Perkembangan Sosial Dan Emosi Pada Anak Usia 1 Hingga 5 Tahun - AsikBelajar.Com

Perkembangan Sosial Dan Emosi Pada Anak Usia 1 Hingga 5 Tahun

AsikBelajar.Com | Kemampuan sosial dan emosional anak berkembang sejak tahun pertama kehidupan anak. Kemampuan tersebut sangat menarik dan mengagumkan, seperti pertalian bayi dengan pengasuh dan orang tuanya. Meskipun bayi Anda adalah unik dari cara bayi menunjukkan dirinya atau perilakunya, banyak bayi yang perkembangan emosi dan sosial sering tidak dapat diprediksi perkembangannya.

1. Pada usia 1 bulan, bayi mengekspresikan perasaan mereka lewat gerakan, kontak mata dan meraba. Pada tahap ini pertumbuhan tulang bayi sedang berkembang.

2. Usia di antara 2 dan 4 bulan, bayi berkembang dengan pengasuhan orang tua mereka. Mereka lebih mudah diam saat menangis ketika melihat pengasuh yang dikenalinya ketimbang dengan orang asing. Mereka melukis wajah orang-orang di sekitarnya dengan melakukan kontak mata, meraba dengan tangannya, dan senyuman.

3. Sekitar usia 4-6 bulan, hubungan sosial bayi menjadi lebih bertambah dan bayi lebih suka dipeluk dan tertawa. mereka lebih ekspresif dan tidak takut dengan dokter atau orang-orang yang asing. Ekspresi wajahnya spontan dapat terlihat saat anak marah, menikmati, tertarik, takut atau mendapatkan kejutan.

4. Selama rentang usia 6 sampai 9 bulan, bayi meminta untuk disayangi dan cara yang sering dilakukan orang tua adalah dengan menggendong dan begitu juga dengan orang-orang yang dekat dengannya. Selama #9.72

dalam gendongan bayi belajar untuk mempercayai pengasuhnya. memori mereka berkembang dan menandai memilih salah satu dari mereka dan mulai melihat yang lain sebagai orang asing. Bayi lupa dengan pengasuh tetapnya ketika mereka jauh dan jika bayi sering menangis, minta kembali atau bersikeras, perilaku tersebut menunjukkan bagian dari protes bayi. Bayi Anda dapat memperlihatkan rasa takut dan cemas dengan orang-orang sekitar yang tidak dikenalinya, perilaku ini disebut ketakutan terhadap orang asing.

5. Takut terhadap orang asing terjadi saat anak berada rentang usia 9 hingga 12 bulan. Bayi yang merasa aman dengan kasih sayang dari pengasuhnya menjadi lebih tertarik dalam bereksplorasi dunia mereka.

1) Toddlers (Anak Usia 12-24 Bulan)
Perkembangan sosial anak usia Toddlers adalah sebagai berikut.

a. Biasanya lebih bersahabat dengan orang lain; perasaan takut dengan orang asing sudah mulai hilang.
b. Dapat membantu membawa dan merapikan mainan.
c. Pada satu waktu dapat bermain sendiri.
d. Merasa senang ketika dipeluk dan dibacakan cerita.
e. Sering meniru apa yang dilakukan orang dewasa.
f. Menyukai perhatian orang dewasa, seperti mengetahui orang yang berada dekat dan memberikan pelukan dan ciuman.
g. Suka melihat dirinya sendiri di depan kaca.
h. Suka berada dengan anak-anak lain, tetapi tidak dapat mengikuti permainan.
i. Sudah mulai mandiri; sering menolak untuk ikut serta pada rutinitas seperti tidak mau memakai baju; membereskan sepatu makan, mandi; ingin mencoba segala sesuatu tanpa dibantu.
j. Merasa marah ketika ada sesuatu yang salah atau jika terlalu lelah atau merasa frustrasi.
k. Lebih cerewet terhadap orang dan keadaan sekeliling, memperhatikan dengan saksama anak yang lebih besar untuk mempersiapkan diri mereka ketika anak merasa keadaan tidak aman.

2. Usia 2 Tahun — 5 Tahun
Karakteristik sosial emosional anak usia 2 tahun adalah sebagai berikut.
° Menunjukkan rasa empati dan menyayangi, memberikan kenyamanan kepada temannya jika terluka atau berkelahi; rasa takut #9.73

kadang-kadang hilang dengan kasih sayang salah satunya memberikan pelukan dan ciuman dengan anak lain.

° Menggunakan kekerasan secara terus-menerus jika merasa frustrasi atau marah (pada beberapa anak, rasa marah ini bisa memuncak kepada anak lain); perilaku agresif biasanya sejalan dengan kemampuan anak mengekspresikan kata-katanya.

° Usia ini merupakan puncak dari perilaku agresif pada anak. Tidak dapat dicari tahu penyebabnya selama perilaku itu terjadi.

° Tidak sabar ketika harus menunggu.

° Suka membantu pekerjaan rumah tangga; meniru kegiatan seharihari, mencoba memperbaiki toilet yang tersumbat, memberi makan boneka.

° Suka memerintah orang tua dan pengasuhnya, mereka suka berkeliling, membuat kegaduhan, dengan cepat mengantisipasi komplain dari yang dewasa.

° Melihat dan meniru anak lain ketika bermain, tetapi jarang ikut bergabung; lebih senang bermain sendiri.

° Mau bertukar mainan dengan anak lain, tetapi juga kadang-kadang tidak mau berbagi mainan dengan temannya dan masih mengoleksi mainan.

° Sangat sulit membuat pilihan anak menginginkan semuanya.

° Sering menentang secara langsung dan berkata tidak.

° Urutannya: menginginkan sesuatu “harus”, sering membawa rutinitas sebelumnya , menguasai tempat “yang mereka miliki’”.

° Mengerti jika diminta kembali, tetapi kadang-kadang tidak selalu mau melakukannya.

° Bersahabat; tertawa kencang; ingin pergi ke suatu tempat.

° Mimpi buruk sewaktu-waktu, memiliki rasa takut akan kegelapan, takut pada monster atau kebakaran.

° Mau berpartisipasi pada permainan sederhana dan aktivitas kelompok, juga merasa ragu-ragu.

° Sering bicara sendiri.

° Meaggunqmakan simbol sebagai alat dalam bermain; balok diumpamakan seperti truk, jakur, alat pemukul.

° Mengamati anak lain yang sedang bermain; mau bergabung walaupun sebentar; sering bermain paralel dengan anak lain. #9.74

° Mempertahankan dan menjaga mainannya; pada satu waktu bisa menjadi agresif ketika mainannya direbut; menyakiti anak lain, menyembunyikan mainannya.

° Ketika bermain sendiri ia akan menarik perhatiannya temannya sehingga teman lainnya mau ikut bergabung.

° Melindungi temannya yang lebih kecil atau teman lain yang disakiti. Mau duduk dan mendengarkan cerita tidak lebih 10 menit; tidak masalah dengan anak lain yang mau mendengarkan cerita dan mau kembali untuk mendengarkan.

° Mau mengikuti untuk mendapatkan selimut, memelihara binatang atau membuat mainan yang bagus.

° Kadang-kadang mood-nya berubah-ubah dan tidak dapat diprediksi; pada satu waktu tertawa, kemudian menangis; bisa tiba-tiba marah karena frustrasi (ketika bermain balok dan tidak dapat menyusunnya); merajuk ketika tidak diajak ke luar jalan-jalan. Bermain dengan khayalannya atau menemani makan bersama; bercakap-cakap dan berbagi perasaan dengan teman-teman. membual, membesar-besarkan, dan “ memutar balikkan” kebenaran dengan membuat cerita lain atau membungkam.

° Bergabung dengan teman-teman lain; berpartisipasi dalam aktivitas kelompok.

° Menghargai prestasi; mencari perhatian lebih dari orang tua.

° Sering merasa egois; tidak selalu dapat kembali atau mengerti ketika diminta kembali pada kondisi semula, mengadu kepada anak lain Meminta untuk mencoba melakukan sesuatu sendiri, tetapi mudah putus asa ketika tidak bisa.

° Menikmati bermain dengan aturan dan mengikuti aktivitas yang dibuatnya.

° Sebagian waktunya dipergunakan untuk kata-kata dari pada perbuatan marah-marah kepada temannya dengan berteriak dan mengancam: “ kamu tidak boleh datang pada pesta ulang tahun aku”.

° Memanggil nama dan lebih sering mencela menggunakan cara melarang anak lain masuk.

° Mulai menentukan teman dekat yang akan dijadikan sahabat untuk bermain. #9.75

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 9.72 – 9.75.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress