Tahap Operasional Konkrit menurut Khadijah - AsikBelajar.Com

Tahap Operasional Konkrit menurut Khadijah

AsikBelajar.Com | Tahap Operasional Konkrit yaitu merupakan tahapan ketiga dari empat tahapan, muncul antara usia 6-12 tahun dan mempunyai ciri berupa penggunaan logika yang memadai, proses-proses penting selama tahapan ini antara lain, yakni:

  1. Pengurutan: yaitu kemampuan untuk mengurutkan objek menurut ukuran, bentuk atau ciri lainnya. Contoh: bila diberi benda berbeda- beda ukuran, mereka dapat mengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil.
  2. Klasifikasi: kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut karakteristiknya lainnya, termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian ini. Anak tidak lagi memiliki kketerbatasan logika berupa animisme (anggapan bahwa semua bneda hidup dan berperasaan).
  3. Decentering: yaitu anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya. Sebagai contoh, anak tidak akan lagi menganggap cangkir lebar tetapi pendek lebih sedikit isinya dibanding cangkir kecil yang tinggi.
  4. Reversibility: yaitu anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda- benda dapat diubah, kemudian kembali ke keadaan awal. Untuk itu, anak dapat dengna cepat menentukan bahwa 4 + 4 sama dengan 8, 8-4 sama dengan 4, jumlah sebelumnya. #75.

1) Konservasi; yaitu memahami bahwa kuantitas, panjang atau jumlah benda-benda ialah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda ini. Contoh; bila anak diberi cangkir yang seukuran dan isinya sama banyak, mereka akan tahu bila air dituangkan ke gelas lain yang ukurannya berbeda, air di gelas ini akan tetap sama banyaknya dengan isi cangkir lain.
2) Penghilangan sifat egosentrisme: yaitu kemampuan melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang ini berbicara dengan cara yang salah). Contoh: tunjukkan komik yang memperlihatkan Siti menyimpan boneka dii dalam kotak, lalu meninggalkan ruangan, kemudia Ujang memindahkan boneka ini ke dalam laci, setelah ini baru Siti kembali keruangan. Anak dalam tahap operasional konkrit akan mengatakan bahwa Siti akan tetap menganggap boneka itu ada dalam kotak walau anak ini tahu bahwa boneka ini telah dipindahkan ke dalam laci oleh Ujang. #76.

Sumber;
Khadijah, 2016. Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing. Hal. 75 – 76.

Keyword terkait:
Tahapan Perkembangan Kognitif Piaget; Kognitif Piaget; Tahapan piaget; fase; sensorimotor, pra operasional, operasional konkrit; operasional formal

 

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress