Pengembangan Dimensi Hakikat Manusia - AsikBelajar.Com

Pengembangan Dimensi Hakikat Manusia

AsikBelajar.Com | Semua unsur hahekat manusia yang monopluralis atau dimensi- dimensi kemanusiaan tersebut memerlukan pengembangan agar dapat lebih meyempurnakan manusia itu sendiri. Pengembangan semua potensi atau dimensi kemanusiaan itu dilakukan melalui dan dengan pendidikan. Atas dasar inilah maka antara pedidikan dan hakikat manusia ada kaitannya. Dengan dan melalui pendidikan, semua potensi atau dimensi kemanusiaan dapat berkembang secara optimal. Arah pengembangan yang baik dan benar yakni ke arah pengembangan yang utuh dan komprehensif.

Pendidikan telah lahir dalam kehidupan manusia sejak adanya manusia, entah berapa abad yang lalu mendahului kehadiran kita sekarang ini. Banyak orang mengecam pendidikan sebagai biang keladi yang menyebabkan kemerosotan ekonomi, kemerosotan ahlak, kemerosotan kualitas hidup dan lain sebagainya. Tetapi, hingga dewasa ini belum ada yang mengusulkan agar pendidikan disingkirkan atau dihilangkan dari perikehidupan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan diperlukan oleh manusia (Suyitno, 2010).

Pada dasarnya pendidikan merupakan upaya manusia untuk memperbaiki kehidupan manusia, dalam masyarakat dan interelasi kemanusiaan. Disadari atau tidak, setiap pendidik memiliki seperangkat dasar pemikiran untuk melaksanakan tugasnya tersebut. Dasar pemikiran tersebut, berkaitan dengan pandangan hidup, pandangan tentang manusia dan pandangan tentang bagaimana melaksanakan tugasnya itu. Untuk itulah para pendidik perlu mengkaji landasan filsafi yang membahas persoalan hidup dan tujuan hidup, masalah hakikat manusia dan pengembangannya, masalah nilai baik dan buruk, serta masalah tujuan pendidikan. #23

Telah panjang lebar diuraikan di atas bahwa sasaran pendidikan adalah manusia sehingga dengan sendirinya pengembangan manusia menjadi tugas pendidikan. Manusia lahir telah dikarunia hakikatmanusia tetapi masih dalam potensi, belum teraktualisasi menjadi wujud kenyataan atau aktualisasi. Bergerak dari kondisi potensi menjadi wujud aktualisasi terdapat rentangan proses yang mengundang pendidikan untuk berperan dalam memberikan jasanya. Meskipun tidak dapat disangkal bahwa pendidikan pada dasarnya adalah baik tetapi dalam pelaksanaannya bisa saja terjadi kesalahan (lazimnya disebut salah didik). Terkait dengan itu, ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu.

a. Pengembangan yang Utuh
Menurut Tirtarahardja & Sulo (2005) tingkat keutuhan perkembangan dimensi hakikat manusia ditentukan oleh dua faktor, yaitu kualitas dimensi hakikat manusia itu sendiri secara potensial dan kualitas pendidikan yang disediakan untuk memberikan pelayanan atas perkembangannya. Pengembangan yang utuh dapat dilihat dari berbagai segi, yaitu:

1) Wujud Dimensinya
Keutuhan terjadi antara aspek jasmani dan rohani, antara dimensi keindividualan, kesosialan, kesusilaan, keberagamaan. historisitas, komunikasi, dan dinamika, juga antara aspek kognitif, afketif, dan psikomotor. Pengembangan aspek jasmani dan rohani dikatakan utuh jika keduanya mendapat pelayanan secara seimbang.

2) Arah Pengembangan
Keutuhan pengembangan dimensi hakikat manusia dapat diarahkan kepada pengembangan dimensi keindividualan, kesosialan, kesusilaan, keberagamaan, historisitas, komunikasi, dan dinamika secara terpadu.

b. Pengembangan yang Tidak Utuh
Menurut Tirtarahardja & Sulo (2005) pengembangan yang tidak utuh terjadi jika dalam proses pengembangan unsur-unsur dimensi hakikat manusia terabaikan untuk ditangani. Pengembangan yang tidak utuh pada perkembangannya akan berakibat terbentuknya kepribadian yang pincang dan tidak mantap (lazimnya disebut pengembangan patologis).

Tingkat keutuhan perkembangan hakikat manusia ditentukan oleh 2 faktor, yaitu kualitas dimensi hakikat manusia itu sendiri secara potensial dan kualitas pendidikan yang disediakan untuk memberi #24

pelayanan atas perkembangannya. Menurut Mujidin (2005) pengembangan manusia secara utuh sebagai pribadi meliputi segala dimensi dan kompleksitasnya. Pengembangan jangan terfokus pada yang simpel misalnya aspek fisik/emosi atau intelektual dari pribadi dengan meninggalkan lebih banyak alam kedalaman yang tak tergali, dan karenanya tak terealisasikan. Pendidikan memungkinkan setiap orang mampu mengembangkan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermanfaat. #25

Sumber:
Husamah dkk. 2015. Pengantar Pendidikan. Malang: Universitas Muhamadiyah. 23-25.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress