Pendidikan Informal, Formal dan Nonformal - AsikBelajar.Com

Pendidikan Informal, Formal dan Nonformal

AsikBelajar.Com | Landasan yuridis tentang pendidikan informal, formal dan non formal termaktub dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Uraian lengkap ketiganya disajikan pada Bab VI bagian A khususnya mengenai “Sistem Pendidikan Nasional Menurut Landasan Yuridis “.

1. Pendidikan Informal
Pendidikan informal ialah yang diperoleh sesorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, sejak seseorang lahir sampai mati, di dalam keluarga dalam pekerjaan atau pergaulan sehari-hari. #55.

Sebagaimana telah diutarakan bahwa keluarga merupakan lingkungan yang pertama kali ditemui oleh anak dalam kehidupannya dan juga merupakan lingkungan utama. Pendidikan informal dimaksudkan timbulnya pengaruh-pengaruh dari orang dewasa kepada anak sebagai akibat komunikasi yang erat dalam pergaulan sehari-hari.

Dasar-dasar tanggung jawab keluarga terhadap anak diuraikan oleh Syam (1986), antara lain:
a. Dorongan/motivasi cinta kasih sayang yang menumbuhkan sikap rela mengabdikan hidupnya untuk sang anak.
b. Dorongan/motivasi kewajiban moral sebagai konsekuensi kedudukan orang tua terhadap keturunannya, meliputi nilai religius yang dijiwai Ketuhanan Yang Maha Esa, serta menjaga martabat dan kehormatan keluarga.
c. Tanggung jawab sosial berdasarkan kesadaran bahwa keluarga sebagai anggota masyarakat, bangsa, negara, bukan kemanusiaan.

Pelaksanaan pendidikan informal dalam keluarga harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Kemampuan dasar yang dibawa anak sejak lahir.
b. Hubungan kodrati orang tua dan anak yang sangat erat.
c. Keadaan anak secara fisis maupun psikis.
d. Ketidakberdayaan anak dan ketergantungan anak.

2. Pendidikan Formal
Menurut Combs (1982) pendidikan formal adalah pendidikan yang berstruktur, mempunyai jenjang/tingkat, dalam periode waktu tertentu, berlangsung dari sekolah dasar sampai universitas dan tercakup di samping studi akademis umum, juga berbagai program khusus dan lembaga untuk latihan teknis dan profesional. Melalui pendidikan for- mal, anak didik dapat dikembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap, serta nilai-nilai.

Pendidikan formal di sekolah merupakan lanjutan atau pengembangan pendidikan yang telah diberikan oleh orang tua terhadpa anak-anaknya dalam keluarga, dimana hal tersebut dikarenakan beberapa faktor antara lain, a) Keterbatasan pengetahuan orang tua. b) Kesempatan waktu. c) Perkembangan anak. d) Lingkungan. Kehidupan di sekolah merupakan jembatan bagi anak, yang menghubungkan kehidupan dalam keluarga dengan kehidupan dalam masyarakat kelak. #56.

3. Pendidikan Non Formal
Pendidikan non formal ialah pendidikan yang teratur dengan sadar dilakukan tetapi tidak terlalu mengikuti peraturan-peraturan yang tetap dan kuat. Pendidikan non formal merupakan pendidikan di luar sekolah yang secara potensial dapat membantu, dan menggantikan pendidikan formal dalam aspek-aspek tertentu seperti pendidikan dasar atau ketrampilan kejuruan khusus.

Keuntungan dari pendidikan non formal adalah sebagai berikut:
a. Biaya yang digunakan untuk suatu program cukup rendah.
b. Waktu yang dipakai tidak lama dan dapat diselesaikan dengan situasi dan kondisi partisipan.
c. Program yang dilaksanakan dapat membantu dan memenuhi kebutuhan langsung dari partisipan. #57.

Sumber:
Husamah dkk. 2015. Pengantar Pendidikan. Malang: Universitas Muhamadiyah. Hal. 55-57.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress