Proses Perkembangan Membaca Anak Usia Taman Kanak-kanak (usia 4-6 tahun)

By | 19/11/2020

AsikBelajar.Com | Artikel ini berjudul Proses Perkembangan Membaca Anak Usia Taman Kanak-kanak (usia 4-6 tahun) sebagai bahasan yang berhubungan dengan Perkembangan Membaca pada Anak pada buku Siti Aisyah sebagai kelanjutan dari sub bab item 3 tentang 3. Anak Usia Kelompok Bermain (Usia 3-4 Tahun) Menjelajahi Dunia dengan Kata-kata. Adapun artikel selengkapnya adalah sebagai berikut:

4. Anak Usia Taman Kanak-kanak (usia 4-6 tahun) Menemukan Tulisan

Kebanyakan anak usia TK berada pada “gerbang” menjadi pembaca. Pada usia ini, anak pada umumnya “membaca” dengan melihat tulisan, tetapi ia sering tergantung pada ingatan mengenai cerita dan pada gambar. Guru TK perlu “menenggelamkan” anak dalam dunia tulisan sehingga beberapa anak dapat membaca buku yang sederhana di akhir tahun. Di rumah, kita dapat mengembangkan potensi kemampuan literasi anak dengan membaca dan menulis bersama sesering mungkin, dengan mendorong anak membaca, dengan bermain permainan huruf dan bahasa, dan dengan memperkenalkan kata-kata baru ketika bercakap bersama-sama.

Hanya dalam lima tahun, anak usia TK pada umumnya telah belajar mengenal semua susunan tata bahasa dalam bahasa ibunya. Dia dapat mendengarkan dan menceritakan cerita yang rumit. Dia dapat bermain bahasa dengan menggunakan irama dalam mengucapkan daftar kata-kata yang mulai dengan suara yang sama. Anak usia TK mulai mengeksplorasi hubungan antara mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Dia belajar dengan huruf-huruf dan bunyi-bunyi, mengenali kata-kata yang umum, mengingat dan mengarang cerita, dan menggunakan semua keahlian ini untuk membaca buku yang sederhana dan menulis pesan yang sederhana.

Menghubungkan bahasa dan literasi dengan kehidupan sehari-hari di rumah akan menolong anak usia TK berkembang sebagai pembaca dan penulis. Proyek kecil seperti menulis daftar belanjaan bersama-sama, membuat kata-kata dengan huruf-huruf magnit untuk ditempel di kulkas, atau #6.20

sekedar membicarakan apa yang kita lihat ketika naik bus, dapat menjadi kejadian penting dalam perkembangan literasi anak. Kita perlu belajar lebih banyak cara untuk mendorong dan menginspirasi anak usia TK apabila dia terlihat lambat dalam perkembangan literasi.

a. Perkembangan mendengar
Anak usia TK mengembangkan ingatan untuk sesuatu yang didengar. Dengan memberikan kesempatan berlatih, anak usia TK dapat mengingat daftar sesuatu, seperti daftar belanjaan dan nomer telepon. Dia dapat mengingat arahan dengan beberapa langkah, seperti, “pakai piyamamu, ambil sebuah cerita, dan duduk di sofa.” Jika anak telah mampu mengingat sesuatu, termasuk kejadian dalam cerita, maka pengertiannya mengenai keseluruhan cerita akan menjadi. lebih baik.

Anak usia TK sering bertanya tentang kata-kata dan konsep yang tak dimengerti. Ini dinamakan “belajar aktif.” Ketika ia tidak memahami suatu cerita, ia mungkin akan mengajukan suatu pertanyaan yang ‘dapat menjelaskan pengertian. Ia juga mulai menghubungkan kejadian atau tokoh-tokoh dalam buku ke dalam pengalamannya sendiri. Menjadi pendengar yang aktif adalah langkah pertama untuk menjadi pembaca yang aktif. Kemampuan mendengar aktif yang dikembangkan anak, akan membantunya memahami cerita dengan lebih baik ketika ia menjadi pembaca yang sebenarnya.

Anak usia TK mengerti kalimat yang kompleks. Sebagian besar anak usia TK mengerti hampir semua susunan tata bahasa dalam bahasa ibunya. Dia mampu memahami ketika teman atau orang dewasa berbicara masa lalu, saat ini, dan masa depan. Sebagai tambahan, dia memahami ketika seorang teman atau orang dewasa berbicara tentang apa “yang mungkin” atau “dapat” terjadi. Kemampuan anak usia TK untuk memahami bahasa yang kompleks membantunya memahami cerita.

Anak usia TK dapat mendengarkan cerita yang panjang. Salah satu perkembangan utama_ selama lima tahun adalah kemampuannya berkonsentrasi pada tugas untuk waktu 15 sampai 20 menit. Anak usia TK dapat mendengar secara aktif cerita’ yang semakin kompleks dan mendiskusikan cerita dengan orang dewasa selama dan setelah membaca. Ketika anak usia TK mendengarkan cerita yang dibacakan dengan keras, dia mengembangkan kosa kata dan pengetahuan tentang dunia yang membantunya pada saat dia belajar membaca. #6.21

b. Perkembangan berbicara
Anak dapat berpartisipasi dalam percakapan yang lebih panjang dan lebih terarah. Beberapa anak usia kelompok bermain menjadi “pembicara besar.” Kosa katanya meningkat pada saat dia belajar dan memahami lebih banyak kata. Apakah berbicara tentang buku yang dibaca, peralatan yang dilihat di tempat bangunan, atau yang ingin dilakukannya esok di taman, omongan anak usia kelompok bermain kebanyakan lebih pada “topik” dibandingkan toddler. Beberapa anak kecil tampak seperti bicara dalam paragraf, bukan sekedar kalimat. Anak yang lain lebih senang mengamati dunia daripada membicarakan tentang hal tersebut.

Anak kecil sering “berlebihan mengaplikasikan” aturan bahasa. Karena anak masih belajar bagaimana bahasa bekerja, anak mungkin salah mengaplikasikan aturan yang telah ia pelajari.

Anak kecil mulai menarasikan tindakannya dengan kata-kata. Orang tua dan pengasuh mungkin mendengar anak usia kelompok bermain “berkata seperti orang berfikir”. Anak mungkin akan berbicara keras pada waktu memecahkan masalah, mengontrol prilakunya, dan terlibat dalam permainan pura-pura. Ini pergantian yang penting dalam perkembangan berfikir dan bahasa anak kita, menandakan tumbuhnya kemampuan merencanakan tindakan dan mengacu pada rencana tersebut pada saat dilaksanakan.

Anak belajar menjadi pengguna bahasa yang kreatif. Anak mungkin akan membuat kata-kata sendiri atau nama untuk sesuatu, khususnya orang atau binatang kesayangannya. Contoh, mainannya mammoth dari wool mungkin menjadi “mami,” atau dinosaurus yang berwarna pink menjadi, “pinki.” Kadang-kadang penggunaan yang kreatif ini menjadi lucu, kadang-kadang membingungkan, kadang-kadang tidak dapat dimengerti.

Anak belajar kekuatan dari kata-katanya. Pada saat anak mulai menyadari kekuatan yang dimiliki untuk membuat sesuatu, ia juga menemukan kekuatan kata-kata. Hal ini biasa bagi anak untuk mencoba kekuatan ini sekali-sekali melalui kekesalan atau bentuk lain berupa serangan kata-kata. Menghadapi kejadian ini, meskipun tidak menyenangkan, kita perlu menyediakan waktu dengan anak untuk membicarakan dampak kata-kata bagi orang lain.

c. Perkembangan menulis
Anak usia TK mulai menyadari bahwa ia adalah penulis. Beberapa anak Usia TK senang menulis, dan secara alami dia memasukkan kegiatan menulis #6.22

ke dalam kegiatan bermainnya. Dia pura-pura menjadi penulis, misalnya menulis pesanan pelanggan dalam sebuah buku catatan dan membuat tanda (plang) “kantor pos.” Meskipun belum dapat menulis cerita panjang, sebagian besar dapat menggambar dan menulis satu kata sebagai judul gambarnya. Ketika anak usia TK menyadari bahwa dirinya penulis, maka dia akan giat berlatih.

Anak usia TK menggunakan ejaan yang diketahuinya. Anak usia TK menggunakan apa yang diketahuinya tentang huruf dan bunyi untuk menuliskan pesan dengan menggunakan “ejaan yang diketahuinya” atau ejaan kata menurut bunyinya. Dengan belajar “memecah” kata untuk membantunya mendengar bunyi tunggal, anak usia TK dapat memberi judul gambarnya. Anak mungkin akan menulis “BR” untuk “beruang”” atau “baua” untuk “bawa”. Anak usia TK biasanya menggunakan lebih banyak konsonan dalam tulisannya, karena ia lebih sulit membedakan suara vokal. Menggunakan ejaan yang ditemukan sebenarnya membantu anak berlatih ; menghubungkan huruf dengan bunyi yang dibutuhkannya dalam membaca tulisan.

Anak usia TK dapat menulis beberapa kata yang dikenalnya. Selain dapat menuliskan kata-kata menurut bunyi yang didengar, anak usia TK juga mengembangkan bank kata-kata dalam fikirannya. Kata-kata ini mungkin meliputi nama teman-teman dan anggota keluarga. Menuliskan kata-kata ini berkali-kali dengan cara yang benar dapat membuat anak mampu membacanya kembali.

Anak usia TK dapat membaca apa yang telah dituliskan. Meskipun kita mungkin mengalami kesulitan mengartikan tulisan anak usia TK, sepertinya ia sendiri dapat membaca apa yang telah dituliskannya. Di sekolah, beberapa anak usia TK merasa bangga memperlihatkan tulisan yang ia buat di depan kelas. Namun tidak semua anak senang memperlihatkan tulisannya.

d. Perkembangan membaca
Pada akhir masa TK, sebagian besar anak dapat mengenali dan dapat membedakan huruf besar dan huruf kecil. Anak juga belajar bunyi berhubungan dengan sebagian besar huruf-huruf dalam abjad. Sebagian besar anak usia TK dapat mengatakan bahwa B berbunyi “b” dan M berbunyi “m” dan dapat menghubungkan huruf dan bunyi ke dalam permainan yang dimainkannya. Anak secara umum menguasai bunyi konsonan sebelum vokal karena lebih sulit mendengar perbedaan kecil di antara bunyi-bunyi vokal. #6.23
Sebagian besar anak usia TK dapat membaca beberapa kata dan buku sederhana. Anak-anak di TK mengenali beberapa kata dengan melihat dan mengenali kata-kata tersebut secara keseluruhan. Kata-kata yang didapat dari penglihatan biasanya meliputi namanya sendiri, teman-teman kelasnya, dan kata-kata yang sering digunakan di dalam tulisannya seperti “mam,” dan “sayang”. Anak juga belajar kata-kata yang dilihat di sekelilingnya, seperti “BERHENTI” dan “KELUAR.” Beberapa anak dapat membaca kelompok kata-kata seperti “cat,” “bat,” dan “mat.” Pada akhirnya, beberapa anak usia TK dapat “membaca” buku-buku yang tidak asing baginya dengan mengenali beberapa kata, mengingat-ingat jalannya cerita, dan melihat gambar.

Anak usia TK belajar membaca dari kiri ke kanan. Anak belajar bahwa kita membaca hingga akhir baris dan kembali ke kiri untuk membaca baris lainnya. Anak belajar dari mana tulisan mulai dan berakhir serta mempelajari perbedaan antara kata dan huruf. Beberapa anak dapat menirukan kata-kata dalam buku. Bahkan anak mulai mengenali dan belajar kegunaan beberapa tanda baca yang umum seperti titik dan koma. Memahami secara utuh makna tulisan dan bagaimana sistem bacaan berjalan, merupakan hal yang penting untuk belajar membaca.

Anak usia TK dapat memahami lebih dari sekedar jalannya cerita. Anak dapat mengembangkan pikirannya dan mendiskusikan mengapa suatu kejadian terjadi dan mengapa tokoh cerita bertindak seperti itu. Anak juga dapat membuat perkiraan yang masuk akal tentang apa yang akan terjadi berikutnya dan menghubungkan kejadian dalam cerita dengan kejadian dalam kehidupannya sendiri. #6.24

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 6.21 – 6.24

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *