Rancangan Metode Bercerita untuk PAUD - AsikBelajar.Com

Rancangan Metode Bercerita untuk PAUD

AsikBelajar.Com | Agar dapat bercerita dengan tepat, maka harus melalui tahapan- tahapan rancangan bercerita, yaitu:

1) Rancangan persiapan guru
a) Menetapkan tujuan dan tema yang dipilih untuk kegiatan bercerita Maksudnya tujuan kegiatan bercerita yaitu untuk mencapai tujuan
dari pengajaran,dimana tema yang dipilih haruslah dekat dengan kehidupan anak tersebut. sehingga tema itu menjadi menarik, pemikat perhatian #93

anak, menantang untuk menanggapi, menggetarkan perasaan dan menyentuh nuraninya. Contoh: tema: bencana banjir. Tujuan: menanamkan kepekaan dan ketanggapan terhadap penderitaan orang lain, suka menolong dan cinta kepada orang lain.

b) Menetapkan rancangan bentuk bercerita yang dipilih
Setelah menetapkan rancangan tujuan dan tema bercerita, maka selanjutnya yaitu guru harus memilih salah satu dari bentuk-bentuk bercerita: bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar (misal: bercerita bencana banjir dengan ilustrasi gambar), membaca cerita dengan majalah/ buku (misal: bercerita bencana banjir dengan membaca cerita dalam buku/majalah), bercerita dengan menggunakan papan flanel (misal: bercerita bencana banjir dengan menggunakan papan flanel).

c) Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan untuk kegiatan bercerita
Maksudnya bila guru melakukan kegiatan bercerita dengan meng- gunakan ilustrasi gambar, maka cerita banjir tersebut harus digambarkan oleh guru atau dapat juga dengan menggunakan bantuan vidio atau film. Tetapi jika guru menggunakan bentuk bercerita dengan membaca buku mengenai banjir, maka guru hanya menunjukkan gambar dalam buku itu ketika bercerita. Namun bila guru menggunakan bentuk bercerita dengan menggunakan alat bantu papan flanel, maka guru harus menetapkan gambar rancangan yang mewakiki perwatakan pemegang peran dalam cerita banjir tersebut,pola gambar para tokoh-tokoh dibuat pada kertas yang dilapisi kertas gosok untuk ditempelkan pada papan flanel supaya anak dapat melihat tokoh-tokoh itu pada saat dipergunakan sebagai ilustrasi guru dalam bercerita sesuai dengan jalan ceritanya.

d) Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita Adapun langkah-langkah rancangan kegiatan yaitu:1) meng-
komunikasikan tujuan dan tema dalam kegiatan bercerita kepada anak.
2) mengatur tempat duduk anak. 3) merupakan pembukaan kegiatan bercerita. 4) mrupakan pengembangan cerita yang dituturkan guru. #94

5) bila guru telah menyajikan langkah ketigadan keempat secara lancar, maka guru menetapkan rancangan cara-cara bertutur yang dapat meng- getarkan perasaan anak dengan cara memberikan gambar anak-anak yang bernasib baik yang terhindar dari bencana banjir. 6) merupakan langkah penutup kegiatan bercerita dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita dan apa yang dapat kita lakukan untuk membantu parakorban bencana banjir.

e) Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita
Sesuai dengan dengan tujuan dan tema cerita yang dipilih, maka dapat dirancang penilaian kegiatan bercerita dengan menggunakan teknik bertanya pada akhir kegiatan bercerita yang memberikan petunjuk seberapabesarperhatiandantanggapananakterhadapisicerita.(Moeslichatoen, 2004:175-180). #95

Sumber:
Khadijah, 2016. Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing. Hal. 93-95.

Keyword terkait:
pengembangan kognitif anak usia dini khadijah; pengembangan kognitif anak usia dini melalui metode bermain; pengembangan kognitif anak usia dini pdf; pengembangan kognitif anak usia dini adalah; perkembangan kognitif anak usia dini menurut para ahli

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress