Sasaran Objek Penelitian Tindakan Menurut Arikunto (Bagian 2/3)

a. Unsur siswa, dapat dicermati objeknya ketika siswa yang bersangkutan sedang asyik mengikuti proses pembelajaran di kelas/Iapangan/ laboratorium atau bengkel, maupun ketika sedang asyik mengerjakan pekerjaan rumah di malam hari, atau ketika sedang mengikuti kerja bakti di luar sekolah.

Yang dimaksud dengan ”siklus” adalah pengulangan dari awal sampai awal kembali, yaitu dari tahap perencanaan, lanjutkan ke tahap pelaksanaan – yang pada waktu yang sama terjadi tahap pengamatan, dan berlanjut ke tahap refleksi. Dalam berbagai seminar banyak guru yang bertanya, satu siklus itu apakah sama dengan satu pertemuan? Jawabnya adalah ”Tidak”. Jika hanya satu pertemuan saja, guru peneliti belum dapat merasakan proses yang terjadi, demikian juga siswanya. Oleh karena itu, proses pembelajaran harus lebih dari satu pertemuan. Lalu berapa pertemuan? Dalam hal ini penulis menyarankan sekurang-kurangnya 3 (tiga) pertemuan, dengan harapan pertemuan ke-1 baru mencoba memperkenalkan metode, pertemuan ke-2 melakukan perbaikan apabila ketika pertemuan ke-1 ada yang kurang pas, dan pertemuan ke-3 untuk memantapkan. Dengan demikian pembelajaran dengan metode yang di reyen sudah dapat dirasakan oleh guru maupun siswa sehingga ketika sampai tahap refleksi siswa dapat menyampaikan tanggapan yang diperoleh dari pengalaman belajar.

Kalau pengulangan penggunaan metode dilakukan dalam tiga pertemuan, lalu apakah ada kaitan dengan materi Kompetensi Dasar (KD) yang diajarkan oleh guru? Seperti halnya pembelajaran yang tidak menggunakan PTK, yang diulang-ulang adalah metode, dan tidak tergantung dari materinya. Materi harus berlanjut, sementara metodenya harus sama dari pertemuan ke pertemuan, dan dari siklus ke siklus lanjutannya. Andaikata saja KD yang harus diajarkan hanya memerlukan waktu 2 pertemuan, maka untuk pertemuan ke-3 guru dapat mengajakan materi dari KD lain dan seterusnya. Apabila KKM belum tercapai ketika siklus belum selesai, penulis sarankan remedial untuk materi tersebut dilakukan di luar jam saja, agar tidak mengganggu jalannya PTK.

Dalam setiap pembelajaran, siswa diharapkan memperhatikan dan melakukan apa yang diarahkan oleh guru. Tandanya bahwa siswa belajar adalah otak siswa tersebut aktif. Kondisi yang diperlukan pada siswa yang bersangkutan adalah adanya minat yang tinggi, kesungguhan, kecermatan, keaktifan dan lain-lain sehingga materi yang diterima dari guru dan kegiatan yang dilakukan, dapat berdampak pada hasil belajar yang optimal. Peneliti perlu cermat melakukan pengamatan, terutama pada objek yang dengan sengaja ingin ditingkatkan. Meskipun tujuan PTK adalah meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar, namun dampak dari kemampuan guru harus terlihat dari bagaimana siswa mampu menerima dan mengikuti proses pembelajaran yang direncanakan oleh guru dan diimplementasikan dalam pembelajaran.

Judul-judul atau permasalahan tentang siswa yang dapat diangkat dan dijadikan judul penelitian tindakan antara lain; perilaku kedisiplinan, Semangat siswa ketika mengikuti kegiatan ekstra kurikuler, keseriusan siswa untuk mengerjakan tugas, ketelitian siswa dalam mengelola sarana belajarnya, kebiasaan siswa dalam mengajukan pertanyaan di kelas, ketepatan siswa untuk hadir di sekolah, dan sebagainya.

b.Unsur guru, dapat dicermati ketika yang bersangkutan sedang mengajar di kelas, sedang membimbing siswa-siswa yang sedang berdarmawisata, atau ketika guru sedang mengadakan kunjungan ke rumah siswa.

Judul-judul atau permasalahan yang berkenaan dengan guru yang dapat diangkat menjadi judul penelitian tindakan adalah hal-hal yang terkait dengan guru, khususnya dalam melaksanakan pembelajaran, antara lain: mengajar dengan metode yang bervariasi, menerapkan metode diskusi terarah, mengajar dengan pengelompokkan siswa, dan sebagainya.

c. Unsur materi pelajaran, dapat dicermati ketika guru sedang mengajar atau sebagai bahan yang ditugaskan kepada siswa.

Judul-judul atau permasalahan yang dapat diangkat sebagai judul dalam penelitian tindakan antara lain: urutan materi ketika disajikan kepada siswa, meliputi urutan atau pengorganisasiannya, cara penyajiannya, atau pengaturannya. Tindakan lain misalnya menambah sumber bahan untuk meningkatkan penguasaan pokok bahasa yang dilakukan oleh guru sendiri atau menugaskan kepada siswa, dan sebagainya. Mencoba memberikan materi baru misalnya untuk muatan lokal, dapat juga dimasukkan dalam kategori judul penelitian tindakan. Materi lain dalam kegiatan ekstra kurikuler atau dalam pelajaran tambahan di sore hari, di hari libur, atau sebagai materi pengayaan bagi siswa yang sudah dapat menyelesaikan materi pokok lebih cepat dibanding siswa lain.

d. Unsur peralatan atau sarana pendidikan, dapat dicermati ketika guru sedang mengajar. Dengan tujuan meningkatkan mutu hasil belajar, yang bisa diamati guru, siswa, atau keduanya.

Judul-judul yang berkenaan dengan peralatan atau sarana pendidikan antara lain: penyediaan dan pengaturan peralatan, baik yang dimiliki oleh siswa secara perseorangan, peralatan yang disediakan oleh sekolah, ataupun peralatan yang disediakan dan digunakan di kelas. Sebagai contoh, guru ingin mencoba prosedur mana yang paling efektif apabila siswa dilibatkan dalam pengaturan alat-alat yang dimiliki oleh kelas, bagaimana mengatur giliran yang baik. Contoh lain adalah penertiban sarana yang dimiliki oleh siswa, agar ada upaya penghematan dalam menggunakan sarana, dan sebagainya.

Sumber:
Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Hal.142-144.

Bersambung ke bagian 3/3. Baca klik di sini.

Keyword terkait:
penelitian tindakan kelas, penelitian tindakan sekolah, penelitian tindakan madrasah, penelitian tindakan adalah, penelitian tindakan kelas adalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *