Pendidikan sebagai Ilmu Desain - AsikBelajar.Com

Pendidikan sebagai Ilmu Desain

Perpaduan Penelitian Desain, Penelitian Tindakan, dan Penelitian Eksperimen dalam Permasalahan Kependidikan.

AsikBelajar.Com | Pendidikan sebagai suatu ilmu telah berkembang dengan pesat melalui interaksi dengan berbagai bidang ilmu lainnya, seperti psikologi, ilmu komunikasi, ilmu komputer, teknologi, antropologi, sosiologi, ilmu politik, ilmu ekonomi dan lain-lain. Metamorfosis aspek teoretis pendidikan terus terjadi untuk menyesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan zaman. Namun, perlu dipahami juga bahwa pendidikan secara teoretis membutuhkan tindakan mengubah dan memperbaiki sosial kemasyarakatan agar terbangun suatu peradaban yang semakin maju. Ketika pendidikan dipandang sebagai domain aplikasi berbentuk tindakan, pendidikan masuk sebagai bagian dari ilmu desain (design science).

Unsur-unsur kependidikan dalam konteks tindakan berhubungan dengan tindakan belajar, tindakan mengajar, tindakan melatih, dan tindakan membina. Kegiatan mengajar, melatih, dan membina merupakan kegiatan praksis yang membutuhkan perencanaan dalam mencapai tujuan perubahan atau perbaikan yang diinginkan. Perencanaan yang baik menentukan peluang keberhasilan dalam #7

pencapaian tujuan yang diinginkan. Mendiskusikan perencanaan akan semakin lengkap jika ilmu desain dijadikan penopang dalam membuat rencana tindak yang dinamis melalui penggabungan aspek sains, seni dan teknologi.

Pendidikan dalam bentuk tindakan perbaikan, berhubungan dengan permasalahan praktis kependidikan. Permasalahan praktiy kependidikan muncul ketika tindakan dan aktivitas pembelajaran tidak dapat menghasilkan luaran pembelajaran yang diinginkan. Hal ini berarti persoalan proses tindakan menjadi penting untuk memastikan bahwa mencapai tujuan kependidikan dapat diperoleh. Mengajar dikenal juga sebagai seni, karena membutuhkan kreativitas dan imajinasi. Mengajar berfungsi untuk merespons kebutuhan peserta didik, memberikan inspirasi dan menumbuhkan semangat bagi mereka untuk belajar, Mengajar memberikan pengalaman berharga bagi peserta didik, sehingga dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan personal peserta didik tersebut. Aktivitas tersebut tidak bisa dicapai dengan baik tanpa adanya usaha untuk mendesain pembelajaran dengan baik.

Herbert Alexander Simon seorang ahli ekonomi, politik, psikologi kognitif dan penerima hadiah nobel bidang ekonomi tahun 1978 menjelaskan bahwa desain dipandang sebagai sebuah proses penyelesaian masalah yang ditujukan pada perubahan dari apa yang ada menjadi suatu solusi dari apa yang diinginkan. Tujuan mendesain adalah untuk mencapai solusi terbaik dengan menggunakan informasi yang ada. Desain dipandang sebagai kegiatan manusiawi yang mengembangkan respons terhadap perubahan kebutuhan manusia (Simon, 1996). Mendesain kependidikan atau mendesain pembelajaran adalah mendesain solusi yang berhubungan dengan pendidikan atau pembelajaran. Pendidikan dilaksanakan bertujuan untuk mencapai keadaan yang selalu lebih baik dari waktu ke waktu. Proses mendesain tidak hanya membantu menciptakan solusi kependidikan tapi juga memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap permasalahan yang ada, sehingga solusi yang ditawarkan lebih akurat. Dengan demikian, pendidikan dan desain dua hal yang saling berhubungan dan berperan! untuk memperbaiki kualitas kehidupan manusia, khususnya kualitas pembelajaran baik pada pendidikan formal maupun nonformal.

Pada dasarnya konsep bahwa pembelajaran (mengajar dan belajar) sebagai ilmu desain telah berkembang cukup lama. Dalam bidang #8

teknologi pendidikan yang dikenal secara luas dan baik adalah ilmu desain pembelajaran (instructional design). Desain pembelajaran pada awalnya berkembang secara pragmatis, hal itu terlihat banyak sekali model-model desain pembelajaran yang muncul. Model-model tersebut memiliki identitas sesuai dengan nama pengembangnya, seperti model Dick & Carey, model Kemp & Morrisson, model Gerlach & Elly, model Smith & Ragan, model Gagne, dan lain-lain. Model-model tersebut memberikan kerangka bagaimana pembelajaran tersebut perlu didesain dengan baik, agar tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Bagaimana kerangka desain dari satu model dengan model lainnya memiliki perbedaan dan kesamaannya masing-masing. Perbedaan yang terindentifikasi adalah dalam aspek jumlah komponen, urutan, kefleksibilitasan, strategi proses dan lain-lain. Di antara model-model tersebut memiliki kesamaan prinsip bahwa sama-sama proses menerjemahkan prinsip-prinsip belajar dan mengajar ke dalam instrumen-instrumen pembelajaran (seperti rencana pelaksanaan pembelajaran, bahan ajar, multimedia pembelajaran, pengaturan lingkungan belajar, alat peraga, dan instrumen evaluasi).

Pada era abad ke-21 ini, pembelajaran sebagai bagian dari ilmu desain tidak bisa dipisahkan dengan teknologi. Teknologi telah mengubah konsep beberapa instrumen pembelajaran. Pada awalnya bahan ajar dimaknai sebagai kumpulan strategi mengajar dan belajar, materi dan pesan kependidikan, serta penilaian yang tersaji secara cetak (printed edition). Sementara itu, multimedia pembelajaran yang berbasis teknologi merupakan instrumen pembelajaran lainnya yang memberikan penguatan dalam proses mengajar dan belajar. Dengan berkembangnya teknologi komputer dan teknologi informasi, bahan-bahan ajar tersebut telah berubah menjadi sumber digital yang mengombinasikan fungsi dari multimedia pembelajaran. Kita saat ini melihat adanya buku ajar yang terkoneksi dengan video pembelajaran, didukung oleh teknologi virtual reality dan augmented reality. Dengan demikian, bahan ajar cetak telah bergabung dengan multimedia pembelajaran menjadi sumber belajar (learning resources) yang baik untuk memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik.

Mengkaji teori belajar adalah membahas bagaimana peserta didik belajar, jadi sudut pandangnya adalah dari sisi peserta didik. Pembelajaran yang dipersiapkan harus dari sudut pandang sasaran atau peserta didik, pembelajaran tersebut didesain dengan menjadikan peserta didik sebagai #9

subjek aktif yang melakukan tindakan belajar sesuai dengan karakternya masing-masing. Di sinilah peran desain pembelajaran yang memastikan bahwa prinsip-prinsip mengajar yang akan diterapkan telah sesuaij dengan prinsip-prinsip belajar peserta didik. Kegiatan pendidikan atau pembelajaran tanpa didesain, bukanlah pendidikan atau pembelajaran, Keberadaan desain inilah yang memastikan bahwa pendidikan atau pembelajaran tersebut dilakukan dengan bertujuan atau memiliki maksud tertentu. Dengan demikian, pendidikan sebagai bagian dari desain, dan desain adalah bagian utama dari penelitian berbasis desain. Desain yang dimaksud di sini adalah desain solusi terhadap permasalahan. Atribut desain pembelajaran telah melebur dalam aktivitas penelitian berbasis desain kependidikan, akan tetapi konsep dan aktivitas desain pembelajaran dengan penelitian berbasis desain dapat dibedakan dengan baik. #10

Sumber:
Rusdi, M. 2020. Penelitian Perlakuan Pendidikan (Educational Treatment-Based Research). Depok: PT RajaGrafindo Persada. Hal. 7-10.

Keyword terkait:
penelitian pendidikan adalah; penelitian pendidikan matematika; penelitian pendidikan di masa pandemi; penelitian pendidikan kualitatif; penelitian pendidikan anak usia dini

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress