Pengertian Emosi dalam Buku Rakimahwati - AsikBelajar.Com

Pengertian Emosi dalam Buku Rakimahwati

AsikBelajar.Com | Emosi adalah suatu keadaan di dalam diri seseorang, yang tidak kentara dan sulit diubah. Emosi juga dapat diartikan sebagai ungkapan perasaan seseorang terhadap suatu objek, baik orang, benda dan situasi atau yang lainnya. Menurut Oxford English Dictionary; emosi adalah setiap kegiatan atau pergolakan pikiran perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat atau meluap-luap. Emosi dapat juga disebut sebagai ekspresi jiwa seseorang terhadap suatu objek (terrnasuk dirinya sendiri) akibat stimulus yang ia terima.

Korteks, atau bagian berfikir otak, memungkinkan kita mempunyai perasaan tentang perasaan kita, mengungkapkan perasaan kita tentang orang lain dan mengamati serta mempelajari bagaimana orang lain bereaksi terhadap perasaan-perasaan itu. Mengajari anak memahami dan mengkombinasikan emosinya akan mempengaruhi banyak aspek dalam perkembangan dan keberhasilan hidup mereka. Sebaliknya, gaga1 mengajari anak memahami dan #21

mengkombinasikan emosinya dapat membuat mereka risau terhadap konflik-konllik terhadap orang lain, padahal ini tidak perlu sampai terjadi.

Kemampuan anak mengungkapkan emosinya dalam kata-kata merupakan bagian terpenting dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya. Bila anak anda yang baru dua tahun marah karena anda mengobrol dengan seseorang teman di pasar swalayan padahai ia ingin segera pulang dan ingin makan, mungkin ia mengamuk karena tampaknya itu cara paling tepat untuk membuat kebutuhannya dipenuhi.

Tetapi, ketika ia sudah lima tahun, ia akan mampu menyadari bahwa ia lapar dan bosan lalu mengungkapkan perasaannya itu dengan kata-kata. Anak usia sepuluh tahun harus sudah mampu mengenali belasan kondisi emosi atau lebih. Bila ia ditanya tentang tanggapannya terhadap rencana piknik atau ketika diajak menghadiri pemakaman neneknya, ia bisa membuka-buka bank memorinya yang berisi pengalaman-pengalaman ketika menghadapi peristiwa-peristiwa tersebut. Kata-kata yang menggambarkan emosinya, bahagia, senang, sedih, khawatir, cemas, juga berkaitan dengan perasaan-perasaan itu sendiri. Waktu ia menyatakan bahwa ia cemas karena harus menghadiri pemakaman dan melihat neneknya dalam peti mati, ada suatu hubungan secepat kilat dari pusat-pusat psikologis si anak yang dapat dikaitkan dengan rasa cemas, denyut nadi semakin cepat, tekanan darah agak naik, tubuh menjadi tegang.

Pada waktu anak remaja anak menginjak usia 16 tahun dan bagian berpikir otal-ya telah benar-benar sempurna, ia harus mampu mengungkapkan emosi yang hanya samar-samar dan merupakan perpaduan beberapa emosi sadar. Ia dapat menggambarkan perasaan itu dalam bentuk kiasan dan perumpamaan. Misalnya mengatakan bahwa “bahagia seperti diangkat kelangit ke tujuh” atau “merasa seperti terperangkap di sudut gudang yang gelap tanpa seorangpun tahu bahwa ia di sana”. Ia juga dapat menghubungkan bagian tubuhnya dengan emosi-emosi yang berbeda, menggunakan ungkapan-ungkapan seperti “dadaku serasa sesak” atau “kepalaku serasa mau pecah”. Penggambaran fisiologis untuk kondisi emosi telah menjadi bagian dalam perbendaharaan kata sehari-hari, dan biasanya efektif untuk menyampaikan tingkat emosi yang kita alami. Bila kita mendengar #22

penggambaran fisiologis untuk suatu perasaan, juga merasakan petunjuk non verbal yang berhubungan dengan perasaan itu ciaIan1 air nluka atau sikap tubuh (wajahnya memerah, memucat, menegang dsb), kita sering secara samar mencerminkan reaksi fisiologis kita sendiri. #23

Sumber:
Rakimahwati, 2012. Metodologi Pengembangan Moral, Agama, Disiplin, dan Afektif (Bahan Ajar). Padang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang.  Hal.  21 -23.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress