Praktik Pembelajaran IPS dengan Portofolio

By | 11/06/2020

AsikBelajar.Com | Protofolio dalam pendidikan mulai dipergunakan sebagai salah satu jenis model penilaian (assessment) yang berbasis produk, yakni penilaian yang didasarkan pada segaIa hasil yang dapat dibuat atau ditunjukkan peserta didik, kemudian dihimpun dalam sebuah map jepit (portofolio) untuk dijadikan bahan pertimbangan guru dalam memberikan asesmen autentik terhadap kinerja peserta didik. Makna pembelajaran berbasis portofolio dalam pembelajaran pengetahuan sosial adalah memperkenalkan kepada peserta didik dan membelajarkan mereka “pada metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik” kewarganegaraan/kemasyarakatan.

Lantas, bagaimana langkah-langkah praktiknya?

Secara teknis, pendekatan portofolio dimulai dengan membagi peserta didik dalam kelas ke dalam beberapa kelompok, lazimnya dilakukan menjadi 4 atau sesuai menurut keadaan dan keperluannya. Berdasarkan urutannya, setiap kelompok membidangi tugas dan tanggung jawab masing-masing, antara lain:
a. Kelompok portofolio satu; menjelaskan masalah. Dalam tugasnya, kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah mereka pilih untuk dikaji dalam kelas.
b. Kelompok portofolio dua; menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah dalam …235
tugasnya, kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan atau kebijakan yang dirancang untuk memecahkan masalah.
c. Kelompok portofolio tiga; membuat satu kebijakan publik yang didukung oleh kelas. Dalam tugasnya, kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta memberikan pembenaran terhadap kebijakan tersebut.
d. Kelompok portofolio empat; membuat satu rencana tindakan agar pemerintah (setempat) dalam masyarakat mau menerima kebijakan kelas. Dalam tugasnya, kelompok Iini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana warga negara dapat mempengaruhi pemerintah (setempat) untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas yang apa yang telah dipelajari.

Pada saat itu juga, siswa yang belajar dalam kelompok kecil akan tumbuh dan berkembang pola belajar tutor sebaya (peer group) dan belajar secara bekerja sama (cooperative). Dalam hal ini, guru bukan lagi berperan sebagai satu-satunya narasumber tetapi berperan sebagai mediator, stabilisator, dan manajer pembelajaran. Iklim belajar yang berlangsung dalam suasana keterbukaan dan demokratis akan memberikan kesempatan yang optimal bagi siswa untuk mem~ …236
peroleh informasi yang lebih banyak mengenai materi yang dibelajarkan. Hal ini sekaligus melatih sikap dan keterampilan sosial siswa sebagai bekal dalam kehidupannya di masyarakat, sehingga perolehan dan hasil belajar siswa akan semakin meningkat. …237

Sumber:
Cahyo, Agus N. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Diva Press: Yogyakarta. Hal. Hal.Hal.Hal.235-237

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *