Perkembangan Otak Anak 0-2 Tahun

By | 11/03/2021

AsikBelajar.Com | Periode perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga usia 2 tahun disebut sebagai infacy period. Dimana Masa ini merupakan masa yang sangat bergantung kepada orang dewasa. Banyak kegiatan psikologis yang terjadi seperti bahasa, pemikiran simbolis, koordinasi sensorimotor, dan belajar sosial hanya sebagai permulaan. Banyak ahli yang menyebut masa bayi sebagai masa fital, karena kondisi masa bayi merupakan pondasi pada pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. #19

Perkembangan kognitif adalah salah satu aspek perkembangan manusia yang berkaitan dengan pengertian (pengetahuan), yaitu semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan memikirkan lingkungannya (Desmita, 2010: 103).

Pada waktu anak dilahirkan, proses pembentukan otak anak belum selesai. Ada waktu seorang bayi baru saja lahir, ukuran tengkoraknya belum maksimum. Demikian juga pembentukan otaknya belum tumbuh sampai ukuran maksimum. Hal itu disebabkan karena keterbatasan jalan lahir dan panggul seorang calon ibu. Akibatnya pada saat lahir otak baru berkembang sebagian dan terus akan tumbuh sampai anak kira- kira berusia dua tahun. Pada saat ini merupakan masa-masa per-tumbuhan otak anak yang utama. Pada saat ini pula proses koneksi antar syaraf otak anak sedang terbentuk. Karena itu, pada saat ini pula terbuka kesempatan luas untuk membentuk pertumbuhan anak yang untuk menentukan kehidupannya di masa mendatang. Kebahagiaan anak dimasa mendatang, sangat dipengaruhi oleh apa yang diiterima anak baik dari ayah dan ibunya maupun dari lingkungannya ketika awal kehidupannya.

Pada saat anak usia nol sampai dua tahun, ratusan milyar neuronnya belum terhubung ke dalam jaringan-jaringan otaknya. Oleh karena itu melalui stimulasi dari lingkungan, koneksi jaringan otak itu akan terbentuk daan semangkin kuat. Ketika masih bayi, melalui interaksi keakraban dengan orang tuanya, dengan kerabat keluargaanya dan dengan lingkungannya yang memberi kasih sayang kepada anak serta memperkenalkan kepada anak inilah dunia, pada saat itulah sedang terbentuk jaringan koneksi neuron yang disebut synap. Apabila synap- synap ini dalam kehidupan sehari-hari sering digunakan dalam berulang- ulang maka akan terjadi penguatan dan melekat pada otak anak, tetapi sebaliknya jika jarang digunakan maka synaps-synaps itu akan melemah dan akhirnya menghilang dari otak anak.

Sesuai kodratnya, seorang bayi menyenangkaan bagi siapa saja terutama orang tuanya. Ketika orang tua memperhatikan, bayi itu sangat lucu dan menabjubkan. Bayi ternyata sudah mulai belajar membedakan suara orang, dan menentukan letak suatu benda secara kasar dari bunyinya #20

(Freemaan dan Munandar, 2000). Bayi sudah bisa membedakan rasa manis, asam, pahit dan asin. Hal itu menunjukkan bahwa indera yang pertama kali berfungsi dengan baik adalah pendengaran, kemudian diikuti indra perasa dan indera peraba. Sedangkan indera penglihatan akan memerlukan waktu yang lebih lama lagi. Tetapi ia telah mampu memfokuskan mata pada suatu benda yang jaraknya kira-kira dua puluh senti meter (kurang lebih sama jaraknya mata seorang anak dan ibunya ketika menetek) dan tidak lama akan diikuti oleh kemampuan memperhatikan benda-benda yang bergerak.
Neuron orang dewasa jumlahnya sangat besar. Namun pada saat bayi dilahirkan baru memiliki sekitar 100 miyar neuron (Campbell, 2001). Dari neuron sebayak itu baru terjalin koneksi sekitar 50 trilyun.

Pada bulan-bulan pertama dalam kehidupan seorang anak jaringan koneksinya harus ditambah dua puluh kali lipat sehingga menjadi seribu trilyun. Pertumbuhan pembentukan koneksi otak sebanyak itu harus di dukung oleh energi yang cukup besar. Sebab itu, tidak mengherankan jika selama masih kanak-kanak otak mengkonsumsi energi dua kali lipat. Perkembangan otak dan syaraf anak terus berproses selama masa kanak-kanak. Menurut Sharon Begley (dalam Campbell. 2001) proses perkembangan otak yang sangat penting ketika ia berusia sekitar empat bulan. Pada saat itu syaraf- syaraf mulai beroperasi secara penuh sampai usia sekitar 11 atau12 tahun. Setelah usia itu proses perkembangan otak masih terus terjadi walaupun tidak secepat saat usia anak-anak. Proses ini meliputi penyelaputan jalur-jalur syaraf otak dengan suatu zat isolator yang disebut mielin. Meilin mengisolasi syaraf-syaraf sehingga memungkinkan cepatnya pengiriman pesan-pesan yang dilewatkan syaraf tersebut sehingga kinerjanya menjadi lebih baik.

Proses pembungkusan mielin syaraf pendengaran ternyata telah brproses sejak bayi masih dalam kandungan. Karena itu indera pendengaran telah berfungsi dengan baik ketika bayi dilahirkan. Proses mielenisasi syaraf tersebut berlangsung secara bergilir. Pada saat anak berusia 4 hingga 8 bulan daerah indera penglihatan anak telah termielinisasi dengan baik. Karena itu anak akan mulai melihat seperti halnya seorang dewasa. #21

Seperti telah dibahas sebelumnya bahwa otak ternyata di samping tersusun dari bawah ke atas juga terbelah menjadi dua belahan, yaitu belahan otak kiri dan otak kanak. Kedua belahan otak itu dihubungkan melalui korpus kolusum yaitu serabut tebal syaraf. Serabut ini telah termielin sehingga kedua belahan otak dapat berkoordinasi. Jika proses ini telah lengkap tidak lama setelah itu ia akan mulai menggapai dan meraba dan mencengkram apa saja yang dekat dengan dirinya. Perubahan terlihat jelas saat usia anak mencapai sekitar enam bulan. Pada saat itu anak pada umumnya sudah bisa duduk dengan berbagai eksperimennya seperti menggigit setiap benda yang dapat dijangkaunya. Menurut Patricia Kuhl dari Universitas Washington, anak berusia sekitar 6 bulan telah menciptakan peta auditori atas bahasa orang tua berdasarkan pola yang ditiru dari orang tua.

Percabangan sistem koneksi otak yang terus mendapatkan penguatan akan tumbuh dan dipertahankan, sedangkan yang tidak pernah digunakan lama kelamaan akan mati. Dengan demikian, kelak jika sudah dewasa hanya sistem koneksi otak yang sering digunakan saja yang bertahan sedangkan yang tidak digunakan, akan hilang dari otak kita. Proses tersebut terjadi secara alamiah. Karena itu, tidak harus diartikan bahwa anak harus dihujani dengan berbagai macam rangsangan sepanjang hari. Jika terjadi pemaksaan dan pemberian rangsangan yang berlebihan seperti itu akan menciptakan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi perkembangan otak berikutnya. Pada saat itu, perlu diberikan kepada anak adalah perlakuan pemberian suasana lingkungan yang memungkinkan bayi dapat mengeksplorasi berbagai macam benda yang tidak berbahaya bagi anak. Kepada anak perlu diberikan rangsangan kejadian dan bunyi sebanyak-banyaknya sepanjang tidak dipaksakan oleh keinginan orang tua.
Orang tua mungkin tidak terkejut ketika mendengar para ahli fisiologi menemukan bahwa informasi yang disampaikan dengan penuh emosi (dalam arti positif) dan perasaan tampaknya jauh lebih merangsang rangkaian syaraf dari pada informasi yang disampaikan secara netral. Maksudnya apabila orang tua berkomunikasi kepada bayinya sambil diperhatikan, bertatap muka, didengarkan, disayangnya kelak ia akan #22

memperhatikan orang tua serta meniru bahasa yang digunakan oleh orang tuanya. hal itu akan sangat berbeda jika dibandingkan dengan orang tua yang hanya mengendong bayi tetapi tidak diperhatikan, diberinya susu ibu tetapi tidak diberikan malah lebih banyak ngobrol dengan orang lain, senyum bayi tidak di balas senyum orang tua. Akibatnya anak akan tidak berkembang kemampuannya secepat yang diperhatikan orang tuanya dengan penuh perasaan emosional yang positif. Apabila orang tua menanggapi senyum bayinya dengan balas tersenyum, ia akan lebih mudah memahami gejala sebab akibat daripada membiarkan anak menjatuhkan bola dan orang tua menjatuhkan bola dan orang tua mengambilkan bola itu sehingga ratusan kali. Semangkin emosional komunikasi bayi-orang tua dan semangkin banyak perhatian diberikan orang tua, maka akan semangkin cepat pula anak mendapatkan keterampilan-keterampilan baru, keterampilan verbal, keterampilan fisik dan keterampilan lainnya.
Hal di atas diperkuat dengan hasil-hasil riset kognitif yang menyimpulkan bahwa semua bayi manusia sudah berkemampuan menyimpan informasi- informasi yang berasal dari penglihatan, pendengaran, dan informasi- informasi yang diserap melalui indera lainnya. Selain itu, bayi juga berkemampuan merespons informasi-informasi tersebut secara sistematis. Hasil riset para ahli psikologi kognitif menyimpulkan bahwa aktivitas ranah kognitif manusia pada prinsipnya sudah berlangsung sejak masa bayi, yaitu pada rentang usia 0-2 tahun. (Syah, 2008:67)

Dengan demikian, Selama perkembangan dalam periode sensori motor yakni sejak lahir sampai dengan usia dua tahun kemampuan kognitif yang dimiliki individu masih bersifat primitif dalam arti masih didasarkan pada perilaku terbuka. Sekalipun primitif dan terkesan tidak penting, namun kemampuan kognitif sensori motor merupakan kemampuan dasar yang sangat berarti sebagai fondasi bagi kemampuan yang akan dimiliki individu dikemudian hari. Kemampuan kognitif sensori-motor dipandang sebagai kemampuan praktis (practical intelligence) yang bermanfaat bagi anak usia 0-2 tahun untuk belajar berbuat terhadap lingkungannya sebelum ia mampu berpikir mengenai apa yang sedang ia perbuat. pada periode ini bayi belajar bagaimana mengikuti dunia #23

kebendaan secara praktis dan belajar menimbulkan efek tertentu tanpa memahami apa yang sedang ia perbuat kecuali hanya mencari cara melakukan perbuatan. Setelah Piaget melakukan serangkaian eksperimen dan observasi terhadap sejumlah subjek bayi termasuk anaknya sendiri Jacquiline yang baru berusia tujuh bulan, ia menyimpulkan bahwa bayi di bawah usia 18 bulan pada umumnya belum memiliki pengenalan terhadap object permanence (anggapan bahwa sebuah benda akan tetap ada walaupun sudah ditinggalkan atau tidak dilihat lagi). Artinya, benda apapun yang tidak dilihat oleh bayi, tidak dia dengar, tidak dia sentuh selalu dianggapnya tidak ada, sekalipun benda itu sesungghnya ada di tempat lain (Syah, 2008: 69). #24

Sumber:
Khadijah, 2016. Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing. Hal. 19 – 24.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *