Perilaku Makan Anak Usia Sampai 4 Tahun

By | 23/09/2020

AsikBelajar.Com | Sebagaimana telah kita ketahui, bahwa anak perlu makan untuk memperoleh zat gizi yang cukup untuk kelangsungan hidup, pemulihan kesehatan setelah sakit, melakukan aktivitas dan pertumbuhan dan perkembangan. Adapun secara fisiologik makan merupakan suatu bentuk pemenuhan atau pemuasan rasa lapar.

Kebutuhan makan pada seseorang diperlukan secukupnya, yang berarti kurang atau lebih dari cukup. Jika berlebih atau kurang, dalam jangka waktu yang lama akan berdampak buruk pada kesehatan.

Untuk seorang anak makan dapat dijadikan media untuk mendidik anak supaya dapat menerima, menyukai, memilih makanan yang baik, juga untuk menentukan jumlah makanan yang cukup dan bermutu. Dengan demikian, perlu dibina kebiasaan yang. baik tentang waktu makan dan melalui pemberian makan yang teratur anak biasa makan pada waktu yang lazim dan sudah ditentukan.

Kebiasaan makan adalah cara-cara individu dan sekelompok individu memilih, mengonsumsi dan menggunakan makanan-makanan yang tersedia yang didasarkan kepada faktor-faktor sosial dan budaya di lingkungannya. Hertog dan Van Stavensen (Khumadi, 1994), ada beberapa unsur fungsi sosial yang terkandung dalam makanan, yaitu: #4.24
a. memenuhi kesenangan;
b. ciri organoleptik yang dimiliki makanan, yaitu dapat dirasakan melalui indra sehingga mempengaruhi seseorang untuk menerima atau menolak makanan tertentu, seperti: rasanya, bau, suhu, penampilan, tekstur dan struktur;
c. makanan sebagai arti budaya, misalnya adanya tumpengan untuk memperingati ulang tahun;
d. makanan sebagai fungsi religi dan magis, misalnya sesajian kepada dewa atau dewi tertentu;
e. makanan sebagai fungsi komunikasi, misalnya memberi makanan untuk menyambung tali silaturahmi atau menjamu tamu yang datang;
f. makanan menyatakan status ekonomi. Misalnya, makanan tertentu lebih tinggi nilai sosialnya dalam masyarakat. Misalnya, daging dan tempe;
g. makanan sebagai fungsi kekuatan, misalnya makanan majikan berbeda dengan makanan pembantunya.

Kebiasaan makanan yang dilakukan oleh individu, keluarga dan masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah:
a. faktor perilaku yang meliputi: cara berpikir, perasaan dan pandangan tentang makanan, selanjutnya dinyatakan dalam tindakan makan yang berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan makan;
b. faktor lingkungan sosial, yaitu segi kependudukan, susunan dan tingkatan sosialnya;
c. faktor lingkungan ekonomi yang meliputi: daya beli, ketersediaan uang dan kemampuan;
d faktor lingkungan ekologi, kondisi tanah, iklim, lingkungan biologi dan sistem pasar;
e. faktor ketersediaan bahan pangan yang dipengaruhi oleh kondisi yang bersifat hasil karya manusia;
f. faktor perkembangan teknologi, seperti penemuan-penemuan yang menghasilkan_ makanan yang lebih praktis, lebih bergizi dan lebih menarik, serta lebih awet.

Uraian tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan makan, selera dan daya terima anak terhadap makanan pada dasarnya dipengaruhi oleh pola makan masyarakat di mana anak berada. #4.25

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional. Hal.4.24-4.25.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *