Cara Pengambilan Sampel pada Systematic Random Sampling untuk Populasi Terbatas - AsikBelajar.Com

Cara Pengambilan Sampel pada Systematic Random Sampling untuk Populasi Terbatas

Cara Pengambilan Sampel pada Systematic Random Sampling untuk Populasi Terbatas – AsikBelajar.Com.  Pada umumnya pengambilan sampel dengan metode acak sistematis (Systematic Random Sampling) bagi populasi yang jumlah anggotanya terbatas dilakukan melalui tahapan berikut:

  • Menentukan ukuran sampel (n) yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi (N).
  • Membagi anggota populasi menjadi k kelompok dengan ketentuan k harus lebih kecil atau sama dengan N/n.  Nilai k lebih besar dari N/n akan menyebabkan ukuran sampel yang diinginkan tidak dapat diperoleh (kurang dari n). Bila ternyata besarnya populasi (N) tidak diketahui, k tidak dapat ditentukan secara akurat, dengan demikian harus dilakukan pendugaan nilai k yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel sebesar n
  • Mnentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentukUnit sampel kedua, ketiga dan selanjutya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya.

Contoh:
Dari 100 orang karyawan ingin diambil secara acak sistematis 10 karyawan sebagai sampel. Penyelesaiannnya dapat dilakukan sbb:

  1. Menentukan banyaknya kelompok: k=100/10= 10, berarti ada 10 kelompok (tidak boleh lebh dari 10 kelompok).
  2. Memberi nomor urut secara acak pada 100 orang karyawan tersebut dari 1, 2, 3 sampai 100.
  3. Membagi keseluruhan anggota populasi menjadi 10 kelompok. Maka akan diperoleh kelompok pertama (kelompok A) berisi karyawan dengan nomor urut 1 hingga 10, kelompok kedua (kelompok B) dengan nomor urut 11 hingga 20, dst sampai kelompok J.
  4. Mengambil satu unit sampel secara acak pada kelompok A (pertama) misalnya terambil karyawan nomor 3. Setelah itu dilakukan pengambilan sampel pada kelompok yang berikutnya untuk satuan sampel yang berada segaris (memiliki jarak yang sama) dengan sampel nomor 3 tersebut. Anggota populasi yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah anggota populasi yang mempunyai nomor sbb:

        ————————————————————————–
        Kelompok:        A       B     C       D      E       F       G      H      I        J
        No.Terpilih:        3     13    23     33     43     53     63     73     83     93
        ————————————————————————–
Jadi pengambilan sampel yang dilakukan benar-benar secara acak hanyalah pada pengambilan sampel pertama dari kelompok pertama.  Sesudah sampel pertama tersebut terambil, maka sampel kedua, ketiga dst diambil secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dst.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

This Post Has 10 Comments

  1. Saya ingin bertanya untuk bahan penelitian saya, saya mengambil populasi 150. Dengan menggunakan rumus slovin dan tingkat kesalahan 10% di dapat sampel 60. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana jika menggunakan probabilitas sampling , apakah populasi saya yang harus di rubah atau sampel ny yg di rubah. Dan bagaimana rumus nya.terimakasih

  2. Saya ingin bertanya untuk bahan penelitian saya. Populasi saya 973. Pake rumus tingkat kepercayaan 0.05 mendapatkan jumlah sampel 283. Teknik pengambilan sampel yang cocok buat penelitian saya kira2 gimana? Kalau saya pake teknik sistematis gimana? Terimakasih

    1. To: Feby…Secara operasional di lapangan, teknik sistematis lebih gampang dilakukan daripada random sampling. Teknik sampling dalam penggunaannya harus disesuasikan dgn sifat & karakteristik populasinya.

  3. Apa kerugian dari pengambilan sampel secara sistematis ini?

  4. Semisal tidak diketahui jumlah populasinya bagaimana? sasaran penelitian saya mahasiswa kesehatan di universitas X dengan kriteria perokok aktif. itu bagaimana ya ?

  5. Kak aku kan sekarang sementara proposal, metode penelitianku dilakukan secara Non Probability Sampling dengan teknik pengambilan sampel sistematis. Populasiku 130. Nah yang mau aku tnykan rumus apa yang harus aku pakai agar gabanyak sampelnya? Karena aku penelitianya quasi eksperimen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress