Penelitian Tindakan: Pengantar Menurut Arikunto (Bagian 1)

AsikBelajar.Com | Model eksperimen dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa penelitian eksperimen sifatnya ”ketat” dalam arti bahwa desainnya harus mantap, dan tidak dapat berubah selama penelitian berlangsung. Beberapa tahun terakhir ini berkembang dengan pesat sebuah model penelitian eksperimen yang dapat dikatakan “tidak kaku”, tetapi sebaliknya justru menuntut adanya perkembangan. Penelitian dimaksud adalah penelitian tindakan. Untuk lebih memberikan gambar yang lebih lengkap dan menyeluruh berikut disampaikan uraian khusus tentang model penelitian tersebut secara agak panjang mengingat jenis penelitian tersebut semakin menjadi trend.

Sejak kira-kira sepuluh tahun yang lalu, muncul sebuah pendekatan penelitian yang langsung menjadi terkenal. Pendekatan tersebut dikenal dengan nama Penelitian Tindakan Kelas, dari negeri asal yang berbahasa Inggris dengan istilah Classroom Action Research, disingkat CAR. Penelitian tersebut muncul karena adanya kesadaran pelaku kegiatan yang merasa tidak puas dengan hasil kerjanya. Dengan didasari atas kesadaran sendiri, pelaku yang bersangkutan mencoba menyempurnakan pekerjaannya, dengan cara melakukan percobaan yang dilakukan berulang-ulang, prosesnya diamati dengan sungguh-sungguh sampai mendapatkan proses yang dirasakan memberikan hasil yang lebih baik dari semula.

Mengingat bahwa permasalahan pendidikan itu tidak hanya terjadi di kelas saja, tetapi juga di luar kelas tetapi masih di dalam lingkup sekolah, maka guru dapat melakukan perbaikan terhadap proses kerjanya. Oleh karena itu istilah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat dimaknai terlalu sempit. Istilah yang lebih luas dan luwes adalah Penelitian Tindakan (PT) saja; Dengan sebutan tersebut, maka bukan hanya guru saja yang dapat melakukan penelitian dengan pendekatan ini, tetapi juga Kepala Sekolah dan Pengawas. Bahkan di perguruan tinggi, akhir-akhir ini juga digalakkan jenis penelitian tindakan, dengan maksud meningkatkan mutu perkuliahan. Permasalahan yang diupayakan untuk diatasi melalui penelitian tindakan ini cukup banyak, dan bukan hanya berkutat di ruang kelas atau sekelompok peserta didik saja.

Ketika model penelitian tindakan ini mulai diperkenalkan, banyak ilmuwan yang tidak setuju, dan beranggapan bahwa penelitian tindakan ini kurang ilmiah, karena dilakukan dengan coba-coba. Namun setelah diketahui hasilnya bermanfaat, dan memang di lakukan secara sistematis dan menggunakan langkah-langkah yang benar, maka semaraklah perkembangannya.

Menurut pengertian nya penelitian tindakan adalah penelitian tentang hal-hal yang terjadi di masyarakat atau kelompok sasaran, dan hasilnya langsung dapat dikenakan pada masyarakat yang bersangkutan. Ciri atau karakteristik utama dalam penelitian tindakan adalah adanya partisipasi dan kolaborasi antara peneliti dengan anggota kelompok sasaran. Penelitian tindakan adalah salah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dalam bentuk proses pengembangan inovatif yang ”dicoba sambil jalan” dalam mendeteksi dan memecahkan masalah. Dalam prosesnya, pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat saling mendukung satu sama lain.

Dalam proses pemecahan masalah tersebut ahIi-ahli yang terlibat terus-menerus menganalisis situasi dan proses yang terjadi, dengan sekali-kali menjenguk teori yang mendukungnya. Dengan demikian, maka penelitian tindakan dapat dikatakan sebagai gabungan antara tindakan bermakna dengan prosedur penelitian, yaitu dengan sadar merumuskan tindakan yang akan dilakukan tetapi didasari dengan ilmu sebagai pendukungnya. Tindakan dimaksud merupakan intervensi yang sudap dipilih dengan pertimbangan masak-masak, yang berprosesnya diamati dengan cermat dan sistematis.

Dengan sifat dan tujuan seperti itu maka penelitian tindakan yang dilakukan harus memenuhi beberapa prinsip sebagai berikut.

1. Permasalahan atau topik yang dipilih harus memenuhi kriteria, yaitu benar-benar nyata dan penting, menarik perhatian dan mampu ditangani, serta berada dalam jangkauan kewenangan peneliti untuk melakukan perubahan.

2. Kegiatan penelitian, baik intervensi maupun pengamatan yang dilakukan tidak boleh sampai mengganggu atau menghambat kegiatan utama. Sebagai misal, seorang dokter yang mau mencobakan pemberian obat baru tidak boleh mengubah kebiasaan tidur pasien.

3. Jenis intervensi yang dicobakan harus efektif dan efisien, artinya terpilih dengan tepat sasaran dan tidak memboroskan waktu, dana, dan tenaga.

4. Metodologi yang digunakan harus jelas, rinci, dan terbuka, setiap langkah dari tindakan di rumuskan dengan tegas sehingga orang yang berminat terhadap penelitian tersebut dapat mengecek setiap hipotesis dan pembuktiannya.

5. Kegiatan penelitian diharapkan dapat merupakan proses kegiatan yang berkelanjutan (on-going), mengingat bahwa pengembangan dan perbaikan terhadap kualitas tindakan memang tidak dapat terhenti tetapi menjadi tantangan sepanjang waktu.

Namanya adalah Penelitian Tindakan Kelas, terdiri dari tiga kata yang dapat dipahami pengertiannya sebagai berikut.

@ Penelitian – kegiatan mencermati suatu objek, menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.

@ Tindakan – sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu, yang dalam penelitian ini berbentuk rangkaian siklus kegiatan.

@ Kelas – adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru. Batasan yang ditulis untuk pengertian tentang kelas tersebut adalah pengertian lama, untuk melumpuhkan pengertian yang salah dan difahami secara luas oleh umum dengan ”ruangan tempat guru mengajar”. Kelas bukan wujud ruangan tetapi sekelompok peserta didik yang sedang belajar.

Dengan menggabungkan batasan pengertian tiga kata tersebut segera dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan, dan terjadi dalam sebuah kelas. Penelitian tindakan kelas sebetulnya tidak sulit, karena guru tinggal melakukan dengan sengaja dan diamati hasilnya secara seksama. Kadang-kadang hambatan yang muncul terletak pada bagaimana mencari judul ketika akan memulai kegiatannya, padahal permasalahan guru sebenarnya begitu banyak. Jika guru menyadari kelemahan hasil dari pekerjaannya, maka sebenarnya itulah hal yang sudah tepat dijadikan judul.

Ada beberapa orang ahli yang menekuni penelitian tindakan ini, namun dalam sajian ini dikemukakan pendapat tentang model penelitian tindakan antara lain Kurt Lewin, Kemmis, Henry, Mc Taggart, John Elliott, dan Hopkins. Ahli yang pertama kali menciptakan model penelitian tindakan adalah Kurt Lewin, tetapi yang sampai sekarang banyak dikenal adalah Kemmis dan Mc Taggart (1988).
Sumber:
Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Hal.128-130.

Keyword terkait:
Sejarah penelitian tindakan, Pengertian penelitian tindakan kelas menurut Prof. Suhersimi Arikunto

Baca Bagian ke-2 Klik Disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Captcha loading...