Pentingnya Emosi dalam Kehidupan Sekolah dan Masyarakat - AsikBelajar.Com

Pentingnya Emosi dalam Kehidupan Sekolah dan Masyarakat

AsikBelajar.Com | Emosi sangat penting dalam memunculkan/mendorong kesadaran diri, mendorong perkembangan motorik, kognitif dan tingkah laku sosial anak. Para ahli menemukan bahwa anak-anak perkembangan emosinya sehat sewaktu usia dini cenderung beremosi sehat setelah dewasa seperti: kontrol diri yang kuat, memiliki gairah hidup, memiliki motivasi diri, mandiri dan sebagainya. Sebaliknya anak yang selama usia dini beremosi buruk seperti suka marah, cemas, takut, cenderung beremosi buruk setelah dewasa, kurang memiliki kontrol diri dan #26

mudah frustasi. Dengan pernyataan-pernyataan emosional, anak bisa mengkomunikasikan kebutuhan dan keinginannya dan membekali seseorang dengan cara untuk menguscai dunia sekitar mereka.

Keberhasilan perkembangan moral berarti dimilikinya emosi dan perilaku yang mencerminkan kepedulian akan orang lain, saling berbagi, bantu-membantu, saling membutuhkan, saling mengasihi, tenggang rasa, dan kesediaan mematuhi aturan-aturan masyarakat. Keinginan untuk peduli dan menyayangi orang lain, bahkan sampai mengorbankan diri sendiri, tidak diragukan merupakan bagian dari pengkodean gen.

Para psikolog perkembangan menegaskan bahwa sesungguhnya ada dua komponen empati: reaksi emosi kepada orang lain yang normalnya berkembang dalam enam tahun pertama kehidupan anak. Dan reaksi kognitif yang menentukan sampai sejauh mana anak-anak ketika sudah lebih besar mampu memandang sesuatu dari sudut pandang atau perspektif orang lain.

Sebagian anak tampaknya terlahir dengan empati yang lebih besar dari pada anak-anak lain. Psikolog M. Radke – Yarrow dan A Zahn – Waxler dalam Shapiro melaporkan bahwa dalam sebuah study terhadap anak-anak balita,
sebagian bereaksi terhadap kesedihan anak lain melalui ungkapan rasa empati dari usaha langsung untuk membantu sebagian hanya menyaksikan dengan pandangan yang lebih menakjubkan rasa tertarik ketimbang peduli. Sementara itu, ada kelompok ketiga yang menunjukkan reaksi negatif yang menunjukkan kepada
anak-anak yang merasa kesulitan atau sedih ada yang sengaja menyingkir dari yang sedang menangis dan ada yang bahkan marah-marah atau memukul-mukul anak itu.

Dengan bertambah matangnya wawasan dan kemampuan kognitif mereka, anak-anak secara bertahap belajar mengenali tanda-tanda kesedihan orang lain dan mampu menyesuaikan kepeduliannya dengan perilaku yang tepat. #27

Sumber:
Rakimahwati, 2012. Metodologi Pengembangan Moral, Agama, Disiplin, dan Afektif (Bahan Ajar). Padang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang. Hal. 26 – 27.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress