Model Sequential pada Metode Penelitian Kombinasi

AsikBelajar.Com | Creswell (2009) mengemukakan tentang metode kombinasi model sequential adalah sebagai berikut “Sequential Mixed Methods procedure are those in which the researcher seeks to elaborate on or expand on the finding of one methods with another methods” Metode kombinasi model sequential adalah suatu prosedur penelitian dimana peneliti mengembangkan hasil penelitian dari satu metode dengan metode yang lain. …408

Metode ini dikatakan sequential, karena penggunaan metode dikombinasikan secara berurutan. Bila urutan pertama menggunakan metode kuantitatif, dan urutan kedua menggunakan kualitatif, maka metode tersebut dinamakan kombinasi model sequential explanatory dan bila urutan pertama menggunakan metode kualitatif dan urutan kedua menggunakan metode kuantitatif, maka metode tersebut dinamakan metode penelitian kombinasi model sequential exploratory.

a. Sequential Explanatory Design
Dalam hal sequential, sequential explanatory ini Creswell (2009) menyatakan “Explanatory Strategy in mixed methods research is characterized by the collection and analysis of quantitative data in a first phase followed by the collection and analysis of qualitative data in a second phase that build on the result of initial quantitative results” Metode penelitian kombinasi model sequential explanatory, dicirikan dengan pengumpulan data dan analisis data kuantitatif pada tahap pertama, dan diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap ke dua, guna memperkuat hasil penelitian kuantitatif yang dilakukan pada tahap pertama.

b. Sequential Exploratory Design
Sequential Exploratory Strategy in mixed methods research involves a first phase of qualitative data collection and analysis followed by a second phase of quantitative data collection and analysis that builds on the results of the first qualitative phase (Creswell, 2009).

Metode ini sama dengan metode sequential explanator, hanya dibalik, di mana pada metode ini pada tahap awal menggunakan metode kualitatif dan tahap berikutnya menggunakan metode kuantitatif. Bobot metode lebih pada metode tahap pertama yaitu metode kualitatif dan selanjutnya dilengkapi dengan metode kuantitatif. Kombinasi data kedua metode bersifat connecting (menyambung) hasil penelitian tahap pertama (hasil penelitian kualitatif) dan tahap berikutnya (hasil penelitian kuantitatif). Kelemahan dari metode ini adalah bahwa penelitian memerlukan waktu, tenaga dan biaya yang lebih besar.

Burke Johnson; Larry Christensen (2008) memberikan ilustrasi Perbedaan antara desain sequential explanatory dan desain sequential exploratory seperti ditunjukkan pada gambar 19.4 berikut. Berdasarkan ……409

gambar tersebut terlihat hubungan antara desain sequential explanatory dengan desain sequential exploratory dalam bentuk “roda penelitian” (research wheel).

Model Sequential pada Metode Penelitian Kombinasi

Desain sequential explanatory disebut dengan Confirmatory methods, yang lebih bersifat “top-down or theory testing approach to research” Yang dimaksud dengan top-down or theory testing, adalah suatu penelitian kuantitatif yang pada umumnya bertujuan menguji hipotesis dengan fakta di lapangan, sedangkan desain explanatory methods bersifat “bottom-up or theory generation to research”. Yang dimaksud dengan bottom-up or theory generation to research, adalah suatu metode kualitatif yang umumnya bertujuan untuk menghasilkan hipotesis atau teori.

c. Sequential Transformative Strategy
Metode kuantitatif/kombinasi model Sequential Transformative Design Creswell (2009) menyatakan sebagai berikut.

The sequential transformative strategy is a two phase project with theoretical lens (gender, race, social science) overlaying the sequential procedures. It too has an initial phase (either quantitative or qualitative) followed by a second phase (either qualitative or quantitative) that ‘s builds on either phase. The theoretical lens is …410

introduce in the introduction to a proposal, shapes a directional research questzon aimed at exploring a problem

Model ini dilakukan dalam dua tahap dengan dipandu oleh teori lensa (gender, ras, ilmu sosial) pada setiap prosedur penelitiannya. Tahap pertama bisa menggunakan metode kuantitatif atau kualitatif dan dilanjutkan pada tahap berikutnya dengan metode kualitatif atau kuantitatif. Teori lensa dikemukakan pada bagian pendahuluan proposal penelitian untuk memandu dirumuskannya pertanyaan penelitian untuk menggali masalah. …411

Sumber:
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Hal.408-411.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Captcha loading...