Rancangan metode & Sasaran karyawisata - AsikBelajar.Com

Rancangan metode & Sasaran karyawisata

AsikBelajar.Com | Artikel ini membahas tentang metode pembelajaran karya wisata yang berisi tentang metode dan rancangan dalam melakukan karya wisata. Rincian lengkapnya sebagai berikut:

Rancangan metode karya wisata
Menurut Moeslichatoen (2004:79) mengemukakan secara umum persiapan guru untuk melakukan keryawisata adalah: a) Menetapkan sasaran yang diprioritaskan sesuai dengan tema kegiatan belajar yang dipilih. b) Mengadakan hubungan dan pengenalan medan sasaran karyawisata. c) Merumuskan program kegiatan melalui karyawisata. d) Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. e) Menetapkan tata tertib. f) Permintaan izin dan pertisipasi orang tua siswa. g) Persiapan guru di kelas.

Sasaran karyawisata
Adapun beberapa sasaran yang menjadi karyawisata sesuai dengan minat dari kebutuhan anak yaitu: (Moeslichatoen, 2004: 76-78)
a. Dunia binatang yang meliputi: 1) peternakan domba, sapi, kuda, kelinci, ayam, bebek. 2) perikanan, udang, bandeng, lele, mujair. 3) kebun binatang. 4) akuarium. 5) taman burung. 6) museum binatang dan burung. Kunjungan ke dunia binatang ini akan banyak memberikan pengetahuan dan pengalaman anak bersama hewan. Seperti pengetahuan tentang macam-macam hewan, jenis-jenis tempat tinggal hewan, perkembang biakan hewan, jenis hewan liar, jenis hewan peliharaan, dan jenis hewan buas, serta anak tahu bagaimana cara memberi makan hewan, dan bagaimana cara menyayangi hewan. Sedangkan melalui pengalaman anak akan dapat mengenal warna, suara, bau, sentuhan terhadap macam binatang tersebut dan dikaitkan dengan kehidupan anak sehari-hari. Selain aspek kognitif ternyata melalui #97

pengalaman tersebut akan berdampat pada perkembangan perasaan anak dalam kehidupan masyarakat, sebab melalui interaksi anak dengan hewan peliharaan akan dapat: 1) memberi keterampilan bagi seorang anak untuk melakukan interaksi sosial kepada manusia, 2) Hewan peliharaan akan mengajarkan komunikasi nonverbal kepada seorang anak secara tidak langsung, 3) seorang anak yang memiliki hewan peliharaan akan lebih mudah untuk berempati kepada orang lain, 4) bisa membantu seorang anak yang menderita autis untuk bisa melepaskan kesulitannya dari berinteraksi sosial, 5) Selain anak autis, gangguan mental lain yang bisa disembuhkan dengan pemeliharaan hewan adalah trauma. Hal ini karena hewan peliharaan bisa membentuk ikatan yang lebih dalam kepada anak tersebut.

b. Dunia tanaman yang meliputi: 1) perkebunan: kebun buah-buahan, sawah dan sebagainya. 2) kebun raya yang ditanami bermacam- macam pohon-pohonan, perdu dan rumput. 3) taman bunga: mawar, melati anggrek, aster, gladiol, dan lain-lainnya. 4) taman kota. 5) hutan wisata. 6) daerah pertanian. Kunjungan ke dunia tanaman memberikan pengetahuan kepada anak tentang macam-macam tanaman, perkembang biakan tanaman serta manfaat tanaman bagi kehidupan makluk yaitu manusia dan hewan.

c. Dunia kerja yang meliputi: 1) pekerjaan guru. 2) pekerjaan dokter. 3) pekerjaan polisi. 4) pekerjaan tukang pos. 5) tukang sampah. 6) tukang sayur/buah. 7) pedagang. 8) pemusik, penyanyi, penari, pemain sandiwara. 9) tukang pangkas. 10) pekerjaan di rumah makan. 11) petugas pemadam kebakaran, dan seterusnya. Kunjungan ke dunia kerja akan memberikan pengetahuan kepada anak yaitu mengenai macam-macam pekerjaan, bagaimana cara melakukan pekerjaan, peralatan-peralan yang digunakan dalam bekerja, dan siapa yang memerlukan jasa pekerjaan tersebut memperkaya pengetahuan. Sedangkan melalui pengalaman anak akan dapat memperkaya pengetahuan, wawasan dan perbendaharaan kata serta dapat mengembangkan minat anak pada pekerjaan yang disukainya.

d. Kehidupan manusia yang meliputi: 1) kehidupan di kota. 2) kehidupan di desa. 3) kehidupan di pesisir (pantai). 4) kehidupan di pegunungan.#98

dengan memperoleh langsung mengenai kehidupan manusia akan memperkaya pengetahuan, wawasan dan pembendaharaan bahasan anak tentang kehidupan manusia. Dengan berbagai ciri kepribadian, kebiasaan, pola pergaulan, mata pencarian, dan sebagainya.#99

Sumber:
Khadijah, 2016. Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing. Hal. 97 -99.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress