Pentingnya Penanaman Agama dalam Kehidupan Masyarakat - AsikBelajar.Com

Pentingnya Penanaman Agama dalam Kehidupan Masyarakat

AsikBelajar.Com | Tujuan artinya arah. Tujuan penanaman nilai agama artinya arah yang hendak dicapai dalam proses menanamkan nilai-nilai agama. Penanaman nilai-nilai agama Islam kepada anak harus dilakukan sejak dini. Mengapa demikian? Pekerjaan penanaman merupakan kegiatan yang paling awal sebelum anak-anak itu tumbuh, berkembang dan dewasa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh berikut ini: #9

Katakanlah seorang memiliki sebidang tanah kosong kira-kira apa yang akan ditanarn pada lahan kosong itu? Jika orang itu rnenyukai sayur-sayuran, maka yang akan ditanam tentunya sayur-sayuran, dan yang akan tumbuh adalah jenis sayur-sayuran. la pun akan menuai hasilnya sesuai dengan pemeliharaan dan perawatannya. Demikian juga yang ditanam buah-buahan, maka yang akan tumbuh dan dituai adalah jenis buah-buahan.

Mengapa orang tersebut menanam sayur-sayuran atau buah-buahan? Sebab ia menyukainya. Mengapa penanaman itu dilakukan? Sebab ia memiliki niat dan tujuan. Tanpa niat dan tujuan, tidak mungkin ia melakukan penanaman. Karena penanaman itu memiliki tujuan, maka setelah itu penanamanpun akan menindak lanjutinya dengan pemupukan, pemeliharaan atau perawatan. Mengapa ha1 itu dilakukan? Jawabannya adalah agar tanaman itu tumbuh subur dan mendatangkan hasil yang bagus, banyak dan menguntungkan sesuai dengan harapan dan tujuan anda.

Dari uraian dan contoh di atas dapat diketahui bahwa tujuan penanaman yang dilakukan adalah agar menghasilkan sesuatu (sayur-sayuran atau buah-buahan) yang bagus, banyak dan menguntungkan. Bayangkan jika lahan yang kosong itu dibiarkan begitu saja, maka yang tumbuh adalah rumput-rumput liar yang tajam dan berduri. Demikian juga dengan seoranz anak.

Jika dari awalnya dibiarkan begitu saja tanpa tujuan, tanpa sentuhan pendidikan, tanpa polesan, tanpa ditanamkan nilai-nilai agama, maka yang akan muncul adalah seorang anak yang mati rasa, hampa nilai-nilai dan kurang beradab. Kalau begitu, apa yang menjadi tujuan penanaman nilai agama pada anak? Sebelum merumuskan tujuan penanaman nilai agama Islam, hendaknya guru mempertimbangkan beberapa ha1 yang berkaitan dengan kondisi anak diantaranya.
1. Usia anak
2. Kondisi fisik anak
3. Kondisi psikis anak
Orang tua didalam keluarga berkewajiban untuk memelihara seluruh anggota keluarganya sesuai dengan tuntutan Islam. Orang tua tidak berkewajiban #10

memenuhi kebutuhan lahir anak-anaknya secara material, melahirkan juga dituntut untuk memenuhi kebutuhan rohaniah mereka melalui pendidikan. Dalam (Q S Al Kahfi, 15:46) Allah berfirman: harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan yang kekal lagi soleh adalah lebih baik pahalanya disisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

Gambar: Salah Satu Pendidikan Anak (Depdiknas, 2000: 19)

Untuk memenuhi kebutuhan rohianiah anak-anak, orang tua dapat menanamkan nilai-nilai agama Islam sejak awal. Hal ini sangat penting mengingat anak dilahirkan dalam kondisi suci dan bersih. Rasulullah bersabda: artinya setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci bersih), maka orang tualah yang akan menjadikannya yahudi, nasrani, maupun majusi. Dalam Alquran Allah SWT berfirman artinya: dan Allah telah mengeluarkan kamu dari kandungan ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apapun. Dan Allah membekali kepadamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur (Q.S An Nahl: 78) #11

Penanaman agama

Gambar keluarga dalam menanamkan sikap menghormati (Depdiknas, 2000:30)

Orang tua wajib membentuk keluarga Islami, keluarga yang berkualitas, damai dan sejahtera, keluarga yang sakinah dan mawwadah warahmah. Salah satu cara untuk menempuh dan membentuk keluarga demikian adalah dengan menanamkan nilai-nilai agama Islam kepada anak sejak dini.

Tujuannya adalah agar anak memiliki dasar-dasar kepribadian yang Islami (dasar-dasar kepribadian muslim). Oleh karenanya penanaman nilai-nilai agama pada anak sejak dini sangat penting, dan jangan diabaikan. Penanaman nilai agama sangat penting untuk anak supaya mereka memiliki kemampuan antisipatif dalam mencegah dan menangkal berbagai pengaruh luar berupa perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Berbagai perilaku menyimpang itu di antaranya adalah: gaya hidup konsumtif, gaya hidup mewah, materialis serta gaya berpakaian pamer aurat dan lain-lain.

Penanaman nilai keagamaan merupakan upaya penanaman nilai keagamaan agar anak-anak memiliki dasar keimanan, menjadi pribadi yang tangguh lebih jelasnya lagi pengamanan nilai keagamaan sangat penting untuk:
1. Mengembangkan pribadi keagamaan
2. Memperbaiki kepribadian anak #12

3. Menanamkan dasar-dasar keagamaan
4. Memberikan bekallpegangan dalam menghadapi ber-bagai goncangan yang kelak di hadapi anak
5. Memudahkan untuk pembinaan pribadi lanjutan. #13

Sumber:
Rakimahwati, 2012. Metodologi Pengembangan Moral, Agama, Disiplin, dan Afektif (Bahan Ajar). Padang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang.  Hal. 9 – 13.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress