Membantu Perkembangan Inteleg dan Implikasinya bagi Pendidikan

By | 31/03/2021

AsikBelajar.Com | Kondisi psikologis yang perlu diciptakan agar peserta didik merasa aman secara psikologis sehingga mampu mengembangkan kemampuan intelegtualnya adalah sebagai berikut: #48

1) Pendidik menerima peserta didik secara positif sebagaimana adanya tanpa syarat (unconditional positive regard). Artinya apapun adanya peserta didik dengan segala kekuatan dan kelemahannya harus diterima dengan baik serta memberi kepercayaan padanya bahwa pada dasarnya setiap peserta didik memiliki kemampuan intelegtual yang dikembangkan scera maksimal

2) Pendidik menciptakan suasana dimana peserta didik tidak merasa terlalu dinilai oleh orang lain. Terlalu memberikan penilaian terhadap peserta didik dapat dirasakan sebagai nacaman sehingga menimbulkan kebutuhan akan pertahankan diri. Memang kenyataanya pemberian penilaian tidak dapat dihindarkan dalam situasi sekolah, tetapi paling tidak harus diupayakan agar penilaian tidak bersifat mencemaskan bagi peserta didik melainkan menjadi sarana yang dapat mengembangkan sikap kompetitif secara sehat.

3) Pendidik memberikan pengertian dalam arti dapat memahami pemikiran, perasaan dan perilaku peserta didik; dapat menempatkan diri dalam situasi peserta didik; serta melihat sesuatu dari sudut pandang mereka (empathy). Dalam suasana seperti ini peserta didik akan merasa aman untuk mengembangkan dan mengemukakan pemikirannya atau ide-idenya. (Asrori, 2003:45-46)

Dengan demikian, adapun upaya pendidik untuk mengembangkan kemampuan intelegtual anak yaitu menerima peserta didik secara positif tanpa syarat, menciptakan suasana dimana peserta didik tidak merasa terlalu dinilai oleh orang lain, dan memberikan pengertian dalam arti dapat memahami pemikiran, perasaan dan perilaku peserta didik; dapat menempatkan diri dalam situasi peserta didik; serta melihat sesuatu dari sudut pandang mereka. Sehingga hal ini akan dapat mengoptimalkan perkembangan kogntiif anak usia dini. #49

Sumber:
Khadijah, 2016. Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing. Hal. 48 – 49.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *