Konsep Dasar Pengembangan Literasi pada Anak Usia Kelompok Bermain (Usia 3-4 Tahun)

By | 21/12/2020

AsikBelajar.Com | Artikel ini bagian dari buku Siti Aisyah tahun 2008 yang diambil dari bab bahasan tentang “Konsep Dasar Pengembangan Literasi“. Inilah uraian lengkap artikel tersebut:

a. Mendorong perkembangan mendengar
Bicaralah tentang sesuatu yang menarik yang kita lihat dalam hidup sehari-hari. Kita dapat mendukung minat anak dengan menyediakan buku dan kegiatan yang membantunya belajar lebih banyak tentang dunia dan bagaimana hal tersebut berlangsung. Sebagai contoh, bicaralah tentang apa yang ditemukan anak pada saat ia mencampur cat biru dan kuning-hasilnya hijau! Dan apa yang terjadi ketika kita mencampur merah dan kuning? Menjadi oranye! Berikutnya, bacakan buku tentang warna. Kombinasi dari kegiatan dengan tangan, percakapan, dan membaca adalah cara yang sangat baik untuk mengembangkan minat anak dan mengajarkan konsep, seperti warna, ukuran, atau berat.

Tanyakan kegiatan dan pengalaman anak sehari-hari dengan pertanyaan yang orisinil. Pertanyaan yang orisinil, yaitu yang kita belum ketahui jawabannya, mendorong respon yang orisinil. Waktu makan keluarga dapat menjadi waktu yang baik untuk bicara. Waktu ini memungkinkan anggota keluarga yang muda dan tua senang untuk “menceritakan cerita” sehari-hari dia, baik yang menarik, membingungkan, atau bahkan hal yang membuat frustasi. #6.38

Lakukanlah tamasya keluarga dan bicarakan apa yang kita lihat. Salah satu cara mendukung minat anak di dunia adalah merencanakan tamasya keluarga keliling kota atau jauh dari rumah. Berjalan ke lapangan bermain setempat dapat menjadi kesempatan untuk mengamati dan mendiskusikan orang, binatang, atau alam. Perjalanan ke sirkus dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar kosa kata yang unik seperti “arena” dan “akrobat.”

Bermainlah permainan irama dengan anak kecil. Mulai dengan bunyi yang sederhana seperti “atas”,”bawah”, ”naik”, “turun” dan pikirkanlah beberapa kata yang berisi bunyi seperti ini. Setelah anak menguasai bunyi yang mudah, perkenalkan bunyi yang lebih sulit seperti “ang” (seperti dalam beruang, musang, kumbang). Irama membuat anak menyadari bunyi dari huruf-huruf dan ini berarti meletakkan dasar untuk perkembangan menulis dan membaca.

b. Mendorong perkembangan berbicara
Berpartisipasilah dalam bemain pura-pura dengan anak. Sebagian besar anak adalah tukang pura-pura yang alami dan bergerak dengan mudah di antara dunia fantasi dan kenyataan. Ia dengan mudah memasukkan anak lain dan macam-macam properti, seperti tas hitam dokter, ke dalam kegiatan bermainnya yang sedang berlangsung. Ketika kita bergabung, lihatlah tanda/gelagat dari anak dan berusahalah tidak mengontrol anak. Jika anak merencanakan kejutan pesta ulang tahun, kita dapat menjadi tamu dan bertanya, “Bolehkah saya membantu sebelum tamu lainnya datang ?” atau “Bagaimana susunan meja yang kamu inginkan?”

Gantilah pekerjaan dan kegiatan sehari-hari menjadi kesempatan untuk bermain pura-pura. Bermain membantu anak mengembangkan kemampuan yang merupakan dasar untuk membaca dengan merangsang perkembangan bahasa dan penggunaan kata yang kreatif. Pada saat anak bermain pura-pura, dia juga membutuhkan pemahaman terhadap tokoh, susunan cerita, dan cara pandang. Kita dapat membantu. Contohnya, di toko kelontong, kita dapat mengusulkan bermain “detektif’ dan menemukan pembeli dengan belanjaan khusus di keranjangnya atau menemukan merek yang berisi huruf pertama dari namanya.

Pada saat membaca bersama, bertanyalah tentang cerita tersebut. Membantu anak menghubungkan apa yang ada dalam cerita dengan pikiran atau kehidupannya sendiri mempercepat pemahamannya terhadap cerita. Kita dapat membantu anak membuat hubungan yang penting ini dengan #6.39

menanyakan pertanyaan seperti, “Apakah nenek dalam cerita ini mengingatkanmu pada nenekmu?” atau “Menurutmu bagaimana rasanya bisa terbang?”

Beberapa anak membutuhkan dorongan dari orang dewasa untuk membantu dia bermain pura-pura. Jika anak membutuhkan bantuan bermain pura-pura, kita dapat menunjukkan padanya bagaimana bermain pura-pura dengan menggunakan benda seperti boneka. Kita juga dapat berpartisipasi dalam suatu skenario bermain pura-pura atau mengusulkan peran untuk anak. Pada saat anak sudah lebih berpengalaman, orang tua dapat secara bertahap mengurangi keterlibatannya.

Lakukanlah koreksi terhadap struktur bahasa anak secara tidak langsung. Sebagai contoh, Jika anak mengatakan bahwa dia “ke toko pergi dengan ayah”, Kita dapat memberikan koreksi yang tidak langsung dengan mengulang perkataannya, “Oh, kamu pergi ke toko dengan ayah?”. Ini merupakan contoh bagi anak untuk membetulkan kata-kata dan menunjukkan bahwa kita menaruh perhatian pada isi bahasa dan bentuknya.

c. Mendorong perkembangan menulis
Tunjukkan pada anak beberapa cara menggunakan tulisan setiap hari. Beri perhatian pada catatan, daftar, isian, dan huruf yang kita buat setiap hari. Jika anak memiliki kesempatan melihat orang dewasa menggunakan tulisan dalam kehidupannya sehari-hari, maka ia akan berfikir tentang pentingnya tulisan.

Kelilingi anak dengan tulisan. Melihat kata-kata sekeliling rumah membantu anak memahami bahwa ada hubungan antara bahasa lisan dan tulisan. Kita dapat menamakan benda dalam ruangan anak kita, seperti “buku” atau “pintu”, atau membuat tanda untuk pintu kamar anak kita.

Sediakan waktu “menulis” dengan anak. Sediakan bermacam-macam peralatan menulis (macam-macam kertas, buku catatan, amplop, pulpen, krayon, dan spidol). Buatlah bahan-bahan ini tersedia secara tetap untuk dapat digunakan anak dan ikutlah ketika anak menggambar dan menulis, Pada saat orang tua atau pengasuh menulis bersama anak, kenalkanlah anak kepada bentuk huruf. Anak yang lebih kecil belum dapat membentuk huruf, dia masih menikmati “scribbie” (coretan).

Tuliskan apa yang dikatakan anak tentang gambarnya. Pada saat anak menggambar atau mewarnai, tuliskan apa yang dia katakan. Kita juga dapat langsung meminta anak untuk “bercerita” tentang gambar yang ia buat. Anak #6.40

yang lebih tua menikmati membuat bukunya sendiri yang menggabungkan gambar dan tulisan (baik tulisannya sendiri atau kata-kata yang didiktekan oleh orang dewasa), Kita dapat membantu “menerbitkan” cerita anak dengan mengetiknya ke dalam komputer dan mencetaknya untuk digambari. Doronglah anak untuk berbagi cerita dengan anak lainnya dengan menunjukkan dan membacakan karyanya keras-keras.

d Mendorong perkembangan membaca
Membaca buku dengan bermacam-macam karakter. Semua anak harus mendapatkan kesempatan membaca buku dengan karakter-karakter yang melihat dan bicara seperti dirinya. Pada waktu yang sama, anak juga menikmati membaca cerita mengenai karakter-karakter yang fantastis, seperti _ binatang yang dapat bicara. Hal ini akan merangsang imajinasinya dan ’ membangun kesenangan anak pada bermain pura-pura.

Menikmati membaca berirama bersama. Anak menyukai buku yang memiliki pola irama. Anak menemukan penggunaan irama yang, tidak mengandung arti sebagai-sesuatu yang dapat digunakan untuk bermain dan bersenang-senang. Ketika kita membaca, ajaklah anak-anak untuk mengisi kata-kata yang berirama.

Ketika kita membaca, tunjukkan fitur-fitur penting dari buku tersebut. Sebelum mulai membaca, tunjukkan pada anak judul dan pengarang di bagian depan buku. Kita bisa katakan, “Judul buku ini adalah ’Rumah ajaib”, ditulis oleh Arianto dan digambar oleh Cecep.”

Ketika kita membaca, tunjukkan setiap kata dengan jari. Ini memunjukkan kepada anak bahwa ada hubungan satu ucapan dengan satu kata. Hal ini juga akan menarik perhatian anak kepada hubungan antara kata yang kita ucapkan dengan kata-kata pada buku. Membaca sambil menunjuk pada kata juga menguatkan konsep bahwa kita membaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.

Gunakan cerita untuk mengenalkan anak pada dunia yang baru. Memfokuskan pada kosa kata baru akan meningkatkan pemahaman anak dalam membaca. Kita dapat meningkatkan perkembangan kosa kata anak dengan menarik perhatiannya pada kata yang tidak biasa ditemukan atau kata baru dalam cerita tersebut. Kita dapat mengajak anak bergembira dengan kata-kata baru ini dan membantu anak kita menggunakannya dalam situasi nyata, Setelah belajar kata “terbalik” dalam cerita, kita dapat menunjukkan bahwa mainan kapal-kapalan di dalam bak mandi telah terbalik dan binatang-binatang tersebut sekarang berada di dalam air. #6.41

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 6.38 – 6.41

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *