Memahami Perbedaan Individual pada Peserta Didik

AsikBelajar.Com | Tugas utama guru adalah mengajar dan dalam proses pembelajaran yang dihadapi adalah anak manusia yang bersifat ”unik”. Dalam hal ini, kata unik mengandung berbagai pengertian. Pengertian yang pertama adalah unik dapat dimaknai bahwa tidak ada manusia yang sama, dalam pengertian bahwa manusia yang satu pasti berbeda dengan yang lain. Jangankan anak yang berasal dari keturunan yang berbeda dan lingkungan yang sangat bervariasi, dua orang saudara kandung yang secara keturunan sama dan lingkungan yang relatif sama, juga akan menjadi pribadi-pribadi yang berbeda sehingga jika guru menghadapi 50 siswa pada dasarnya guru juga telah siap dengan 50 keunikan yang mereka miliki. Seringkali dapat dijumpai bahwa antara saudara kandung, bahkan pada saudara kembar masih saja ditemukan adanya perbedaan tersebut. Pengertian unik yang kedua adalah bahwa kondisi manusia itu sendiri bersifat tidak menetap. Dari waktu ke waktu, situasi dan kondisi lingkungan serta faktor intern akan mempengaruhi perilaku, sikap, kondisi emosi, dan cara seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang-orang disekitarnya, termasuk dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Pengertian yang ketiga perlu pula dipahami bahwa setiap tahapan perkembangan manusia mempunyai ciri khusus yang berbeda dengan perkembangan yang lain sehingga untuk dapat memberikan stimulasi dan mengarahkan pembentukan perilaku anak perlu pula diketahui ciri khusus dari setiap tahapan perkembangan tersebut, agar dapat menghadapi dan melayani anak secara tepat. Faktor keempat yang perlu pula mendapat perhatian adalah adanya kenyataan bahwa dalam batas-batas tertentu manusia mempunyai kemampuan untuk memanipulasi perilaku sehingga pemahaman terhadap perilaku memang memerlukan pendekatan yang teliti dan memerlukan waktu yang panjang.

Terlepas dari berbagai keunikan yang dimiliki manusia tersebut. Secara umum, perbedaan individual yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pengajaran di kelas adalah faktor-faktor yang menyangkut kesiapan anak untuk menerima pengajaran karena perbedaan tersebut akan menentukan sistem pendidikan secara keseluruhan. Idealnya, perbedaan-perbedaan tersebut harus diselesaikan dengan pendekatan individualnya juga, tetapi tetap disadari bahwa pendidikan tidak semata-mata bertujuan untuk mengembangkan individu sebagai individu tetapi juga dalam kaitannya dengan pola kehidupan masyarakat yang bervariasi. Secara rinci, kondisi awal yang berapa kesiapan anak menghadapi pelajaran, atau kondisi-kondisi yang perlu dipertimbangkan dalam kegiatan pengajaran meliputi:
1) Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Perkembangan merupakan proses perubahan yang dialami anak untuk mencapai kedewasaan yang diharapkan. Perkembangan pada anak akan melewati tahapan-tahapan tertentu dan setiap tahapan selalu memiliki ciri khusus dan berbeda dengan tahapan lainnya sehingga pemahaman terhadap tahapan perkembangan yang dialami siswa dengan berbagai sifat-sifatnya yang unik tersebut akan memberikan bekal kepada guru sebagai pengajar untuk menyesuaikan cara mengajar, pemilihan materi, pemilihan sumber belajar, ataupun pemilihan metode pembelajaran yang tepat.

2) Pribadi Siswa
Kepribadian sering diartikan sebagai keseluruhan sifat-sifat seseorang yang memberikan corak yang khas pada individu saat bertingkah laku dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitarnya sehingga pemahaman terhadap pribadi anak mencakup banyakfaktor fisik dan psikis serta berbagai aspek (potensi) yang ada pada siswa. Oleh karena itu, dalam bahasan ini pengertian kepribadian dibatasipada aspek yang diduga banyak berpengaruh terhadap kesiapan dan prediksi keberhasilan anak dalam mengikuti kegiatan pengajaran yang terdiri atas:
a) Fungsi Kognitif
Fungsi Kognitif mencakup: (1) tingkat kecerdasan (inteligensi) yan secara luas dapat diartikan sebagai kemampuan dasar untuk mencapai prestasi di segala bidang, sedangkan secara sempit dikaitkanf dengan kemampuan scholastic, (2) daya kreativitas, (3) bakat khusus, (4) organisasi kognitif yang menyangkut teknik penyimpanan dan pemanggilan memori dalam struktur pemikiran, (5) kemampuan berbahasa, (6) daya fantasi, (7) gaya belajar, dan berbagai teknik dan kebiasaan.
b) Fungsi Konatif Dinamik
Fungsi konatif dinamik adalah fungsi psikis yang dimiliki anak yang secara khusus berkisar pada penentuan tujuan perilaku dan pemenuhan kebutuhan baik yang disadari ataupun tidak disadari. Hal yang termasuk dalam klasifikasi fungsi konatif dinamik adalah: karakter, hasrat berkehendak; hal ini menyangkut sifat dan kemampuan dasar untuk dapat mengendalikan diri dalam mencapai tujuan, motivasi belajar (khususnya motivasi intern) yang akan menentukan semangat untuk mencapai tujuan belajar dengan cara objektif, konsentrasi, perhatian, dan sebagainya.
c) Fungsi Afeksi
Fungsi afeksi adalah psikis yang menyangkut penilaian anak terhadap benda, gejala, atau peristiwa yang dihadapi, yang menyangkut perasaan senang yang lebih spesifik terinci menjadi rasa puas, gembira, sayang, setuju, gembira, dan berbagai perasaan yang mencerminkan kepuasan, serta rasa tidak senang yang dapat berupa perasaan takut, cemas, gelisah, iri hati, marah, dendam, dan berbagai perasaan yang mengarah pada ketidakpuasan sehingga perlu ditumbuhkan rasa senang pada pelajaran yang diberikan sehingga akan muncul sikap positif dan muncul minat untuk terus belajar.
d) Fungsi Sensorik-Motorik
Fungsi sensorik-motorik adalah fungsi yang menyangkut kemampuan siswa dalam bidang psikomotorik atau keterampi|an khusus. Aspek psikomotorik yang merupakan kemampuan awal anak yang ikut berpengaruh terhadap hasil proses pengajaran meiiputi: kecepatan membaca, menulis, berbahasa, artikulasi kata-kata, keterampilan menggunakan alat seperti menggunting, menggunakan penggaris. Terdapat kemampuan yang makin tinggi makin mendukung hasil belajar tetapi ada pula yang tidak, seperti kemampuan berbahasa/berbicara sering menyebabkan anak (kecil) senang berbicara sendiri dengan temannya ketika pelajaran berlangsung.
e) Fungsi Pribadi Lain
Fungsi yang menyangkut berbagai keadaan awal siswa yang sulit digolongkan dalam fungsi pribadi, yaitu: kondisi biologis yang menyangkut kesehatan, penglihatan, daya tahan, dan sebagainya. Selain itu, kondisi mental yang berupa ketenangan batin, baik akibat dari suasana keluarga maupun teman sebaya, kekaburan nilai benarsalah, penanaman disiplin dan moral yang kurang tepat ataupun berbagai kondisi lingkungan di luar sekolah akan mempengaruhi kesiapan anak dalam menghadapi proses pengajaran di kelas, keberhasilan dalam melaksanakan tugas perkembangan sebelumnya dan sebagainya. Berbagai kondisi awal tersebut dimiliki oleh anak dengan kualitas dan kuantitas yang sangat bervariasi sehingga untuk memperoleh hasil maksimal juga diperlukan variasi dalam pendekatan.

Sumber:
Dra.Hj.Sitti Hartinah DS, MM. 2011. Pengembangan Peserta Didik. Bandung: PT Refika Aditama. Hal. 17-20.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Captcha loading...