Prinsip Dasar Teori Vygotsky - AsikBelajar.Com

Prinsip Dasar Teori Vygotsky

AsikBelajar.Com | Vigotsky mengatakan bahwa jalan pikiran seorang harus mengerti dari latar sosial-budaya dan sejarahnya. Artinya, untuk memahami pikiran seseorang bukan dengan cara menelusuri apa yang ada di balik otaknya dan pada kedalaman jiwanya, melainkan dari asal usul tindakan sadarnya dan dari interaksi sosial yang dilatari oleh sejarah hidupnya (Goll & Greenberg, 1990).

Peningkatan fungsi-fungsi mental seseorang berasal dari kehidupan sosial atau kelompoknya, dan bukan dari individu itu sendiri. Interaksi sosial demikian antara lain berkaitan erat dengan aktivitas-aktivitas dan bahasa yang dipergunakan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Blover (dalam asrori, 2003:159-160) bahwasanya di dalam proses berfikir digunakan symbol-symbol yang memiliki makna atau arti tertentu bagi masing-masing individu, manifestasi dari proses berfikir manusia serta sekaligus menjadi karakteristik dari proses berfikir manusia adalah bahasa.

Kunci utama untuk memahami proses- proses sosial dan psikologis manusia adalah tanda-tanda atau lambang yang berfungsi sebagai mediator (Wertsch, 1990). Tanda –tanda atau langkah-langkah tersebut merupakat produk dari lingkungan sosiokultural dimana seorang berada.

Vygotsky membuat empat kerangka dasar yang menjadi prinsip dalam memahami aspek psikologis pendidikan anak. Keempat prinsip yang dimaksud adalah:

1) Anak Membangun Berbagai Pengetahuan
Vygotsky meyakini bahwa anak-anak menyusun pengetahuan mereka sendiri secara aktif dan tidak secara pasif menghasilkan berbagai pengetahuan

tersebut. Menurut Vigotsky, susunan kognitif selalu melibatkan perantara lingkungan sosial yang dipengaruhi oleh pengalaman interaksi sosial pada masa yang lampau.(Sujiono, 2009:4.9-4.10)

2) Perkembangan kognitif tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial
Menurut Vygotsky konteks sosial mempengaruhi cara belajar seseorang tentang sikap dan kepercayaan. Konteks sosial menghasilkan proses kognitif yang juga merupakan bagian dari proses perkembangan. Konteks sosial terdiri atas beberapa tingkat sebagai berikut: a) Tingkatan interaksi perantara dimana setiap anak melakukan interaksi pada saat-saat tertentu, b) Tindakan struktural yang mencakup struktur-struktur sosial yang berpengaruh pada anak-anak seperti keluarga dan sekolah,
c) Tingkatan sosial dan budaya secara umum yang mencakup ciri- ciri masyarakat seperti bahasa, sistem numerik dan penggunaan teknologi.

Menurut Vygotsky, perolehan pengetahuan dan perkembangan kognitif seseorang seiring dengan teori sociogenesis. Dimensi kesadaran sosial bersifat primer, sedangkan dimensi individualnya bersifat derivatif atau merupakan turunan dan sifat sekunder (Palincsar, Wartsch dan Tulviste, dalam Supraktiknya, 2002). Artinya bahwa pengetahuan dan perkembangan kognitif individu berasal dari sumber-sumber sosial di luar dirinya. Hal ini tidak berarti bahwa individu bersikap pasif dalam perkembangan kognitifnya, tetapi Vygotsky juga menekankan pentingnya peran aktif seseorang dalam mengonstruksi pengetahuannya. Oleh karena itu, teorinya lebih tepat disebut dengan pendekatan ko-konstruktivisme. Maksudnya, perkembangan kognitif seseorang di samping ditentukan oleh individu sendiri secara aktif juga oleh lingkungan sosial yang aktif pula. (Sujiono, 2009: 4.10-4.11)

Sumber:
Khadijah, 2016. Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing. hal. 60 – 61.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress