Masa Remaja dan Perkembangannya menurut Djamarah

Perkembangan Sosial Remaja

AsikBelajar.Com | Dalam perkembangan kepribadian seseorang, maka masa remaja mempunyai arti yang khusus, namun begitu masa remaja mempunyai tempat yang tidak jelas dalam rangkaian proses perkembangan seseorang. Secara jelas masa anak dapat dibedakan dari masa dewasa dan masa tua. Seorang anak masih belum selesai perkembangannya, orang dewasa dapat dianggap sudah berkembang penuh ia sudah menguasai sepenuhnya fungsi-fungsi flsik dan psikisnya; pada masa tua pada umumnya terjadi kemunduran, terutama dalam fungsi-fungsi fisiknya.

Masa remaja adalah suatu stadium dalam siklus perkembangan anak. Rentangan usia masa remaja berada dalam usia 12 tahun …106

sampai 21 tahun bagi wanita, dan 13 tahun sampai 22 tahun bagi pria. Jika dibagi atas remaja awal dan masa remaja akhir, maka masa remaja awal berada dalam usia 12/13 tahun sampai 17/18 tahun, dan masa remaja akhir dalam rentangan usia 17/18 tahun sampai 21/22 tahun. Sedangkan periode sebelum masa remaja ini disebut sebagai  “ambang pintu masa remaja” atau sering disebut sebagai ”periode pubertas”, pubertas jelas berbeda dengan masa remaja, meskipun bertumpang tindih dengan masa remaja awal.

Namun, remaja dikenal sebagai masa pencarian dan penjelajahan identitas diri. Kekaburan identitas diri menyebabkan remaja berada di persimpangan jalan; tak tahu mau ke mana dan jalan mana yang harus diambil untuk sampai pada jati diri yang sesungguhnya. Itulah sebabnya, anak remaja tidak bisa lagi dimasukkan ke dalam golongan anak dan ia tidak dapat pula dimasukkan ke dalam golongan orang dewasa atau golongan tua. Jadi, remaja ada di antara anak dan orang dewasa.

Meskipun diakui bahwa anak remaja masih belum mampu menguasai fungsi-fungsi fisik maupun psikisnya, tetapi ia butuh akan pengakuan dan penghargaan. Remaja membutuhkan pengakuan dan penghargaan bahwa ia telah mampu berdiri sendiri, mampu melaksanakan tugas-tugas seperti yang dilakukan oleh orang dewasa, dan dapat bertanggung jawab atas sikap dan perbuatan yang dikerjakannya. Oleh karenanya, kepercayaan atas diri anak remaja diperlukan agar mereka merasa dihargai.

Tidak seperti pada masa anak-anak, masa remaja perkembangan sosialnya semakin luas. Anak remaja tidak lagi hanya berteman dengan anak-anak sebaya di sekitar rumahnya, tetapi ia sudah berhasrat untuk mencari teman lain di lingkungan yang lebih luas. Tanpa seleksi yang ketat, anak remaja memilih teman bermain, teman berkumpul, teman berbicara, teman berbagi suka dan duka, dan sebagainya. Meski akhimya tanpa disadari temannya itu menggiringnya pada perilaku-perilaku tertentu. Kalau perilaku mereka itu positif tidak jadi soal, tetapi perilaku mereka yang negatif seperti …107

mengganggu ketenteraman masyarakat, berkelahi, minum-minuman keras, terlibat narkoba, dan sebagainya. Itulah yang sangat tidak disenangi semua pihak, guru, orang tua, dan masyarakat.

Kehidupan modern dengan segala kemajuannya memberikan kemudahan dan peluang kepada siapa pun juga untuk berbuat dan berperilaku yang positif dan yang negatif. Dengan dalih “menyambung kehidupan” orang tidak segan-segan menjerumuskan orang lain tanpa kasihan. Berapa banyak remaja yang sudah terjerumus dan dijerumuskan ke dalam dunia hitam. Tidak sedikit remaja yang hamil di luar nikah. Remaja yang diinterogasi oleh aparat keamanan akibat terlibat narkoba bukanlah hal baru. Banyak berita di berbagai media massa tentang tawuran antar-pelajar remaja sebuah tren dari perkembangan masa remaja yang menyedihkan lagi mengecewakan semua pihak.

Tanpa mengabaikan kebaikannya, kehidupan modem dengan keburukannya, sangat tidak baik bagi perkembangan masa remaja. Program televisi, koran, majalah, tabloid tertentu tidak pernah sepi dari masalah seks. Bagi remaja sajian seperti itu dapat mendorong rangsangan seksualnya. Kalau tidak dapat melampiaskannya melalui hubungan kelamin secara langsung ke lawan jenis, tak sedikit remaja yang terpaksa melakukan onani atau masturbasi, walaupun dalam pandangan agama perbuatan itu berdosa. Kenapa hal itu sampai terjadi? Karena di dalam diri remaja sedang terjadi rangsangan kematangan seksual dan dorongan untuk mendapatkan kepuasan, yang merupakan tindakan untuk menghindari larangan norma sosial dan hukum positif.

Daya tarik seksual yang kuat menggiring remaja untuk selalu berdekatan dengan lawan jenisnya. Dalam berpacaran, anggapan remaja tertentu tidak lengkap bila tidak disertai belaian, rabaan di tempat-tempat yang sensitif, atau bahkan sampai berciuman. Sublimasi seks yang demikian itu dapat dikendalikan sedini mungkin bila nilai-nilai agama sudah tertanam di dalam diri pribadi remaja sejak masih anak-anak. Nilai-nilai agama merupakan benteng yang kokoh untuk membendung perbuatan maksiat. …108

Dari segi perkembangan kemampuan pikir remaja, terdapat bukti-bukti hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa pola dan cara berpikir remaja cenderung mengikuti pola dan cara berpikir orang dewasa. Ini menisyaratkan untuk membicarakan suatu masalah pribadi maupun masalah sosial kemasyarakatan. Pendidikan remaja dapat didekati dbngan pendekatan rasional. Tidak seperti anak-anak, remaja dapat memecahkan masalah yang kompleks secara rasional.

Demikianlah, pembahasan masa remaja dan perkembangannya secara umum. Untuk mendalaminya, pembaca dapat membaca literatur yang relevan. …109

Sumber:
Djamarah, Syaiful Bahri, 2000. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Hal.106-109.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *