Strategi Wirausaha ala Peter F. Drucker

AsikBelajar.Com | Dalam rangka mencapai kesuksesan usaha perlu dilaksanakan strategi wirausaha yang tepat. Perlu dipahami bahwa tidak ada satu strategi yang dapat diterapkan pada semua kondisi, Kondisi yang berbeda akan menuntut strategi yang berbeda pula. Peter F. Drucker menyampaikan beberapa strategi wirausaha, sebagai berikut:

Strategi bisnis

a. Strategi esa hilang dua terbilang
Strategi ini mengajarkan kepada para pengusaha untuk berupaya menguasai pangsa pasar yang terbesar. Pengusaha harus menjadi market leader pada bisnis yang dijalaninya. Tidak mudah untuk dapat menguasai sebagian besar pasar. Walaume demikian tidak menutup kemungkinan hal tersebut dapat diwujudkan. Setelah pangsa pasar dikuasai tugas yang jauh lebih sulit akan dihadapi khususnya dalam mengatasi persaingan. Strategi yang dapat diterapkan sebagai market leader antara lain:

#Memperluas pasar yang ada
Pada strategi ini pengusaha harus berupaya menemukan konsumen baru yang terdiri dari calon pelanggan potensial yang selama ini dianggap oleh perusahaan sebagai pelanggan produk perusahaan, ternyata mereka belum menjadi pelanggan. Mereka harus diupayakan agar mulai mengkonsumsi produk yang dihasilkan dan ditawarkan oleh perusahaan. Selain itu pengusaha harus menjadikan orang yang belum pernah mengkonsumsi produk yang dihasilkan perusahaan karena belum mengetahui produk tersebut menjadi mengkonsumsinya.

#Mempertahankan pasar yang sudah dikuasai
Pengusaha harus berupaya menjadikan pelanggan saat ini sebagai pelanggan yang loyal terhadap perusahaan dan produk …160

perusahaan. Pelanggan yang loyal akan terus mengkonsumsi produk perusahaan, bahkan lebih sering dan lebih banyak. Di samping itu juga mereka akan dengan suka rela merekomendasikan produk tersebut kepada orang lain agar turut mengkonsumsinya juga. Tentunya hal ini telah membantu program promosi perusahaan karena pelanggan yang loyal akan secara suka turut mempromosikan produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

b. Creative imitation
Indonesia lebih dikenal oleh banyak negara lain sebagai negara yang sering menerapkan strategi ini. Produk unggulan apa pim di dunia, jika sudah dipasarkan di Indonesia, maka hanya dalam jangka waktu singkat akan muncul produk imitasinya. Produk imitasi ini sudah menyesuaikan dengan karakteristik masyarakat Indonesia. Demikian juga yang menyangkut harga jual yang jauh lebih murah. Tidak jarang produk imitasi ini lebih diburu oleh konsumen di Indonesia dari pada produk aslinya.

c. Strategi relung ekologi
Strategi ini adalah berupaya untuk mendapatkan monopoli praktis dalam kawasan yang terbatas. Pengusaha melakukan aktivitas bisnis terhadap produk yang tidak digarap oleh perusahaan lain. Perusahaan lain tidak tertarik terhadap bisnis ini karena beberapa alasan seperti margin keuntungan yang terlalu kecil, proses produksinya terlalu rumit, pangsa pasarnya hanya sedikit, dan lain-lain. Sehubungan perusahaan lain pada umumnya tidak tertarik kepada bisnis jenis ini, maka jika ada pengusaha yang terjun ke dalamnya pasti akan memberikan keuntungan tinggi dari omzet yang besar. …161

d. Judo wirausaha
Identik dengan nama strategi ini ”judo”, maka pengusaha walaupun dia sebagai pendatang baru bagi bisnis yang dijalaninya, dengan penuh keberanian langsung menantang perusahaanperusahaan lain yang sudah lebih dulu berkiprah pada bisnis yang sama. Kemungkinan yang dapat terjadi perusahaan akan muncul sebagai pemenang dalam persaingan kerasnya sehingga perusahaan dan produk perusahaan yang ditawarkan akan cepat dikenal dan dikonsumsi masyarakat. Sebaliknya jika kalah dalam persaingan, maka perusahaan tidak tertutup kemungkinan akan gulung tikar dalam waktu yang singkat pula. Ada beberapa alasan mengapa perusahaan terdahulu seakan-akan menjadi penyebab munculnya strategi judo wirausaha dari pendatang baru, antara lain:

#Perusahaan merasa yakin bahwa pelanggan sudah loyal
Perusahaan sangat yakin bahwa produk yang ditawarkan dan selama ini dikonsumsi oleh pelanggan akan tetap bertahan. Jadi walaupun ada pendatang baru pada bisnis yang sama, perusahaan tidak khawatir pelanggannya akan beralih ke produk pesaing.

#Perusahaan lambat dalam pengamatan
Perusahaan tidak menyadari adanya perusahaan baru yang menawarkan produk sejenis dan masuk kepada pasar sasaran yang sama. Sehubungan dengan ketidaktahuannya, maka perusahaan akan membiarkan begitu saja produk pesaing masuk kepada pasar sasarannya tanpa adanya upaya untuk mencegah atau mengusirnya. …162

#Kurang anggaran
Perusahaan mengetahui adanya pendatang baru yang menawarkan produk sejenis kepada pasar sasaran yang sama, tetapi perusahaan tidak dapat berbuat banyak karena tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mencegah atau menanggulanginya.

#Produk perusahaan sudah berada pada masa penurunan
Perusahaan mengetahui adanya pendatang baru, perusahaan juga memiliki anggaran yang cukup untuk mengatasi persaingan yang ada, tetapi perusahaan tidak melakukan upaya defensif karena produk di mata perusahaan sudah berada pada fase penurunan. Perusahaan lebih berpikir memerah bisnis dan mendapatkan sisa-sisa keuntungan dari produk yang sudah tua tersebut dari pada perusahaan mengeluarkan anggaran yang besar untuk mengantisipasi persaingan. …163

Sumber:
Suparyanto, R.W. 2012. Kewirausahaan: Konsep dan Realita pada Usaha Kecil. Bandung: Alfabeta. Hal. 160-163.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *