7 Hal Penting dalam Program Musik Anak Prasekolah

By | 12/01/2021

5) Tempo
Guru dapat mulai meningkatkan tempo (membuatnya makin hidup) untuk menyesuaikan perkembangan aktivitas yang dilakukan, namun setiap lagu juga harus bervariasi.

6) Kualitas Nada Suara
Aturannya sama, seperti untuk anak usia 2-3 tahun.

7) Syair
Guru sudah dapat mulai menggunakan lagu-lagu yang memakai kata-kata baru sejauh masih dalam konteks kata-kata yang telah dikenal yang membawa makna dari kata-kata baru.

8) Media
Lagu-lagu masih harus dinyanyikan secara bersama-sama. Ajaklah anak anak mendengarkan musik paduan suara jika lagunya cukup sederhana, bagus dan berkualitas (misalnya Hymne, tetapi bukan lagu-lagu gospel atau koor). Mulailah sebuah kelompok ritme. Gunakan rekaman musik yang berhubungan dengan aktivitas yang dilakukan. Anak-anak mungkin ingin menambah dramatisasi lagu tersebut.

9) Jenis
Jenis yang paling baik adalah dengan menggunakan lagu-lagu yang pendek dengan kalimat-kalimat yang diulang-ulang. Jaga agar lagu tetap dalam kecepatan rata-rata. Pakailah musik yang sederhana, namun berkualitas (tidak perlu lagu-lagu koor) untuk melakukannya. Anak-anak juga dapat mulai diajak menikmati sebuah konser musik organ atau mendengarkan rekaman atau pun paduan suara gereja.

6. Anak-anak Senang Menggunakan Alat-alat Musik
Anak-anak senang menggunakan alat-alat musik dan perlu beberapa kesempatan untuk mencoba dan mendengarkan bunyi yang dihasilkan. Sediakan alat-alat musik berirama pada beragam waktu dan tempat. Anak-anak dapat menggunakannya dengan bebas dan diizinkan untuk mencoba alat-alat musik tersebut sebab bunyi alat-alat musik akan berbeda di udara terbuka. jadi, disarankan untuk menggunakannya di dalam dan di luar ruangan. Alat-alat musik yang bervariasi dalam kualitas bunyi dan warna nada yang sangat penting untuk dikoleksi. Pendidik dapat membantu anak-anak berpikir tentang suara yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, dan bunyi tidak akan sama pada setiap alat musik. Pendidik dapat mengajukan pertanyaan pada anak-anak untuk membantu mereka menemukan bagaimana #7.46

membuat bunyi terbaik yang disukai. Contohnya, guru dapat mengambil beberapa drum dengan bentuk dan ukuran yang berbeda, beberapa macam tongkat pemukul (tongkat yang kecil dan kurus, tongkat dengan bagian kepala yang besar dan tongkat yang besar dan berat). Guru meminta anak-anak untuk memukul drum dengan tongkat pada tempat yang berbeda. Mintalah anak-anak untuk membuat keputusan, manakah bunyi yang paling mereka sukai dari beberapa bunyi yang dihasilkan dengan menggunakan alat dan tempat yang berbeda. Dengan cara ini, pendidik mencoba menyalurkan kesenangan anak-anak untuk mencoba dan menemukan sendiri tentang cara bunyi dihasilkan dari suatu alat musik dan bagaimana membuat bunyi yang menyenangkan atau tidak menyenangkan.

7. Mendengarkan Musik adalah Penting
Pengalaman musik lain yang penting yang perlu ditawarkan oleh lembaga prasekolah pada anak-anak adalah mendengarkan musik yang dimainkan oleh musisi.

Biasanya pendidik dapat menemukan seseorang yang disukai anak-anak dan akan senang membuat musik untuk anak. Temukan beberapa orang yang senang musik dan dapat memainkan instrumen untuk menambah minat anak-anak dalam menjelajah musik terhadap mereka sendiri. Tidak semua anak-anak dapat diharapkan untuk mendengarkan setiap saat kesempatan musik yang ditawarkan. Kita tidak dapat memaksa semua anak untuk memperhatikan. Paksaan ini tidak akan membangun sikap yang positif pada musik. Anak-anak yang tidak mau mendengarkan musik dapat dihormati kebutuhannya pada kelompok pendengar agar tetap duduk tenang dengan memilih bagian kegiatan dari kelompok.

Rekaman atau kaset dapat dipilih sebagai variasi dari kegiatan mendengarkan musik. Berbagai aliran musik dapat digunakan untuk kegiatan ini seperti musik rock, pop, jazz, keroncong, musik alternatif, klasik dan sebagainya. Dari sekian banyak jenis musik, musik klasik paling banyak digunakan untuk kegiatan ini, terutama untuk diperdengarkan pada anak-anak.

Dari sekian banyak karya musik klasik, gubahan Wolfgang Amadeus Mozart (1756 – 1791) yang paling dianjurkan. Beberapa penelitian sudah membuktikan, musik-musik karya Mozart memberikan efek paling positif bagi perkembangan janin, bayi dan anak-anak. Penelitian itu diantaranya dilakukan oleh Dr. Alfred Tomatis dan Don Campbell. Mereka mengistilahkan sebagai “efek Mozart”. #7.47

Dibanding gubahan musik klasik lainnya, melodi dan frekuensi yang tinggi pada karya-karya Mozart mampu merangsang dan memberdayakan daerah kreatif dan motivatif di otak. Yang tak kalah penting adalah kemurnian dan kesederhanaan musik Mozart itu sendiri. Komposisi yang disusunnya telah berhasil menghadirkan kembali keteraturan bunyi yang telah disusunnya telah berhasil menghadirkan kembali keteraturan bunyi yang pernah dialami bayi selama dalam kandungan. Namun, tidak berarti karya komposer klasik lainnya tidak dapat digunakan.

Dengan memperdengarkan Mozart secara teratur semenjak masa kehamilan, akan banyak efek positif yang bisa didapat. Diantaranya sebagai berikut.

a. Orang tua dapat berkomunikasi dan bersambung rasa dengan anak bahkan sebelum ia dilahirkan.
b. Musik ini dapat merangsang pertumbuhan otak selama masih dalam rahim dan pada awal masa kanak-kanak.
c. Memberikan efek positif dalam hal persepsi emosi dan sikap sejak sebelum dilahirkan.
d. Mengurangi tingkat ketegangan emosi atau nyeri fisik.
e. Meningkatkan perkembangan motoriknya, termasuk lancar dan mudahnya anak merangkak, berjalan, melompat dan berlari.
f. Meningkatkan kemampuan berbahasa, perbendaharaan kata, kemampuan berekspresi, dan kelancaran berkomunikasi.
g Meningkatkan kemampuan sosialnya.
h. Meningkatkan keterampilan membaca, menulis, kemampuan untuk mengingat serta menghafal.
i. Membantu anak membangun rasa percaya dirinya.

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional.  Hal. 7.42 -7.48.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *