One-Shot Case Study, One Group Pretest-Posttest Design, Intact-Group Comparison

AsikBelajar.Com | Artikel yang akan kita bahas ini adalah bagian dari penelitian eksperimen yaitu pre-Experimental design (Nondesign) yang terdiri dari:

a. One-Shot Case Study
Paradigma dalam penelitian eksperimen model ini dapat digambarkan sbb:

One-Shot Case StudyKet:
X=treatment yang diberikan (variabel independen)
O=Observasi (variabel dependent).

Model eksperimen dapat dibaca sebagai berikut: terdapat suatu kelompok diberi treatment/perlakuan, dan selanjutnya diobservasi hasilnya (treatment adalah sebagai variabel independen, dan hasil adalah sebagai variabel dependen).

Contoh:
Pengaruh alat kerja baru diklat (X) terhadap produktivitas kerja karyawan (0).

Terdapat kelompok pegawai yang menggunakan alat kerja baru kemudian setelah bulan diukur produktivitas kerjanya. Pengaruh alat kerja baru terhadap produktivitas kerja diukur dengan membandingkan produktivitas sebelum menggunakan alat baru dengan produktivitas setelah menggunakan alat baru (misalnya selalu menggunakan alat baru produktivitasnya l50/jam dan setelah menggunakan alat baru produktivitasnya 500/jam. Jadi pengaruh alat baru adalah 500 – 150 = 350/jam.

b. One-Group Pretest-Posttest Design
Kalau pada desain no. a, tidak ada pretest, maka pada desain ini terdapat pretest, sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. Desain ini dapat di gambarkan seperti berikut:

One-Group Pretest-Posttest DesignKet:
O1=nilai pretest (sebelum diberi diklat)
O2=nilai posttest (setelah diberi diklat)

Pengaruh diklat terhadap prestasi kerja pegawai = (O2 – O1).

c. Intact-Group Comparison
Pada desain ini terdapat satu kelompok yang digunakan untuk penelitian, tetapi dibagi dua, yaitu setengah kelompok untuk eksperimen (yang diberi perlakuan) dan setengah untuk kelompok kontrol (yang tidak diberi perlakuan). Paradigma penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut.

Intact-Group Comparison

Ket:
O1=hasil pengukuran setengah kelompok yang diberi perlakuan
O2=hasil pengukuran setengah kelompok yang tidak diberi perlakuan.

Pengaruh perlakukan = O1 – O2

Contoh:
Terdapat sekelompok karyawan di bidang produksi, yang setengah dalam melaksanakan pekerjaannya menggunakan lampu yang sangat terang (01), dan setengahnya lagi dengan lampu yang kurang terang (02). Setelah beberapa minggu diukur produktivitas kerjanya. Kelompok mana yang lebih produktif. Jadi pengaruh cahaya lampu terhadap produktivitas kerja adalah (01 – 02).

Seperti telah dikemukakan bahwa, ketiga bentuk desain pre-experimen itu bila diterapkan untuk penelitian, akan banyak variabel-variabel luar yang masih berpengaruh dan sulit dikontrol. sehingga Validitas internal penelitian menjadi rendah.

Sumber:
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Hal. 112-113.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *