk di satu sisi meja tempat gunung itu berada. Peneliti menggerakkan boneka-boneka ke lokasi-lokasi di seputar meja. Di setiap lokasi anak diminta memilih dari serangkaian foto yang menunjukkan foto mana yang paling akurat dalam merefleksikan pemandangan yang disaksikan oleh boneka itu. Anak dalam tahap pra operasioanl sering sekali memilih foot yang menunjukkan pemandangan yang kelihatan dari tempat dia berada ketimbang dari sudut pandang boneka.

Animisme juga merupakan ciri dari pemikiran pra operasional. Animisme adalah kepercayaan bahwa objek tak bernyawa punya kualitas “kehidupan” dan bisa bergerak. Seorang anak kecil mungkin menunjukkan animisme ini dengan mengatakan,”pohon itu mendorong daun dan membuatnya gugur atau Trotoar itu membuatku gila. Trotoar itu mem- buatku terjatuh.

Apa perubahan kognitif lebih lanjut yang terjadi dalam tahap pra operasional? Subtahap pemikiran intuitif adalah subtahap kedua dalam pemikiran pra operasional, dimulai sekitar usia empat tahun dan berlangsung sampai usia tujuh tahun. Pada subtahap ini, anak mulia menggunakan penalaran primitif dan ingin tahu dari semua pertanyaan. Piaget menyebut tahap ini sebagai intuitif karena anak-anak tampaknya merasa yakin terhadap pengetahuan dan pemahaman mereka, tetapi tidak menyadari bagaimana mereka bisa mengetahui apa-apa yang bsia mereka ketahui. Artinya mereka mengatakan bahwa mereka tahu sesuatu tetapi mereka mengetahuinya tanpa menggunakan pemikiran #71

rasional. Satu contoh keterbatasan kemampuan penalaran (reasoning) anak adalah mereka sulit untuk menempatkan benda atau sesuatu ke dalam kategori yang pas. Contoh ketika ada sekumpulan objek. Anda mungkin menjawab perintah’kelompokkan benda-benda yang kamu anggap sama’dengan mengelompokkan objek tersebut berdasarkan bentuk dan ukurannya. Ketikka dihadapkan pada sekumpulan objek yang sama yang biisa di kelompokkan berdasarkkan bentuk dan ukuran, anak-anak jarang sekali mampu menggunakkan bentuk dan ukuran secara konsisten untuk memilahnya ke dalam kelompok yang sesuai. Dalam dunia yang sosial apabila seorang gadis yang berumur empat tahun dibagi tugas membagi kawan-kawannya ke dalam kelompok berdasarkan teman dan berdasarkan jenis kelamin lelaki dan perempuan, dia mungkin tidak dapat mengelompokkan teman lelaki, teman perempuan, lelaki yang bukan teman, dan gadis yang bukan teman. Banyak contoh- conoth tahap praoperasional ini menunjukkan karakteristik pemikiran yang disebut centration, yakni pemfokusan (pemusatan) perhatian pada satu karakteristik dengan mengabaikan karakteristik lainnya. Centration tampak jelas dalam kurangnya concervation dari anak di tahap pra operasional. “Konservasi” (cocervation) yang dimaksud disini adalah ide bahwa beberapa karakteristik dari objek itu tetap sama meski objek itu berubah penampilannya. Misalnya orang dewasa tahu bahwa volume air akan tetap sama meski dia msukkan ke dalam wadah yang bentuknya berlainan. Tetapi bagi anak kecil tidak demikian halnya. Mereka biasanya heran pada perubahan bentuk cairan di dalam wadah yang berbeda-beda. Dalam tipe tugas conservation ini (percobaan Piaget yang paling terkenal), seorang anak diberi dua buah gelas kimia yang sama, masing-masing di isi air dengan jumlah yang sama. Anak itu ditanya apakah banyaknya air di kedua gelas kimia itu sama atau tidak. Anak itu biasanya menjawab ia. Kemudian air gelas kimia pertama dituangkan ke dalam gelas kimia ketiga. Yang bentuknya lebih tinggi dan ramping. Sekarang anak itu ditanya apakah banyaknya air di gelas kimia yang lebih tinggi itu sama dengan yang ada di gelas kimia yang satunya lagi, yakni gelas kimia kedua. Anak di bawah usia tujuh tahun biasanya menjawab tidak. Mereka mendasarkan jawaban mereka dengan mengacu #72

pada perbedaan tinggi dan lebar dari wadah-wadah tersebut. anak yang lebih tua biasanya menjawab ia. Mereka punya alasan yang tepat; apabila anda menuangkan kembali air ke wadah apa saja, maka jumlah air itu akan tetap sama.

Menurut Piaget, kegagalan tugas concervation untuk kasus air ini menunjukkan bahwa anak berada dalam tahap pemikiran pra operasional. Apabila anak berhasil menjawab tugas ini dengan benar, maka dia telah berada pada tahap pemikiran operasional konkrit.

Menurut Piaget, anak pada tahap pra operasional juga tidak bisa melakukan apa yang disebutnya sebagai “operasi” (operation). Dalam teori Piaget, operasi adalah representasi mental yang dapat di balik (reversible). Sepertti dalam percobaan gelas kimia tersebut di atas, anak- anak pra sekolah biasanya kesulitan untuk memahami bahwa untuk membalikkan suatu tindakan akan menghasilkan kondisi awal dari tindakan tersebut. dua contoh berikut ini akan membantu anda memahami konsep operasi menurut Piaget. Seorang anak kecil mungkin tahu bahwa 4+2=6,tetapi ia tidak tahu kebalikannya, yakni 6-2=4 adalah benar. Atau misalnya seorang anak pra sekolah pergi ke rumah temanny adengan berjalan kaki, tetapi dia pulang dengan menggunakan kenderaan. Apabila diminta untuk berjalan dari rumah temanhya untuk pula dia mungkin akan menjawab bahwa dia tak tahu jalannya karena ia tak pernah berjalan pulang ke rumah.

Beberapa ahli teori perkembangan tidak percaya bahwa Piaget sepenuhnya benar dalam memperkirakan kapan keahlian concervation itu muncul. Misalnya, Rochel Gelman (dalam Santrock, 2007:52) melatih anak-anak pra sekolah untuk memperhatikan aspek-aspek tertentu dari tugas concervation. Hal ini meningkatkan keahlian concervation mereka. Gelman juga menunjukkan bahwa training perhatian (attentional) pada satu tipe tugas conservation, seperti angka atau jumlah akan meningkatkan kemampuan anak itu pada tipe tugas conservation lainnya, seperti berat suatu benda. Dia percaya bahwa anak kecil bisa mengembangkan keahlian ini lebih awal ketimbang yang diperkirakan oleh Piaget dan bahwa keahlian ini dapat ditingkatkan dengan melatih perhatiannya. #73

Karakteristik lain dari anak pra operasional adalah mereka suka mengajukan beberapa pertanyaan. Pada umur tiga tahun anak mulai mengemukakan pertanyaan. Dan menjelang usia lima tahun anak- anak akan membuat orang tua kesal karena mereka sering mengajukan pertanyaan’mengapa’ ini menandai kemunculan minat anak untuk mencari tahu mengapa sesuatu itu terjadi.
Adapun bekerja dengan pemikiran praoperasional, yaitu:

a) Suruh anak untuk menata sekelompok objek
b) Untuk mengurangi egosentrisnya, libatkan anak dalam interaksi sosial
c) Mintalah si anak untuk membuat perbandingan. Misalnya perbandingan mana yang lebih besar, lebih tinggi, lebih lebar, lebih barat, lebih panjang.
d) Beri anak pengalaman dalam operasi urutan. Misalnya mintalah anak untuk berbaris berjajar mulai dari yang tinggi sampai ke rendah. Beri berbagai macam contoh daur hidup tanaman dan binatang, seperti beberapa foto perkembangan kupu-kupu atau tumbuhnya kacang atau jagung dari benih. Contoh dari alam ini akan membantu kemampuan anak dalam mengurutkan.
e) Suruh anak-anak menggambar pemandangan dengan perspektif. Ajak mereka untuk meletakkan gambar objek-objek di lukisan mereka berada di tempat yang sama seperti yang mereka lihat diaslinya. Misalnya, jika mereka melihat kuda di pinggir lapangan, maka mereka harus menggambar kuda dipinggir lapangan pula.
f) Buatlah lereng yang menurun atau bukit kecil, biarkan anak menge- lindingkan kelereng, berbagai ukuran. Suruh mereka membandingkan kecepatan turunnya kelereng yang berukuran berbeda-beda itu. Ini akan membantu mereka memahmai konsep kecepatan.
g) Mintalah anak-anak memberikan alasan dari jawaban mereka ketika mereka mengambil kesimpulan. Misalnya ketika mereka mengatakan bahwa menuangkan air dari wadah yang lebar dan pendek ke wadah yang tinggi dan ramping akan membuat banyaknya #74
air berubah, maka ajukan pertanyaan”mengapa kamu berpendapat begitu?” atau’bagaimana kami bisa membuktikan ini pada kawan- kawanmu?”

Dengan demikian, ciri tahapan ini adalah operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai, dimana pada tahap ini juga anak belajar menggunakan dan merepresentasikan objek dengan gambaran dan kata-kata. Pemikirannya masih bersifat egosentris, anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain serta anak dapat meng- klasifikasikan objek menggunakan satu ciri. #75

Sumber;
Khadijah, 2016. Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing. Hal. 69 – 75.

Keyword terkait:
Tahapan Perkembangan Kognitif Piaget; Kognitif Piaget; Tahapan piaget; fase; sensorimotor, pra operasional, operasional konkrit; operasional formal

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress