Prinsip & Konsep Kunci dalam Quantum Learning

By | 27/04/2020

AsikBelajar.Com | Quantum learning model memiliki lima prinsip atau kebenaran tetap. Prinsip-prinsip ini dianggap sebagai chord dasar dari simponi belajar seorang guru. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

Quantum learning

a. Segalanya Berbicara
Segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh guru, dan kertas yang guru bagikan hingga rancangan pelajaran guru, semuanya mengirim pesan tentang belajar.

b. Segalanya Bertujuan
Semua yang terjadi dalam pengubahan guru mempunyai tujuan. Tujuannya tiada lain adalah mewujudkan pembelajaran dan pencapaian quantum learning tersebut.

c. Pengalaman Sebelum Pemberian Nama
Otak kita berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks yang akan menggerakkan rasa ingin tahu kita. Oleh karena itu, proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama-nama untuk apa yang mereka pelajari. …161

d. Akui Setiap Usaha
Belajar mengandung risiko. Belajar berarti melangkah keluar dari kenyamanan. Pada saat siswa mengambil Iangkah itu, mereka patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan ,diri mereka.

e. Jika Layak Dipelajari, Layak Pula Dirayakan
Perayaan adalah sarapan pelajar sang juara. Perayaan adalah umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.

Sedangkan konsep kunci dalam Quantum Learning dari berbagai teori dan strategi belajar yang digunakan antara Iain:

1) Teori otak kanan kiri.
2) Teori otak triune (3 in 1).
3) Pilihan modalitas (visual, auditorial dan kinestetik).
4) Teori kecerdasan ganda.
5) Pendidikan holistic (menyeluruh).
6) Belajar berdasarkan pengalaman.
7) Belajar dengan simbol (metaphoric learning).
8) Simulasi/permainan.
9) Peta Pikiran (mind mapping).

Selain beberapa konsep tersebut, ada beberapa unsur-unsur penting dari metode quantum learning. Sebab, pada …162

dasarnya, metode ini sama dengan sebuah simponi. Unsur‘ unsur dalam quantum learning model terdapat dalam dua kategori, yaitu konteks dan isi. Guru sebagai konduktor dari siswa-siswa yang sedang belajar harus mengubah banyak bagian. Bagian konteks meliputi pengubahan suasana, landasan, lingkungan dan rancangan belajar. Sedangkan bagian isi meliputi pengubahan penyajian informasi/materi, fasilitas, keterampilan belajar untuk belajar, dan keterampilan hidup. …163

Sumber:
Cahyo, Agus N. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Diva Press: Yogyakarta. Hal.161-163

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *