Perkembangan Membaca pada Toddler/Balita (18-36 Bulan)

By | 16/11/2020

AsikBelajar.Com | Artikel ini berjudul Perkembangan Membaca pada Toddler/Balita (18-36 Bulan) sebagai bahasan yang berhubungan dengan Perkembangan Membaca pada Anak pada buku Siti Aisyah sebagai kelanjutan dari sub bab item 1 tentang Masa Bayi (dari lahir usia 18 bulan) dari Celotehan menuju Kata-kata. Adapun artikel selengkapnya adalah sebagai berikut:

2. TODDLER (18-36 Bulan) Belajar Mencintai Buku
Jika toddler diperkenalkan pada keajaiban buku, maka cintanya pada membaca akan berkembang untuk selamanya. Bahasa merupakan landasan literasi (dengar-cakap-baca-tulis), dan kita dapat membantu toddler siap untuk membaca dengan memasukkan kegiatan mendengar dan bicara ke dalam kegiatan sehari-hari. Meskipun anak masih mengembangkan bahasa, membaca sangat penting di usia ini. Ketika kita membacakan cerita kepada toddler, kita membantunya belajar kata-kata dan konsep-konsep baru, belajar huruf, dan belajar tentang bagaimana sistem pada tulisan bekerja. Membacakan cerita kepada toddler, membicarakan buku dan tulisan sebanyak mungkin, dan menyediakan kesempatan baginya untuk bereksperimen dengan tulisan, membuatnya siap untuk membaca.

Toddler adalah penjelajah yang alami, dan keingintahuannya mempercepat perkembangan bahasa, membaca, dan menulis. Dia mendengarkan baik-baik orang dewasa dalam rangka mempelajari kata-kata baru, tertarik bagaimana sistem bahasa bekerja, dan bereksperimen dengan mengunakan struktur bahasa baru ketika ia bicara. Toddler senang kepada orang dewasa yang membaca keras-keras, dan dia senang .mendengar cerita yang sama berkali-kali. Dengan mendengarkan cerita berulangkali, toddler #6.12

belajar tentang cara bagaimana cerita dibuat, yang kelak membantunya menjadi penulis dan pembaca.

Kita dapat membantu toddler menjadi penulis dan pembaca dengan memasukkan kegiatan berbicara dan membaca ke dalam kegiatan sehari-hari. Tindakan sederhana seperti membaca tanda pada saat kita naik bus, mencari huruf di toko kelontong, membaca buku berirama bersama, atau membuat buku photo dan membicarakan gambarnya, akan membantu anak mengembangkan kemampuan berbahasa sebagai landasan literasi.

a. Perkembangan mendengar
Toddler yang banyak mendengar pembicaraan yang “menarik dan hidup” akan memilki kosa kata yang kaya. Dia belajar bahasa dengan cara terbaik jika orang dewasa membuat kontak mata dengannya dan berbicara masalah topik yang menarik baginya. Perkembangan bahasa toddler juga terdorong ketika ia mendengar kata-katanya diucapkan ulang padanya dan jika orang dewasa memperluas apa yang diucapkannya.

Toddler dapat memahami kata-kata yang ia dengar tetapi mungkin tidak dapat menyebutkan nama atau menjabarkan apa yang ia lihat dan lakukan. Sebagai contoh, Toddler mungkin tidak dapat menyebutkan nama seseorang di dalam kelompok bermainnya, Tetapi ketika pengasuhnya menanyainya, “Mana Nina? Mana Hendi?” dia dapat menunjuk dengan tepat. Toddler juga menunjukkan pemahamannya tentang bahasa dengan dapat mengikuti sampai 2 perintah/arahan yang dia dengar.

Toddler mendengar ketika bermain. Pekerjaan toddler adalah menjelajah dan bermain. Dia masih dapat mendengar ketika dia menuangkan, mengisi, atau mengayunkan sesuatu dengan mainannya.

b. Perkembangan berbicara
Toddler belajar beberapa kata dan mulai membentuk kalimat sederhana. Sejumlah kata-kata berkembang dengan cepat. Pada usia dua tahun, anak umumnya mulai menghubungkan kata-kata, seperti “pergi” dan “dadah” untuk membuat kalimat sederhana “pergi-selamat tinggal.” Pada usia 3 tahun, beberapa toddler dapat membentuk bermacam-macam kalimat dengan tiga atau empat kata.

Toddler meraban dan menggunakan kata yang sebenarnya. Orang tua dan pengasuh kadang-kadang dapat memahami (toddler, tetapi mereka mungkin mengalami kesulitan juga. Orang di luar keluarga toddler mungkin juga mempunyai kesulitan untuk memahami semua kata-katanya. #6.13

Toddler dapat menggunakan bahasa untuk meniru dan berbicara tentang sesuatu yang pura-pura dan pengalaman yang lalu. Pada saat toddler terlibat dalam permainan pura-pura, dia berfikir dengan “bahasa yang keras”

(mengucapkan apa yang difikirkannya) dan berbicara pada dirinya. Dia juga 4 mengembangkan kemampuan berbicara tentang masa lalu dalam satu atau dua kalimat. Ini penting karena ini permulaan dari pemahaman anak dalam mengarang cerita.

Tidak semua toddler mengembangkan bahasa dengan cara yang sama atau dengan jumlah yang sama. Sebagai contoh, beberapa anak cenderung untuk mengembangkan bahasa dengan cepat, tetapi anak yang lain terlihat lebih lambat. Tidak semua anak belajar bicara dengan cara yang sama. Beberapa anak belajar berbicara dengan mempelajari kata-kata satu demi satu. Yang lain menaruh lebih sedikit perhatian pada kata, tetapi belajar berbicara dalam kalimat, misalnya mengatakan, “minta susunya”.

Toddler menyadari kekuatan kata. Pada usia ini, toddler belajar bahwa dia dapat menggunakan kata-kata untuk menarik perhatian, mencapai kebutuhan, dan mengekspresikan perasaannya.

c. Perkembangan menulis
Kita dapat mendukung perkembangan menulis toddler dengan menyediakan bahan-bahan. Menyediakan bahan untuk menulis dan menggambar akan mendorong toddler untuk menggambar dan “menulis” (membuat coretan seperti menulis). Anak-anak bangga dengan pekerjaannya dan ingin diketahui orang tua atau pengasuhnya.

Menggambar adalah pekerjaan yang rumit, tetapi membantu toddler menjadi penulis. Menggambar membuat anak menggenggam krayon atau spidol, memegang kertas agar tidak bergerak, dan menggoreskan spidol dengan tekanan yang sama-pada suatu bidang gambar. Pada saat toddler mengembangkan dan melatih kemampuan ini, dia menjadi penulis dan penggambar yang lebih baik.

Toddler mengembangkan kontrol pada tangannya yang dibutuhkan dalam rangka menggunakan alat-alat tulis. Pada saat berusia 18 bulan, beberapa anak mampu memegang spidol dan membuat coretan di atas kertas. Beberapa anak mampu membuat beberapa huruf seperti “X” atau “O” pada saat dia berumur 3 tahun, meskipun pertama kali dia membuatnya tanpa disengaja. #6.14

Toddler yang mendekati masa TK senang menggunakan “tulisan” dalam permainannya. Dengan menggunakan kapur, krayon, spidol, dan pensil, toddler bereskspresi menulis seperti orang dewasa. Misalnya, anak meniru ibunya menulis belanjaan saat akan pergi ke pasar.

Toddler yang mendekati masa TK mulai menyadari bahwa simbol tertulis, seperti huruf atau gambar, mewakili obyek yang sebenarnya. Kesadaran ini meletakkan dasar bagi dia untuk menjadi, bukan hanya penulis, tetapi juga pembaca. Dalam rangka membaca dan menulis, toddler pertama harus memahami bahwa huruf mewakili suara dan kelompok huruf mewakili kata,

d Perkembangan membaca
Pada tahap ini, toddler belajar tentang membaca melalui pengalaman sehari-hari dengan buku. Melalui membaca dengan orang dewasa, toddler belajar bahwa buku berisi banyak gambar dan kata-kata yang menarik dan cerita membawanya berimajinasi menjelajahi dunia.

Toddler yang pernah dibacakan cerita akan meminta orang lain membacakan cerita untuknya. Ketika orang dewasa berhenti sejenak membaca tulisan dalam buku dan mulai membicarakan gambar, nama benda di suatu halaman, dan menjelaskan apa yang dia lihat, hal ini berarti mempercepat perkembangan bahasa anak. Pada saat bahasa berkembang, toddler akan melakukan hal yang sama ketika melihat buku.

Toddler belajar bahwa buku adalah benda yang istimewa. Pengalaman toddler berinteraksi dengan buku mengajarkannya bagaimana mengeksplorasi buku. Dia belajar bahwa ada bagian depan dan belakang buku. Dia juga belajar bagaimana memegang buku dan bagaimana membuka halaman.

Toddler dapat menggunakan “bahasa cerita” dalam percakapan sehari-hari. Sebagai contoh, di atas mangkok makaroni yang panas, kita mungkin mendengar anak mengatakan “aku akan meniup dan menghembus.” Beberapa toddler mungkin juga memasukkan kegiatan membaca ke dalam permainan hayalannya. Misalnya, anak mungkin membacakan cerita kepada mainannya pada waktu menidurkannya.

Toddler belajar tentang susunan cerita dari buku. Melalui membaca buku yang berbeda, toddler belajar bahwa sebagian besar cerita berisi bagian yang sama setting, tokoh, serangkaian kejadian yang mengarah pada suatu masalah, dan suatu pemecahan masalah. Ketika toddler memahami cara #6.15

sebagian besar cerita dibuat, hal ini akan membantunya memahami cerita baru yang dibacakan dengan keras padanya. Tahun-tahun berikutnya, hal ini akan membantunya memahami cerita yang dibacanya sendiri.

Toddler sering menunjukan kemauannya dengan jelas dan akan meminta dibacakan buku berulang-ulang kali. Meskipun orang tua mungkin tidak mau membaca buku yang sama, membaca ulang berguna bagi toddler Membacakan buku kesukaan seperti si Kancil beratus kali kepada toddler, sebenarnya akan membantunya menghubungkan apa yang dia dengar dengan kata-kata dan huruf-huruf di halaman. #6.16

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 6.12 – 6.16.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *