Sakit pada Anak Usia Di Bawah 4 Tahun

By | 30/09/2020

AsikBelajar.Com | Tampaknya ada beberapa penyakit yang muncul ketika anak mencapai usia tertentu. Misalnya, ketika bayi penyakit yang sering kali muncul adalah gangguan pernapasan dan pencernaan yang sering kali berakibat fatal. Dari umur 3 tahun sampai 6 tahun atau 8 tahun penyakit yang sering menjangkiti anak-anak antara lain polio, cacar air, gondongan, campak, batuk rejan, diphtheria, dan demam merah tua/penyakit jangkering. Semua jenis penyakit ini dapat menyerang anak-anak yang kurang mendapat perhatian dalam hal imunisasinya. Anak-anak pada usia ini juga rawan untuk terserang gangguan pencernaan dan batuk pilek dari taraf ringan sampai yang berat.

a. Anak-anak yang berkecenderungan sakit
Ada beberapa anak yang selalu sakit~sakitan atau kecenderungan sakitnya lebih besar dari anak lainnya dan bila jatuh sakit tampaknya lebih parah dibandin anak lain dengan penyakit yang sama. Sejumlah studi menyingkapkan bahwa penyebabnya bisa fisik ataupun psikologis. Penyebab fisik, misalnya keadaan yang tidak menguntungkan selama masa pralahir atau anak yang dilahirkan dengan susah payah cenderung kurang mampu menyesuaikan diri terhadap Iingkungan pasca lahir. Selain itu urutan kelahiran juga diindikasikan sebagai penyebab kecenderungan anak sakit. Biasanya anak pertama cenderung Iebih sehat dan lebih jarang sakit dari pada adik-adiknya. Hal ini disebabkan karena memang anak pertama cenderung mendapat perhatian lebih khusus dan lebih banyak dari orang tuanya terutama ibunya.

Penyebab psikologis yang kurang menguntungkan juga dapat membentuk kecenderungan anak untuk sakit-sakitan. Anak-anak yang dibesarkan dalam Iingkungan yang otokratis (ketat dan keras) akan cenderung lebih sering sakit dibandingkan dengan anak yang dibesarkan dalam keluarga yang demokratis. Anak-anak yang pada tahun-tahun pertamanya kurang mendapat perhatian dan kasih sayang cenderung lebih mudah sakit dari pada anak yang memperoleh suasana keluarga yang secara emosional sehat dan menunjang.

b. Sakit khayalan
Semua anak sekali waktu akan melaporkan kondisinya yang menurutnya ”kurang sehat”. Biasanya taktik ini digunakan untuk menghindari hukuman. Seberapa jauh berkembangnya invalid imajiner (penyakit psikosomatik) ini pada masa kanak-kanak masih belum ditemukan jawaban yang memuaskan. #4.27

Orang tua, khususnya ibu, sering kali secara tidak sadar justru mendorong anaknya agar merasa ”kurang sehat” karena mereka selalu mengkhawatirkan kondisi kesehatan anak. Semakin orang tua mencemaskan kesehatan anaknya dengan cara selalu mengingatkan anak agar makan dengan baik, tidur pada waktunya atau jangan sampai sakit akan semakin cenderung anak bertanya-tanya tentang kesehatan mereka sendiri.

c. Pengaruh sakit
Terlepas dari apakah penyebabnya fisik atau psikologis, namun setiap bentuk gangguan tersebut akan mempengaruhi perkembangan, perilaku, pembentukan kepribadian dan sikap anak. Penyakit tersebut dapat bersifat menahun atau hanya kadang-kadang, berlangsung singkat atau berlarut-larut.

Besar dan lamanya pengaruh penyakit tersebut terhadap anak terganrung pada sikap mental anak itu sendiri. Pengaruh penyakit yang umum terjadi pada anak-anak diantaranya sebagai berikut.
1) Pertumbuhan dan perkembangan tubuh kemungkinan akan terhambat dan terpengaruh khususnya pada penyakit yang lama dan menahun. Hampir semua penyakit dapat menyebabkan penumnan berat tubuh.
2) Pengaruh lanjutan sakit, ketika sakit anak kurang menggerakkan tubuhnya sehingga ototnya menjadi kehilangan sedikit tenaga dan mudah lelah. Sejumlah penyakit dapat menyebabkan kecacatan seumur hidupnya. Misalnya, polio yang membuat anak lumpuh.
3) Emosi meningkat, sakit selalu menimbulkan keguncangan terhadap keseimbangan. Anak yang sedang sakit hampir selalu memperlihatkan sikap mudah tersinggung, mudah cemas dan pemarah.
4) Perilaku sosial, anak-anak yang menderita sakit cukup lama sering kali menjadi canggung ketika akan bermain kembali dan kemanjaan yang didapatnya selama sakit dapat mengakibatkan sikap yang tidak sehat tentang nilai dirinya.
5) Keterbatasan untuk bergerak, seorang anak yang sedang menderita sakit atau dalam tahap penyembuhan biasanya diminta untuk tidak banyak bergerak dan harus banyak beristirahat. Hal ini cukup mempengaruhi pergaulan dengan teman-teman sebayanya.
6) Tugas sekolah, biasanya agak tertinggal jika anak mengalami sakit apalagi sakit yang dideritanya cukup lama.
7) Kesulitan perilaku, misalnya rewel, manja, dan menjadi suka mencari perhatian.
8) Gangguan kepribadian penyakit yang sifatnya menahun, seperti asma dan kencing manis, biasanya akan merusak kepribadian anak. #4.28

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 4.27-4.28.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *