Survei Sebagai Salah Satu Pendekatan

AsikBelajar.Com | Dalam kehidupan sehari-hari kita pernah atau sering mendengar berita-berita bahwa departemen/pemerintah, lembaga, kantor, dan sebagainya sedang mengadakan survei. Mereka mengumpulkan banyak data, informasi atau keterangan tentang sesuatu hal secara meluas. Sebagai contoh;
1. BP3K Departemen P dan K mengadakan survei tentang kualitas pendidikan anak kelas Vi SD di seluruh Indonesia tahun 1976. Survei tersebut bermaksud untuk mengetahui seberapa tinggi kualitas pendidikan yang tercermin dari daya serap beberapa bidang studi yang diajarkan di sekolah dasar. Di dalam survei tersebut dikumpulkan pula data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat prestasi belajar siswa.

2. Sebelum membangun Bendungan Asahan, Departemen PUTL bersama sama dengan Departemen Perindustrian mengadakan survei ke daerah sekitar Danau Toba dan Sungai Asahan. Survei bertujuan untuk mengumpulkan data tentang kemungkinan membangun bendungan serta manfaatnya bagi perindustrian di sekitar pembangunan jembatan tersebut.

3. Sekelompok mahasiswa mengadakan survei ke suatu daerah yang akan digunakan sebagai kancah pelaksanaan KKN. Survei tersebut bertujuan untuk memperoleh data tentang keadaan daerah (pisik, lokasi, serta sumber alam yang merupakan fasilitas akomodasi, serta keadaan interaksi sosial daerah itu, adat-istiadat, pencaharian, dan sebagainya yang menyangkut kehidupan rutin sehari-hari.

Dari ketiga contoh di atas, tampaknya survei ini bukannya suatu kegiatan ilmiah, bukan suatu pendekatan penelitian. Apakah memang benar demikian? Marilah kembali kita kaji bagaimana persyaratan suatu riset atau penelitian Suatu kegiatan penelitian menuntut adanya tiga persyaratan yaitu dilakukan secara sistematis, berencana, dan mengikuti prosedur ilmiah.

Apakah survei dilakukan secara sistematis? Ya Pemerintah, lembaga, dan sebagainya sebelum mengadakan survei sudah ditentukan: siapa peiaksananya, dilaksanakan di mana, kapan, berapa lama, apa saja yang dilihat, data apa yang dikumpulkan, menggunakan instrumen apa, bagaimana cara menarik kesimpulan dan bagaimana cara melaporkan.

Dengan demikian maka survei ini dapat dilakukan secara pribadi (sendiri) maupun berkelompok. Melihat persiapannya, maka survei ini dilakukan secara sistematis, berencana. Coba Anda cek dengan persyaratan ……..152

ketiga. Apakah survei mengikuti prosedur ilmiah seperti yang dikemukakan oleh John Dewey?

Van Dalen mengemukakan:

Their objective (ofsurvey) may not merely be to as certain status, but also to determine the adequacy of status by comparing it with selected or established standa rds, norms or criteria.

Jadi, survei bukanlah hanya bermaksud mengetahui status gejala, tetapi juga bermaksud menentukan kesamaan status dengan cara membandingkannya dengan standar yang sudah dipilih atau ditentukan. Di samping itu juga, untuk membuktikan atau membenarkan suatu hipotesis. Dari contoh 2 dan 3 tentang Bendungan Asahan dan KKN, survei bertujuan untuk memantapkan atau mempertajam suatu rencana. Survei semacam ini dapat berstatus sebagai studi pendahuluan dalam rangkaian langkah-Iangkah penelitian.

Selanjutnya dikatakan oleh Van Dalen bahwa survei dapat luas, bahkan sangat luas maupun sempit, ditinjau dari wilayah geografis maupun variabelnya. Sehubungan dengan pembicaraan ini Prof. Dr. Winarno Surakhmad M.Sc.Ed. mengatakan bahwa pada umumnya suwei merupakan cara mengumpulkan data dari sejumlah unit atau individu dalam waktu (atau jangka waktu) yang bersamaan. Jumlahnya biasanya cukup besar.

Dikatakan oleh Van Dalen bahwa studi survei merupakan bagian dari studi deskriptif dan meliputi:
1. School survey yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pendidikan. Masalahnya berhubungan dengan situasi belajar, proses belajar mengajar, ciri-ciri personalia pendidikan, keadaan murid, dan hal-hal yang menunjang proses belajar mengajar.

2. Job analysis yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai tugas-tugas umum dan tanggung jawab para karyawan, aktivitas khusus yang dibutuhkan, keterlibatan, serta fungsi anggota organisasi, kondisi kerjanya, dan fasilitas.

3. Analisis dokumen. istilah lain adalah analisis isi (content analysis), analisis aktivitas atau analisis informasi. Contoh kegiatannya: meneliti dokumen, menganalisis peraturan, hukum keputusan-keputusan.

Analisis dokumen juga dapat dilakukan untuk menganalisis isi buku dengan menghitung istilah, konsep, diagram, tabel, gambar, dan sebagainya untuk mengetahui klasinasi buku-buku tersebut. …153

4. Public opinion surveys. Survei ini bertujuan untuk mengetahui pendapat umum tentang sesuatu hal misalnya tentang rehabilitasi suatu bangunan bersejarah, tentang jalan satu jurusan, pemasangan lampu lalu lintas, dan sebagainya.

5. Community surveys. Survei ini juga disebut ”social surveys” atau ”field surveys” karena di dalam survei ini peneliti bertujuan mencari informasi tentang aspek kehidupan secara luas dan mendalam. Walaupun kelihatannya survei ini menyangkut masyarakat, namun sangat erat hubungannya dengan survei sekolah. Dalam hal ini sekolah dapat menggali data di masyarakat yang bisa membantu lancarnya roda persekolahan. ….154

Sumber:
Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Hal.152-154.

Keyword terkait:
survey berbayar, survey adalah, survey online, survey analitik, survey apa survei

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Captcha loading...