Perkembangan IPA dari Zaman Kuno – Zaman Modern

AsikBelajar.Com | Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari alam dengan segala isinya. Ilmu pengetahuan alam mempunyai bentuk yang mantap sebagai ilmu baru terjadi menjelang abad XVI. Sebelumnya masih merupakan kumpulan pengetahuan alam yang cara memperolehnya belum menggunakan cara yang dapat diandalkan.

Awal dari Ilmu Pengetahuan Alam dimulai pada saat manusia memperhatikan gejala-gejala alam, mencatatnya dan kemudian mempelajarinya. Pengetahuan yang diperoleh mula-mula terbatas pada hasil pengamatan terhadap gejala alam yang ada. Kemudian makin bertambah dengan pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemikirannya. Selanjutnya dari peningkatan kemampuan daya Selanjutnya dan peningkatan kemampuan daya pikirnya manusia mampu melakukan eksperimen untuk membuktikan dan mencari kebenaran dari suatu pengetahuan. Dari hasil eksperimen ini kemudian diperoleh pengetahuan yang baru. Setelah manusia mampu memadukan kemampuan penalaran dengan eksperimen ini lahirlah IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) sebagai suatu ilmu yang mantap. …6

Untuk memberikan gambaran tentang perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam, berikut ini dibahas berbagai pengetahuan yang dikenal manusia dan cara berpikirnya sejak zaman kuno sampai dengan akhir abad XVI.

1) Zaman Kuno
Pengetahuan yang dikumpulkan pada zaman kuno berasal dari kemampuan mengamati dan membeda-bedakan, serta dari hasil percobaan yang sifatnya spekulatif atau trial and eror. Semua pengetahuan yang diperoleh diterima sebagaimana adanya, belum ada usaha untuk mencari asal-usul dan sebab-akibat dari segala sesuatu.

Pada saat manusia mulai memiliki kemampuan menulis membaca dan berhitung maka pengetahuan yang terkumpul di catat secara tertib dan berlangsung terus menerus. Misalnya dari pengamatan dan pencatatan peredaran matahari, ahli astronomi Babilonia menetapkan pembagian waktu, tahun dibagi dalam 12 bulan, minggu dibagi dalam 7 hari dan hari dalam 24 jam. Selanjutnya jam dibagi dalam 60 menit dan menit dalam 60 detik. Kemudian satuan enam puluh ini juga digunakan untuk pengukuran sudut, 60 detik sama dengan 1 menit, 60 menit sama dengan 1 derajat dan satu lingkaran penuh adalah 360°. Demikian pula ahli Babilonia dapat meramalkan terjadinya gerhana matahari, tiap 18 tahun tambah sepuluh atau sebelas hari. Ini terJadi kira-kira 3. 000 SM.

Pada tahun 2980-2950 SM. telah dapat dibangun piramid di MeSir untuk menghormati dewa agar tidak teijadi bahaya banjir di Sungai Nil. Pembangunan piramid itu menunjukkan bahwa Pengetahuan teknik bangunan dan matematika khususnya geometri dan aritmatika telah maju.

Kurang lebih tahun 1.600 SM. orang Mesir telah menghitung …7

keliling lingkaran sama dengan tiga kali garis tengahnya sedang luas lingkaran sama dengan seperdua belas kuadrat kelilingnya.

2) Zaman Yunani Kuno
Perkembangan ilmu pengetahuan berkembang pesat sekali pada zaman Yunani, disebabkan oleh kemampuan berpikir rasional dari bangsa Yunani. Pada tahap ini manusia tidak hanya menerima pengetahuan sebagaimana adanya tetapi secara spekulatif mencoba mencari jawab tentang asal-usul dan sebabakibat dari segala sesuatu. Beberapa pandangan dan pendapat itu adalah sebagai berikut:

Thales (624-548)
Ahli filsafat dan matematika, pelopor dari segala cabang ilmu. Ia dianggap orang pertama yang mempertanyakan dasar dari alam dan segala isinya. Thales berpendapat bahwa pangkal segala sesuatu adalah air: dari air asal segala sesuatu, kepada air pula ia akan kembali. Di samping itu dia juga menyatakan bahwa bintang mengeluarkan cahaya sendiri, sedangkan bulan menerima cahaya dari matahari.

Anaximenes (588-526 SM.)
Berpendapat bahwa zat dasar adalah udara. Segala zat terjadi dari udara yang merapat dan merenggang. Pendapat ini mungkin dihubungkan dengan kenyataan bahwa manusia itu tergantung kepada pernapasan.

Anaximander (610-546 SM.) Berpendapat langit dengan segala isinya itu mengelilingi bumi dan sebenarnya langit yang nampak itu hanya separohnya.

Heraklitos (535-475 SM.)
Menyatakan bahwa apixadalah asal segala sesuatu, sebab api ini yang menggerakkan sesuatu, menghidupkan alam semesta. yang berubah-ubah sifatnya di dalam proses yang kekal. Yang kekal hanyalah perubahan., segala sesuatu adalah mengalir. …8

Pythagoras (580-499 SM.)
Mengemukakan empat unsur dasar yaitu bumi, air, udara, dan api. Dalam bidang matematika menemukan dalil yang terkenal itu yaitu bahwa kuadrat panjang sisi miring sebuah segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi siku-sikunya.

Empedokles (495-435 SM.)
Menerima empat unsur dasar menurut Pythagoras dan menyatakan bahwa sifat segala benda terjadi dari percampuran keempat unsur itu dalam perbandingan yang berbeda.

Keempat unsur itu adalah sifat panas, dingin, basah dan kering. Kering dan dingin membentuk bumi, panas dan kering unsur pembentuk api. Air dari basah dan dingin, udara dari basah dan panas.

Selain itu juga dinyatakan bahwa segala benda yang sejenis akan tarik menarik, sedang yang berlawanan akan tolak menolak.

Leukippos dan Demokritos (460-370 SM)
Dalam mencari unsur dasar dari segala sesuatu Leukippos & Demokritos mengemukakan teori atom sebagai berikut: Zat memiliki bangun butir. Segala zat terdiri atas atom, yang tidak dapat dibagi, tak dapat dimusnahkan tak dapat diubah. Atom-atom dapat berbeda dalam bentuk dan ukurannya. Segala zat berbeda dalam jumlah dan susunan atom.

Semua perubahan adalah akibat dari penggabungan dan penguraian atom menurut hukum sebab-akibat. Tidak ada masalah kebetulan dan ciptaan. Yang ada hanyalah atom dan kehampaan.

Plato (427-347 SM.)
Menyangkal teori atom, yang menganggap bahwa kebaikan dan keindahan itu timbul dari sebab-akibat mekanik. Plato menyatakan bahwa pengetahuan yang benar adalah yang sejak semula telah ada dalam alam pikiran atau alam ide. Apa yang nampak oleh pencaindera hanyalah bayangan belaka. Pengalaman …9

yang kekal dan benar adalah yang telah dibawa oleh roh dari alam yang gaib.

Aristoteles (384-322 SM.)
Menerima empat unsur dasar: tanah, udara, air dan api dan menambahkan unsur yang kelima yaitu eter atau “quint essentia”. Ia menganggap bahwa unsur yang satu dapat berubah menjadi unsur yang lain, kecuali eter yang tak dapat berubah. Dari air dan tanah yang menjadi masak terjadi garam, biji dan logam. Emas adalah logam yang tidak mengandung tanah. Logam perak, tembaga, timbah putih dan besi, pada dasarnya mengandung banyak tanah. Semua logam akan mengalami proses memasak menjadi logam mulia, yaitu emas.

Pendapat bahwa unsur berubah menjadi unsur lain inilah yang menjadi dasar dari usaha alkimia untuk mengubah logam biasa menjadi emas.

Pendapat Aristoteles yang lain adalah bahwa untuk mencari pengetahuan yang benar adalah dengan jalan pikiran secara deduktif. Berbeda dengan Plato, Aristoteles menyangkal bahwa pengetahuan yang benar itu berasal dari dunia yang gaib. Melainkan menghargai pengetahuan yang diperoleh dan dibuktikan dengan pancaindera.

Ptolomeus (127-151).
Berpendapat bahwa bumi sebagai pusat jagad raya, bintang dan matahari mengelilingi bumi (geosentrisme).

Planet beredar melalui orbitnya sendiri dan terletak antara bumi dan bintang. Karya Ptolomeus ditulis sekitar tahun 150 dan diberi nama Syntaxis, yang kemudian oleh bangsa Arab dinamakan Almagest yang menjadi ensiklopedia dalam ilmu perbintangan.

Pendapat dan pandangan dari Aristoteles serta Ptolomeus berpengaruh sangat lama sampai dengan menjelang zaman modem, yaitu sampai zaman Galileo, Geosentrisme di ganti dengan heliosentris (matahari sebagai pusat jagat raya). …10

3) Zaman Pertengahan
Zaman Alkimia (abad 1-2)
Ahli alkimia menerima pendapat empat buah unsur dan bahkan menambahkan tiga lagi, yaitu : air raksa, belerang dan garam. Di sini pengertian unsur lebih dimaksudkan sebagai sifatnya daripada unsur itu sendiri.

Air raksa = logam yang mudah menjadi uap.
Belereng = mudah terbakar dan memberi warna.
Garam = tak dapat terbakar dan bersifat tanah.

Zaman Latrokimia (latros = Tabib)
Tokohnya Paracelsus (1439-1541), menerima tiga unsur : air raksa, belerang dan garam yang dipandang bahwa:

Air raksa & mengandung roh, jiwa. Belerang = mengandung semangat.
Garam = merupakan tubuhnya.

Misalnya kayu dapat terbakar karena mengandung belerang dan garamnya tinggal sebagai abu.

Sampai dengan tahun 1400, perkembangan ilmu pengetahuan alam hampir tidak berarti, karena semuanya masih didasarkan atas pengetahuan Yunani terutama paham Aristoteles.

Perkembangan yang lebih penting dilakukan di Arab. Pada zaman keemasan Islam, pengaruh bangsa Arab sangat menonjol.

Daerah kekuasaan Islam mulai dari India ke barat sampai Spanyol dan Portugal. Karya-karya Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Oleh cendikiawan Islam buku-buku Yunani dipelajari, dikembangkan dan diperkaya. Jasa orang Arab (orang Islam) adalah memelihara pengetahuan dan memperkaya karya Yunani, yang kemudian dipelajari oleh orang-orang Eropa. Beberapa cendikiawan Islam antaranya:

Al Khowarisni (825)
Menyusun buku aljabar dan aritmatika yang kemudian mendorong penggunaan sistem desimal. Menurut catatan sejarah karya Al-Khowarisni merupakan pengembangan dari karya bangsa Hindu yang bernama Aryabhata (476) dan Brahmagupta (628). …11

Kemudian Omar Khayam (1043-1132) ahli matematika dan astronomi; Abu Ibnusina (atau Avicenna, 980-1137) menulis buku tentang kedokteran.

Secara garis besar sumbangan bangsa Arab dalam pengembangan pengetahuan alam adalah:

a. Menerjemahkan peninggalan bangsa Yunani, mengembangkannya dan kemudian menyebarkan ke Eropa dan selanjutnya dikembangkan di Eropa.

b. Mengembangkan metode eksperimen sehingga memperluas pengamatan dalam lapangan kedokteran, obat-obatan, astronomi, kimia dan biologi.

c. Memantapkan penggunaan sistem penulisan bilangan dengan dasar sepuluh dan ditulis dengan posisi letak, artinya nilai suatu angka terletak pada letaknya. Contoh :

Bilangan 2132 = paling depan berarti dua ribuan, berturut-turut ke belakang, satu ratusan, tiga puluhan dan dua ribuan.

Cabang matematika elementer yaitu aljabar diawali dan dikembangkan bangsa Arab.

4) Zaman Modern, Timbulnya Ilmu Pengetahuan Alam
Pengetahuan yang terkumpul sejak zaman Yunani sampai dengan abad pertengahan memang sudah banyak, tetapi belum tersusun secara sistematis dan belum dianalisis menurut jalan pikiran tertentu. Kalau ada kesimpulan yang didapat, biasanya masih diwarnai oleh cara berpikir ahli filsafat, agama atau bahkan mistik. Setelah diketemukan alat yang semakin sempurna, di tambah dengan meningkatnya kemampuan berpikir, mulailah dikembangkan metode eksperimen. Beberapa tokoh yang memelopori metode eksperimen adalah:

Roger Bacon (1214-1294)
Menyatakan bahwa pada hakekatnya ilmu pengetahuan alam adalah ilmu yang berdasarkan kepada kenyataan yang disusun dan dibentuk dari pengalaman, penyelidikan dan percobaan. …12

Matematika merupakan dasar untuk berpikir dan merupakan kunci untuk mencari kebenaran dalam ilmu pengetahuan.

Leonardo da Vinci (1452-1519)
Pernah menyatakan bahwa : Percobaan tidak mungkin sesat, yang tersesat adalah pandangan dan pertimbangan kita.

Francis Bacon (1561-1626)
Berpendapat bahwa cara berpikir induktif merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai kebenaran : Hanya penyelidikan dan percobaan yang menumbuhkan pengertian terhadap keadaan alam. Mulai saat itu kegiatan eksperimen ditingkatkan sehingga cara memperoleh pengetahuan dilakukan dengan langkah-langkah:

(1) Observasi dan pengumpulan data.
(2) Menyusun model atau ramalan generalisasi.
(3) Melakukan eksperimen untuk menguji ramalan atau generalisasi sehingga diperoleh kesimpulan atau hukum yang lebih mantap.

Beberapa pandangan atau hasil yang merupakan dasar untuk perkembangan ilmu pengetahuan alam modern adalah sebagai berikut:

Nicolas Copernicus (1473-1543)
Ahli astonomi, matematika dan pengobatan. Karyanya antara lain sebagai berikut: 1. Matahari adalah pusat dari sistem tatasurya (heliosentrisme). 2. Bumi mengelilingi matahari sedangkan bulan mengelilingi bumi.

Johannes Keppler (1571-1630)
Mengemukakan tiga buah hukum tentang peredaran planet mengelilingi matahari sebagai berikut:
1. Orbit dari semua planet berbentuk elips. …13
2. Dalam waktu yang sama, maka garis penghubung antara planet dan matahari selalu melintas bidang yang luasnya sama.
3. Pangkat dua dari waktu yang dibutuhkan sebuah planet untuk mengelilingi matahari adalah sebanding dengan pangkat tiga dari jarak rata-rata planet itu dengan matahari.

Gelileo Galilei (1546-1642)
Antara lain menemukan 4 hukum gerak, penemuan tata bulan planet Jupiter, mendukung heliosentrisme dari Copernicus dan hukumnya Keppler. Ia juga menegaskan bahwa bulan tidak datar, penuh dengan gunung, planet Mercurius dan Venus tidak memancarkan cahaya sendiri dan juga menemukan empat buah bulan pada planet Jupiter. Penemuannya ini di dasarkan atas pengamatan dengan alat teropong bintangnya.

Semua penemuan dan pendapat yang telah disebutkan di atas disusun berdasarkan hasil percobaan. Mulai saat itu dianggap sebagai permulaan abad ilmu pengetahuan modem. Dianggap demikian karena pengetahuan yang diperoleh tidak hanya menggunakan cara berpikir deduktif saja tetapi juga bertumpu pada pengetahuan yang sudah diakui kebenarannya dengan eksperimen. Dengan kata lain setelah manusia memadukan kemampuan penalaran dengan eksperimen lahirlah IPA sebagai ilmu yang mantap (Margono, 1988:9). …14

Pustaka: Ahmadi, Abu dkk. 2008. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Rineka Cipta. Hal. 6-14.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *