Penelitian Tindakan untuk Kepala Sekolah dan Pengawas

AsikBelajar.Com | Kepala sekolah dan pengawas, status kedudukan dan tugasnya berbeda. Jika kepala sekolah status kepegawaiannya sama dengan guru karena masih berstatus sebagai guru yang diberi tugas tambahan kepala sekolah sehingga masih mempunyai tugas mengajar. Pengawas tidak lagi mempunyai hak untuk mengajar, kecuali dalam rangka memberikan contoh kepada guru mengajar dengan baik. Oleh karena itu jenis penelitian tindakannya tidak persis sama dengan guru. ……149

Seperti sudah dijelaskan, penelitian tindakan bukan hanya dilakukan di kelas. Kepala sekolah dapat melakukan dua lokasi penelitian, yaitu di kelas (karena kepala sekolah juga guru) dan dapat juga dilakukan di luar kelas dan di luar sekolah. Di luar kelas kepala sekolah dapat meningkatkan kualitas aspek-aspek kepemimpinannya yang diarahkan kepada guru, siswa dan staf sekolah yang lain, atau aspek-aspek manajemen untuk seluruh sekolah. Adapun model rancangan penelitian yang harus dibuat, tidak berbeda dengan model penelitian tindakan kelas yang diperuntukkan bagi guru. Sebagai contoh permasalahan yang dapat dicoba dilakukan meIaIui penelitian tindakan antara lain upaya untuk mendisiplinkan kerja guru, meningkatkan kebersihan lingkungan sekolah, menjalin hubungan yang baik antara sekolah dengan orang tua, mengefektifkan program ekstra kurikuler, dan lain-lain.

Pengawas pun dapat melakukan penelitian tindakan, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja mereka. Apabila pengawas melakukan penelitian yang kolaboratif, pasangan penelitiannya dapat mengambil kepala sekolah dan atau guru yang disupevisi. Kerja sama yang dilakukan dengan pengawas lain, juga sangat memungkinkan. Sebagai contoh permasalahan yang dapat diangkat sebagai judul penelitian tindakan oleh pengawas antara lain: meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar. Dalam penelitian ini pengawas mengajak beberapa orang guru, diajak menyusun rencana mengajar dengan mode! yang lebih inovatif, kemudian guru-guru tersebut secara bergantian melaksanakan mengajar, sedangkan guru yang lain mengamati sambil membuat catatan dengan menggunakan format pengamatan yang disusun bersama. Sesudah semua guru mengajardan diamati teman sejawatnya, pengawas mengadakan pertemuan untuk refleksi.

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam menyusun laporan penelitiannya adalah: (a) ide atau gagasan dari peneliti tentang apa yang dilakukan dalam tindakan harus terkait dengan bidang tugasnya apabila guru harus tentang pembelajaran, apabila kepala sekolah harus pembelajaran, masalah peningkatan mutu unsur-unsur sekolah, apabila pengawas harus hal-hal yang terkait dengan pembinaan; (b) harus tampak adanya kinerja subjek yang dikenai tindakan ; (c) harus tampak adanya siklus, dan (d) harus tampak adanya refleksi yang hasilnya digunakan sebagai bahan peningkatan siklus berikutnya. …150

Sumber:
Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Hal.149-150.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Captcha loading...