SEO & SEM untuk Artikel Jurnal Ilmiah, Perlukah?

AsikBelajar.Com | Membicarakan SEO dan SEM bagi seorang praktisi internet seperti seorang internet marketing, publisher, dll apalagi seorang blogger sepertinya hal yang wajib untuk dipelajari dan meterjemahkan dalam kenyataan alias mengaplikasikannya.

Seo SEM artikel jurnal ilmiah

Bagaimana dengan peneliti atau seorang dosen? Jawabnya PERLU. Karena ada hubungannya dengan nilai H-index yang ada di SINTA. Makin tinggi nilai H-Index SINTA seorang peneliti/dosen maka mengisyaratkan makin populer artikel yang dipublish di journalnya. Artinya, makin besar kemungkinan peneliti/dosen tersebut dapa dana dari sponsor.

So, bagaimana agar H-Index di SINTA tinggi? Artinya, bagaimana agar artikel yang dipublish dapat populer di mata Search Engine Google?

Ada beberapa syarat artikel dapat terindex oleh Google bila ditinjau dari teknik SEO. Menurut Duken Marga (www.dunken.info) agar dokumen terindeks dengan baik oleh Google:

  1. Dokumen ilmiah sebaiknya ditulis dalam format PDF. Selain format ini memiliki ukuran file yang kecil, format PDF juga bersih dan nyaman saat di baca. Semua orang akan lebih suka membaca file yang siap dibaca dan diprint seperti PDF dan tidak seperti format file yang masih bisa diedit (doc, odt, ppt) dan masih diberi garis bawah berwarna merah akibat fungsi spell checker pada word processor. Hal ini memang tidak berhubungan langsung dengan teknik SEO, tapi pembaca akan lebih memilih membaca format PDF dibandingkan format lainnya.
  2. Beri nama file dengan judul yang sesuai dengan isi artikel. Contohnya saja judul artikel adalah Pushover Analysis for Tall Building, maka beri saja nama file dengan nama yang sama: Pushover Analysis for Tall Building.pdf. Dengan teknik seperti ini, Google akan memberikan nilai lebih pada dokumen tersebut.
  3. Beri judul file dengan nama yang sama dengan judul pada isi artikel. Bingung ya? Maksudnya, ketika kita membuka sebuah file PDF, halaman pertama akan menampilkan judul isi artikel, namun judul file belum tentu sama. Coba saja tekan Alt+Enter pada saat membuka file dengan PDF viewer, kamu akan melihat judul file yang sebenarnya. Judul inilah yang akan diindeks sebagai judul file kita, bukan judul yang diberikan pada halaman pertama file PDF tersebut. Software konverter ke pdf biasanya memberikan opsi untuk judul artikel tersebut.
  4. Beri 1 halaman web khusus untuk tiap 1 artikel. Untuk mengunduh file PDF tersebut, ada baiknya untuk membuat 1 halaman khusus untuk tiap 1 artikel, jangan lupa untuk memberi title halaman web pada header dengan judul artikel tersebut. Bila perlu halaman ini memuat abstrak dokumen ilmiah dan link download untuk artikel ilmiah yang dimaksud.
  5. Semakin banyak artikel yang terpublish di web tersebut, maka semakin tinggi pula nilainya dan akan sering ditampilkan di halaman depan hasil pencarian Google.

Yang dibicarakan sdr. Dunken tersebut di atas adalah dari teknis SEO. Lalu bagaimana dengan teknik SEM?

Kita tahu bahwa SEO dan SEM sama-sama teknis yang digunakan agar artikel dapat terindex oleh search engine Google.

So, Apa beda SEO dan SEM? AsikBelajar.Com menggartikan bahwa teknik SEO adalah cara atau teknik tertentu (misal menggunakan Google Console, dll) yang digunakan para webmaster agar artikelnya dapat diindeks oleh google dan tampil di halaman pertama google TANPA BIAYA alias GRATIS.

Untuk mengetahui perbedaan SEO dan SEM, AsikBelajar.Com mengutif artikel dari www.idcloudhost.com sbb:

=Perbedaan Antara SEO dan SEM=
SEO (Search Engine Optimization) merupakan suatu teknik yang digunakan untuk menempatkan website pada posisi SERP (search engine result page) yang strategis sesuai dengan keyword yang ditargetkan. Tujuan dari SEO sendiri adalah untuk mendatangkan traffik yang banyak menuju blog melalui posisi yang bagus di search engine. Salah satu indikator utama keberhasilan SEO adalah semakin tingginya posisi blog dengan keyword tertentu di search engine.

Secara umum terdapat 2 jenis SEO, white SEO dan blackhat SEO. Perbedaannya? White SEO dilakukan dengan teknik-teknik yang memang diperbolehkan oleh google sehingga blog pun bisa bertahan lama pada posisi teratas. Intinya white SEO itu dilakukan dengan cara-cara yang jujur. Sedangkan blackhat SEO dilakukan dengan cara-cara yang terlarang yang melanggar TOS google. Menggunakan blackhat SEO hanya akan memperbesarkan kemungkinan blog akan di suspend oleh google. Pada artikel ini tidak akan di bahas teknik-teknik yang terdapat pada SEO. Jika anda ingin mengetahuinya, saya sarankan untuk membaca Bagaimana Menjadi Ranking Pertama di Search Engine.

Sedangkan SEM (Search Engine Marketing) sebenarnya hampir sama dengan SEO, SEM juga bertujuan menampilkan website pada halaman pertama google namun dengan cara yang berbeda dengan SEO. Bila SEO gratis, namun SEM berbayar. Salah satu media untuk melakukan SEM adalah google adwords. Dengan menggunakan google adwords, website anda akan berada pada halaman pertama google.

Namun meskipun demikian, pengguna SEM biasanya lebih identik dengan penawaran produk. Sangat-sangat jarang pengguna SEM yang mengiklankan konten (hanya tulisan). Biasanya mereka yang beriklan di search engine adalah toko-toko online yang memiliki produk untuk di jual. Tidak seperti SEO yang lebih umum dengan keduanya (jualan dan konten).

Jadi dapat disimpulkan bahwa, penggunaan SEM untuk artikel di jurnal tergantung dengan keperluan si empunya. Jika si empunya memerlukan H-Index yang tinggi untuk dapat sponsor, maka SEM dapat dianjurkan. Jika kantong si empunya masih belum mencukupi untuk pasang iklan di Google AdWord, maka cukup menggunakan teknik SEO saja. Karena teknik SEO yang benar juga “not to bad” kok. Banyak jalan menuju Roma .

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Keyword terkait:
sinta ristekdikti, sinta akreditasi jurnal, seo dan sem adalah, perbedaan seo dan sem, pengertian seo dan sem, belajar seo dan sem, seo sem marketing strategies.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Captcha loading...