Tahap Perkembangan Membaca pada Bayi (0-18 bulan)

By | 12/11/2020

AsikBelajar.Com | Artikel ini dari sub bab dari perkembangan Membaca pada Anak pada buku Siti Aisyah, selengkapnya adalah sebagai berikut:

1. Masa Bayi (dari lahir usia 18 bulan) dari Celotehan menuju Kata-kata

Sejak lahir bayi belajar berkomunikasi. Dia mengalami kemajuan, dari sekedar menangis dan mendekut, menjadi bicara dalam bentuk seperti kalimat. Sebagai guru pertama bagi anak, kita dapat membantu bayi mengembangkan kemampuan bahasa yang solid melalui bicara, menyanyi, bermain, dan membaca bersama. Permainan dan kegiatan yang kita lakukan bersama bayi dalam rangka memberi pelajaran tentang bagaimana memahami dan menggunakan bahasa, akan membangun cinta dan kedekatan dengan bayi secara alami.

Meskipun bayi masih membutuhkan waktu bertahun-tahun lagi untuk mampu membace, tetapi ia mulai mengembangkan kemampuan yang akan mulai belajar membaca dengan cara mendengar dan membuat suara dan kata-kata, Kemampuan ini mengarah pada perkembangan bahasa dan literasi #6.8

(dengar-cakap-baca-tulis), Komunikasi melalui bermain adalah kunci untuk mengembangkan hubungan dengannya, baik hubungan cinta sebagai pengasuh maupun sebagai teman membaca. Berbicara tentang sesuatu yang menarik, berbicara dengan irama bayi, bermain “ciluk ba” dan permainan lain, serta membaca buku, merupakan cara yang sederhana namun penting untuk segera dimulai. Namun bisa saja terjadi, ketika kita mengharapkan bayi menunjukkan ketertarikan pada buku dan tulisan, mungkin bayi lebih tertarik pada apa yang dibicarakan orang tua.

a. Perkembangan mendengar
Bayi hidup dalam dunia yang dibangun oleh kata-kata. Bayi bahkan mengenali suara sebelum ia dilahirkan. Tidak heran jika bayi lebih menyukai suara ibunya daripada suara yang lain. Ketika ibu dari bayi yang berusia 2 bulan memasuki ruangan dan bicara, bayi tersebut akan menggerakkan kepalanya kearah ibunya. Bayi merasa gembira mendengarkan suara yang asli dan lebih keras dan merasa tenang dengan suara yang lebih rendah dan tenang.

1) Usia 6 – 12 bulan
Bayi senang mendengar suara yang bergairah dari orang atau benda yang dapat dipegangnya. Pada usia ini, bayi akan mengalami masalah memahami percakapan atau bunyi dari orang atau benda yang tidak kelihatan. Akan tetapi ia akan gembira dalam bermain “ciluk ba” pada saat ia mulai belajar bahwa benda yang tertutup masih tetap pada tempatnya. Jika kita ingin memperkenalkan bayi dengan dwi bahasa, ini adalah waktu yang tepat yaitu dengan memperkenalkan benda pada bayi dan menyebutkan benda tersebut dalam dua bahasa.

2) Usia 12 – 18 Bulan
Bayi cepat mengembangkan kosa kata yang didengarnya. Bayi memahami 50 atau lebih kata-kata selama periode perkembangan ini.
Meskipun ia belum dapat menyebutkan kata-kata yang diketahuinya, bayi akan menunjukkan pengertiannya dengan menunjuk atau melihat pada benda atau orang yang serupa ketika ia ditanya. Misalnya pada saat kita menanyakan mana ayahnya, maka ia akan menunjuk pada laki-laki yang ada di dekatnya. Bayi belajar kata-kata ini dengan mendengarkan #6.9

orang dewasa berbicara kepadanya tentang benda-benda yang ia lihat; dengar, dan sentuh.

b. Perkembangan bicara
1) Dari lahir 6 bulan
Menangis adalah cara pertama bayi berkomunikasi dengan yang lain. Bayi menangis karena dia ingin dipeluk, diberi makan, atau diganti (pakaiannya). Tanggapan yang cepat membuat bayi bertambah yakin: bahwa ada seseorang di dekatnya. Merespon tangisan bayi merupakan hal yang penting, karena membantunya percaya bahwa kita akan memenuhi kebutuhannya, dan ini adalah awal dari komunikasi antara kita dan bayi. Bayi usia 1 – 2 bulan akan mulai berkomunikasi dengan cara baru. Dia menunjukkan kebahagiannya dengan mengeluarkan suara seperti burung, dan bunyi tersebut lebih merupakan tanggapan terhadap respon kita kepadanya. Pada akhir periode ini, bayi senang bereksperimen dengan suara yaitu dengan berceloteh.

2) Usia 6 – 12 bulan
Bayi mulai berkomunikasi dengan celotehan. Pada awalnya, “babababa” dan “mamama” tidak merujuk pada sesuatu yang khusus. Ketika kita membuat hubungan antara celotehan bayi dan benda atau orang yang menarik baginya, dia mungkin belajar satu atau dua kata celotehan. Bayi. kita mungkin menggunakan “baba” untuk mengatakan “botol,” dan dia juga mungkin mulai “mengobrol” dengan cara seperti bicara yang sebenarnya. Tentunya obrolannya hanya berupa bunyi celotehan saja. Dengan “mengobrol”, bayi berlatih irama, bunyi, dan alur bahasa.

3) Usia 12 – 18 bulan
Selama periode ini, kemampuan berbicara bayi meningkat dari hanya mengatakan kata-kata celotehan menjadi kemampuan bicara dengan menggunakan kosa kata (kurang lebih 20 kata). Bayi tidak mengatakan kata-kata tersebut dengan tepat karena otot kecil pada mulut dan bibirnya masih dalam perkembangan. Beberapa bayi akan berkata hanya dengan Satu kata, tapi yang ia maksudkan dengan kata-kata tersebut adalah kalimat sempurna. Sebagai contoh, bayi yang mengatakan, “Ma” mungkin maksudnya “Aku ingin susu lagi”. #6.10

e. Perkembangan menulis
1) Usia lahir – 6 bulan
Bayi baru mulai belajar menggunakan tangannya. Pertama, bayi tidak akan dapat menggenggam benda sendiri, tetapi ia akan dapat menggenggam benda yang diletakkan di telapak tangannya. Bayi 4 – 6 bulan dapat menjangkau dan menggenggam benda yang ia inginkan. Bayi akan mengeksplorasi benda dengan menaruh benda tersebut di mulutnya.

2) Usia 6 -12 bulan
Bayi dapat lebih mengontrol tangannya. Pada usia ini, bayi dapat memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya dan senang menarik benda-benda. Dia dapat mengangkat benda kecil dengan menggunakan jempol dan telunjuk. Pergerakan tangan bayi menjadi lebih tepat dan ini membuatnya dapat makan sendiri dengan tangannya.

3) Usia 12 – 18 bulan
Bayi telah mengembangkan kemampuan tangannya yang diperlukan untuk menggenggam alat tulis and dan membuat goresan di atas kertas. Pada akhir masa bayi, pada usia 17 – 18 bulan, bayi mulai tertarik pada tulisan. Kita tidak bisa mengharapkan ia menggambar atau mewarnai apalagi membuat huruf. Dengan coretan, bayi mencoba apa yang ia bisa lakukan dengan krayon dan kertas dan mencoba meniru apa yang dilakukan anak yang lebih tua atau orang tuanya.

d. Perkembangan membaca
1) Lahir – 6 bulan
Anak-anak yang baru lahir merasa tenang dengan suara irama bayi. Bayi mungkin mulai mengenali sebuah lagu atau irama jika kita sering mengulang-ulangnya. Pada saat ia berumur 4 bulan, bayi kita akan menunjukkan ketertarikan pada buku dan mulai mengeksplorasi buku-buku tersebut dengan mengunyah atau melemparkannya. Pada usia ini sebaiknya kita memberikan kepadanya buku flannel atau kain yang kuat, yang tahan bila dikunyah dan tidak mudah sobek. #6.11

2) Usia 6 – 12 bulan
Selama periode ini, bayi mulai kurang tertarik untuk memasukkan buku ke mulut dan mulai tertarik pada cerita. Kita dapat mendorong ketertarikan bayi pada buku dengan melihat buku bersamanya dan membicarakan gambar-gambarnya, terutama yang menarik perhatiannya. Ajaklah bayi umur 8 – 9 bulan untuk membalikkan halaman. Jika kita menginginkan bayi. kita mengerti dua bahasa, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk memperkenalkan benda-benda kepada bayi dan meriyebutkan untuknya kata-kata dalam dua bahasa.

3) Usia 12 – 18 bulan
Bayi merasa senang membaca bersama dengan orang dewasa. Bayi akan membalikkan halaman dan menamai gambar-gambar dari benda yang dikenalnya. Ia mungkin mulai menikmati buku yang berisi cerita sederhana. Ia menyukai buku yang dapat disentuh dan dicium (dibaui) sambil mendengarkan cerita. #6.12

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 6.8 – 6.12.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *