Mitos: Sebab Timbulnya & Kenapa Diterima Masyarakat?

By | 19/11/2019

AsikBelajar.Com | Pada awal prasejarah kemampuan manusia masih terbatas, baik keterbatasan pada peralatan maupun keterbatasan pemikiran. Keterbatasan itu menyebabkan pengamalan menjadi kurang seksama, dan cara pemikiran yang sederhana menyebabkan hasil pemecahan masalah memberikan kesimpulan …17

yang kurang tepat. Dengan demikian pengetahuan yang terkumpul belum dapat memberikan kepuasan terhadap rasa ingin tahu manusia, dan masih jauh dari kebenaran.

Perkembangan selanjutnya adalah untuk memenuhi kebutuhan non-fisik atau kebutuhan pikirannya, jadi tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan fisiknya. Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terpuaskan atas dasar pengamatan maupun pengalamannya saja untuk memuaskan alam pikirannya manusia mereka-reka sendiri jawabannya. Sebagai contoh ; “Mengapa gunung meletus?” Karena tak tahu jawabannya maka direka-reka sendiri dengan jawaban “yang berkuasa dari gunung itu sedang marah. Maka muncul pengetahuan baru yang di sebut “yang berkuasa”. Dengan menggunakan jalan pikiran yang sama muncullah anggapan adanya “yang berkuasa” di dalam hutan lebat, sungai yang besar, pohon yang besar, matahari, bulan, kilat, atau adanya raksasa yang menelan bulan pada saat gerhana rembulan. Pengetahuan-pengetahuan baru yang bermunculan dan merupakan gabungan dari pengalaman dan kepercayaan itu kita sebut “mitos“. Adapun cerita yang berdasarkan mitos ini disebut “legenda”.

Penyebab Timbulnya Mitos
Mitos itu timbul disebabkan antara lain karena keterbatasan alat indera manusia misalnya:

1) Alat Penglihatan
Banyak benda-benda yang bergerak begitu cepat sehingga tak tampak jelas oleh mata. Mata tak dapat membedakan bendabenda. Demikian juga jika benda yang dilihat terlalu jauh, maka mata tak mampu melihatnya.

2) Alat Pendengaran
Pendengaran manusia terbatas pada getaran yang mempunyai frekuensi dari 30 sampai 30.000 perdetik. Getaran di bawah tiga puluh atau di atas tiga puluh ribu perdetik tak terdengar.

3) Alat Pencium dan Pengecap Bau dan rasa tidak dapat memastikan benda yang dicecap …18

maupun diciumnya. Manusia hanya bisa membedakan 4 jenis rasa yaitu rasa manis, masam, asin dan pahit.

Bau seperti parfum dan bau-bauan yang lain dapat dikenal oleh hidung kita bila konsentrasinya di udara lebih dari sepersepuluh juta bagian. Melalui bau, manusia dapat membedakan satu benda dengan benda yang lain namun tidak semua orang bisa melakukannya.

4) Alat Perasa
Alat perasa pada kulit manusia dapat membedakan panas atau dingin namun sangat relatif sehingga tidak bisa dipakai sebagai alat observasi yang tepat.

Alat-alat indera tersebut di atas sangat berbeda-beda, di antara manusia : ada yang sangat tajam penglihatannya ada yang tidak; Demikian juga ada yang tajam penciumannya ada yang lemah. Akibat dari keterbatasan alat indera kita maka mungkin timbul salah informasi, salah tafsir dan salah pemikiran. Untuk meningkatkan kecepatan dan ketetapan alat indera tersebut dapat juga orang dilatih untuk itu, namun tetap sangat terbatas. Usaha-usaha lain adalah penciptaan alat, meskipun alat yang diciptakan ini masih mengalami kesalahan. Pengulangan pengamatan dengan berbagai cara dapat mengurangi kesalahan pengamatan tersebut.

Penyebab Mitos Diterima Masyarakat
Menurut Darmodjo (1985:5), mitos itu dapat diterima oleh masyarakat pada masa itu disebabkan karena :
a) Keterbatasan pengetahuan yang disebabkan karena keterbatasan penginderaan baik langsung maupun dengan alat;
b) Keterbatasan penalaran manusia pada masa itu; dan
c) Hasrat ingin tahunya terpenuhi. …19

Sumber:
Ahmadi, Abu dkk. 2008. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Rineka Cipta. Hal. 17-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *